Sukses

Menperin Siapkan Aturan Larang Mobil Murah Sedot BBM Bersubsidi

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perindustrian, MS Hidayat menyatakan belum bersedia untuk merevisi aturan atau harga terkait mobil murah dan ramah lingkungan atau dikenal dengan Low Cost Green Car (LCGC). Pasalnya, kemampuan produsen untuk memproduksi mobil murah di Tanah Air menjadi bukti kemajuan teknologi otomotif lokal.

"(Revisi aturan) saya belum tahu, tapi yang perlu diketahui, Low Cost Green Car (LCGC) sudah ekspor, investasi dalam negeri sudah masuk dan ada empat pabrik besar melakukan perakitan dan produksi di Indonesia," ungkap dia kepada wartawan di Jakarta, Jumat (12/9/2014).

Selain itu, lanjut Hidayat, industri komponen otomotif bergerak sangat cepat. Menurut catatannya, ada lebih dari 100 industri komponen dan 80 persen menggunakan konten lokal. "Jadi itu salah satu kemajuan kemandirian teknologi otomotif kita," bangganya.

Dia menyebut, produksi mobil murah masih sangat kecil yakni di bawah 10 persen dari total produksi mobil di dalam negeri. Namun kendaraan LCGC sudah mendapat sambutan luar biasa dari pasar dalam maupun luar negeri.

"Sudah mulai ekspor meski belum sampai 10 persen volumenya. Paling tidak, itu membuktikan bahwa ada jenis mobil baru yang diproduksi di Indonesia, laku di pasar internasional," tutur Hidayat.

Hanya saja permasalahan timbul ketika mobil murah ini justru menyedot bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Ini yang sedang dipikirkan Kementerian Perindustrian untuk mencari solusinya.

"Yang pasti penggunaan BBM subsidi di LCGC harus dilarang secara tegas. Nanti dibuat aturannya. Mobil pribadi termasuk LCGC nggak boleh gunakan BBM subsidi, misalnya seperti itu. Nanti sanksi hukumnya dipikirkan, tapi harus ada aturannya kalau dilarang," papar dia. (Fik/Ahm)

 

Bagi Anda yang ingin mengikuti simulasi tes CPNS dengan sistem CAT online, Anda bisa mengaksesnya di Liputan6.com melalui simulasicat.liputan6.com. Selamat mencoba!

BERANI BERUBAH: Rezekiku dari Offline ke Online