Liputan6.com, Jakarta: Istiqomah binti Misnad dan Casingkem binti Aspin, dua tenaga kerja Indonesia yang sempat disandera di Irak sudah diterbangkan ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Selasa (5/10). Selanjutnya, kedua TKW dibawa ke rumah sakit setempat untuk medical check-up. Rencananya, kedua TKW itu akan diterbangkan ke Jakarta pada Rabu malam waktu setempat. Demikian dikemukakan Duta Besar RI untuk UEA Faisal Bafadal saat telewicara dengan reporter Retno Pinasti di Jakarta, Selasa malam.
Dalam kesempatan ini, Faisal juga meluruskan simpang siur mengenai identitas kedua TKW itu. Faisal memastikan kedua TKW itu bernama Istiqomah binti Misnad dan Casingkem binti Aspin. Khusus Istiqomah, wanita ini mengganti namanya di paspor menjadi Rosidah binti Amuh. Dengan begitu, kedua TKW itu bukan bernama Rosidah dan Novitasari binti Sugito seperti disebutkan di media massa di Tanah Air.
Kepastian identitas kedua TKW ini juga disampaikan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda. Menurut Hassan, Istiqomah binti Misnad menggunakan paspor atas nama Rosidah binti Amuh. Sementara satu lagi adalah Casingkem bukan Novitasari seperti diumumkan kemarin [baca: Pembebasan Sandera Bukan Jasa Abu Bakar Ba`asyir].
Kesimpangsiuran identitas kedua TKW yang ditahan Tentara Islam Irak ini sempat membingungkan keluarga korban di Tanah Air. Nenek Novitasari, Wies Elly, misalnya. Wies mengaku haru ketika mengetahui cucunya yang sebelumnya diduga salah satu TKW yang disandera, ternyata masih berada di Riyadh, Arab Saudi. Kepastian ini diperolehnya ketika Wies menghubungi langsung cucunya di Arab Saudi seusai menjadi tamu dialog di Liputan 6 Petang [baca: Wies Elly Masih Ragu dengan Cucunya].
Dalam pembicaraannya, Wies meminta Novitasari untuk segera pulang ke Tanah Air dan tak usah bekerja di luar negeri. Novitasari diminta menemaninya mengingat sang nenek sekarang hanya tinggal sendirian. "Oma sudah tua," ujar Wies. Wanita berkacamata ini juga mengaku bersalah jika tak memberi kabar kepindahannya dari Jalan Cendana, Surabaya, Jawa Timur, ke Jalan Jemur Sari. Soalnya, kepindahan ini membuat Novitasari tak dapat mengubunginya dalam setahun terakhir ini. Wies juga memberitahu jika ayah Novitasari baru mengetahui persoalan ini setelah melihatnya di televisi.(ORS/Tim Liputan 6 SCTV)
Dalam kesempatan ini, Faisal juga meluruskan simpang siur mengenai identitas kedua TKW itu. Faisal memastikan kedua TKW itu bernama Istiqomah binti Misnad dan Casingkem binti Aspin. Khusus Istiqomah, wanita ini mengganti namanya di paspor menjadi Rosidah binti Amuh. Dengan begitu, kedua TKW itu bukan bernama Rosidah dan Novitasari binti Sugito seperti disebutkan di media massa di Tanah Air.
Kepastian identitas kedua TKW ini juga disampaikan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda. Menurut Hassan, Istiqomah binti Misnad menggunakan paspor atas nama Rosidah binti Amuh. Sementara satu lagi adalah Casingkem bukan Novitasari seperti diumumkan kemarin [baca: Pembebasan Sandera Bukan Jasa Abu Bakar Ba`asyir].
Kesimpangsiuran identitas kedua TKW yang ditahan Tentara Islam Irak ini sempat membingungkan keluarga korban di Tanah Air. Nenek Novitasari, Wies Elly, misalnya. Wies mengaku haru ketika mengetahui cucunya yang sebelumnya diduga salah satu TKW yang disandera, ternyata masih berada di Riyadh, Arab Saudi. Kepastian ini diperolehnya ketika Wies menghubungi langsung cucunya di Arab Saudi seusai menjadi tamu dialog di Liputan 6 Petang [baca: Wies Elly Masih Ragu dengan Cucunya].
Dalam pembicaraannya, Wies meminta Novitasari untuk segera pulang ke Tanah Air dan tak usah bekerja di luar negeri. Novitasari diminta menemaninya mengingat sang nenek sekarang hanya tinggal sendirian. "Oma sudah tua," ujar Wies. Wanita berkacamata ini juga mengaku bersalah jika tak memberi kabar kepindahannya dari Jalan Cendana, Surabaya, Jawa Timur, ke Jalan Jemur Sari. Soalnya, kepindahan ini membuat Novitasari tak dapat mengubunginya dalam setahun terakhir ini. Wies juga memberitahu jika ayah Novitasari baru mengetahui persoalan ini setelah melihatnya di televisi.(ORS/Tim Liputan 6 SCTV)