Sukses

Warga Jawa Barat Butuh Kereta Shinkansen

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) mendorong pemerintah pusat agar semakin serius dengan rencana pembangunan kereta cepat (High Speed Railways/HSR) atau Shinkansen rute Jakarta-Bandung. Moda transportasi canggih diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat Jabar, terutama Bandung yang kian tinggi.

Wakil Gubernur Jabar, Deddy Mizwar mengungkapkan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung akan segera ditenderkan menyusul rampungnya studi kelayakan (feasibility study/FS) dari Jepang. Sementara China saat ini sedang menggarap FS yang sama.

"Ini mau ditender, karena FS sudah selesai dari Jepang. China juga boleh kalau mau masuk, nanti kami akan kaji lebih jauh. Lalu ada lelang," kata dia saat berbincang dengan Liputan6.com, Jakarta, seperti ditulis Minggu (9/8/2015).

Menurut aktor kawakan itu, masyarakat Jabar sangat siap dengan kehadiran kereta Shinkansen, mengingat Provinsi ini merupakan salah satu yang termaju di Tanah Air. Sejumlah tempat wisata, perguruan tinggi ternama ada di wilayah Jabar, termasuk Bandung.

"Dari empat perguruan tinggi nasional terbesar, tiga di antaranya ada di Jabar. Bandung menjadi kota nomor satu yang banyak dikunjungi yakni enam juta selama setahun, bukan Jakarta. Jadi dinamikanya sudah semakin tinggi, sehingga perlu transportasi canggih," terang Deddy.

Dia menjelaskan, transportasi massal Shinkansen akan dilengkapi dengan berbagai infrastruktur jalan tol yang rencananya mengepung jalur rute kereta cepat.

"Makanya ada tol yang nanti mengepung semua, seperti dari utara, barat, timur dan selatan. Di antaranya tol Cikampek, Cirebon langsung ke Bandung, jalan tol Tasikmalaya, Padalarang dan Ciranjang," tutur Deddy.

Sebelumnya, pemerintah telah mengumpulkan 10 perusahaan konsultan dari berbagai negara untuk mengikuti tender dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Konsultan yang terpilih nantinya akan menjadi juri dalam pemilihan investor di proyek tersebut.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Kementerian Perhubungan, Sugiadi Waluyo‎ mengungkapkan para konsultan negara tersebut dikumpulkan di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

"Pak Menko Ekonomi sudah kumpulkan sejumlah konsultan. Ada sekitar 10 konsultan dari berbagai negara," kata Sugiadi.

Sekitar 10 konsultan ini telah mempresentasikan berbagai hal mengenai kereta cepat di hadapan pemerintah. Nantinya, para konsultan tersebut akan disaring untuk pada akhirnya akan terpilih satu konsultan.

Sementara itu, Menteri BUMN, Rini Soemarno mengatakan, pemerintah masih harus berdiskusi kembali untuk menentukan pembangunan dua megaproyek LRT dan kereta cepat (High Speed Railways/HSR).

"Kita akan lakukan rapat lagi, mungkin akhir bulan ini untuk menentukan apakah kedua proyek bisa dibangun tahun ini," tegas dia. (Fik/Ahm)