Sukses

Kadin Papua Percepat Ekonomi Kerakyatan dari Komoditas Unggulan

Liputan6.com, Jayapura - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Papua akan membagi percepatan ekonomi kerakyatan di Papua, sesuai dengan pembangunan berbasis komoditas unggulan daerah.

Ketua Kadin setempat, Adolf Alpius Asmuruf mengatakan, komoditas unggulan dilakukan dengan cara membagi lima Kawasan Pengembangan Ekonomi (KPE) bagi masing-masing wilayah adat yakni KPE Anim Ha, KPE La Pago, KPE Mamta,  KPE Saireri, dan KPE Mee Pago.

KPE wilayah adat Anim Ha yang terdiri dari 4 kabupaten yaitu Merauke, Asmat, Mappi dan Bovendigul yang rata-rata memiliki komoditas unggulan karet, sagu, tebu, padi, jagung, perikanan, ternak sapi, ayam dan olahan berbahan baku daging.

Sementara KPE wilayah adat La Pago yang terdiri dari Kabupaten Mimika, Nabire, Paniai, Dogiyai, Deiyai dan Intanjaya dan memiliki komoditas unggulan kopi, buah merah, tanaman pangan dan hortikultura, ternak dan makanan olahan berbahan baku daging.

"KPE wilayah adat Mamta terdiri dari Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Keerom, Sarmi dan Mamberamo Raya, memiliki komoditas unggulan kelapa sawit, coklat, sagu, buah merah, ternak sapi, ayam dan pakan ternak. KPE Wilayah Adat Saireri terdiri dari Kabu Biak Numfor, Kepulauan  Yapen, Waropen dan Supiori dengan komoditas unggulan, perikanan dan kelautan, kelapa, sagu dan pariwisata berbasis alam dan budaya," ujar Adolf, Jumat (17/10/2014).

Serta  KPE wilayah adat Mee Pago terdiri dari Kabupaten Pegunungan Bintang, Jayawijaya, Lanny Jaya, Yahukimo, Tolikara, Yalimo, Nduga, Puncak Jaya, Mamberamo Tengah dan Puncak memiliki komoditas unggulannya kopi, perikanan dan kelautan, pengembangan tanaman pangan dan hortikultura, pertambangan, pariwisata, perkebunan sawit dan industri olahan sawit.

"Pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis komoditas unggulan diharapkan dapat mempercepat pengembangan ekonomi di Papua. Dengan cara ini kebijakan maupun program strategis yang diambil, harus berdasarkan gambaran kondisi dan karakteristik wilayah serta permasalahan yang dihadapi masing-masing kawasan," tutur Adolf.

Ketua DPR Papua bidang ekonomi kerakyatan, Yulius Rumbairusi mendukung program percepatan ekonomi kerakyatan dari sejumlah komoditas unggulan di Papua. Ini dikarenakan wilayah adat di Papua memiliki ciri khas dan iklim dan spesifikasi yang berbeda. Misalnya saja di pegunungan Papua, wilayah suhunya dingin dan lembab. Kemudian wilayah di pesisir pantai lebih panas.

"Langkah ini cukup baik. Kami pikir masyarakat akan terbuka dengan program tersebut. Sementara untuk pengembangan dan promosi komoditas unggulan ini akan dilakukan bersama dengan instansi terkait, misalnya saja melalui BUMD seperti Irian Bakti yang mulai difungsikan kembali, koperasi-koperasi petani dan juga pengusaha dan pihak ketiga lainnya, yakni investor, selain nantinya pemerintah setempat juga memberikan modal usaha untuk pengembangan produk unggulan di masing-masing daerah ini,"pungkasnya. (Katharina Janur/Ahm)