Kapan Waktu Terbaik Membaca Doa di Masjid Nabawi? Simak Rincian, Dalil dan Penjelasannya

Masjid Nabawi merupakan salah satu tempat yang memiliki kesitimewaan lantaran dibangun langsung oleh Rasulullah SAW

Diterbitkan 05 Oktober 2026, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pertanyaan kapan waktu terbaik membaca doa di Masjid Nabawi sering muncul di kalangan jemaah haji atau umrah yang mendambakan kekhusyukan sekaligus kemustajaban doa. Masjid Nabawi merupakan salah satu tempat yang memiliki kesitimewaan lantaran dibangun langsung oleh Rasulullah SAW dan mustajab untuk berdoa.

Soal Nabawi, setiap sudutnya menyimpan sejarah, setiap lantunan doa di dalamnya berpeluang besar dikabulkan Allah SWT. Keistimewaan ini ditegaskan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadis, yang artinya: "Shalat di masjidku ini lebih utama daripada seribu shalat di masjid lain kecuali Masjidil Haram" (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam kitab Fadha'il al-Madinah karya Imam Ali al-Qari, dijelaskan bahwa keistimewaan Masjid Nabawi tidak hanya terletak pada bangunannya, tetapi pada keberkahan yang Allah tanamkan di dalamnya. Keutamaan ini mencakup pahala shalat sekaligus nilai spiritual yang mendalam, termasuk dikabulkannya doa-doa yang dipanjatkan dengan penuh harap dan keikhlasan.

Merujuk buku Manasik Haji terbitan Kementerian Agama, jemaah disarankan mengatur waktu agar bisa berdoa di tempat-tempat mustajab di Masjid Nabawi, terutama di Raudhah dan area sekitar makam Rasulullah SAW. Dengan memahami waktu-waktu terbaik, setiap jemaah dapat memaksimalkan momen berharga di Masjid Nabawi untuk bermunajat kepada Allah SWT.

Waktu-Waktu Terbaik Membaca Doa di Masjid Nabawi

Secara umum, waktu terbaik berdoa sama dengan di luar Masjid Nabawi. Imam Al-Ghazali dalam Ihya' Ulumuddin menyebutkan bahwa berdoa pada waktu-waktu yang mulia, seperti hari Jumat, bulan Ramadhan, dan sepuluh hari awal Dzulhijjah, serta pada waktu setelah shalat Subuh hingga terbit fajar, merupakan amalan yang sangat dianjurkan.

Di Masjid Nabawi, waktu-waktu tersebut memiliki nilai lebih karena bertemu antara keutamaan waktu dan keutamaan tempat.

1. Sepertiga Malam Terakhir

Sepertiga malam terakhir adalah waktu yang paling mustajab untuk berdoa. Pada waktu ini, Allah SWT turun ke langit dunia dan mengabulkan doa-doa hamba-Nya. Rasulullah SAW bersabda: "Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir, lalu berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku akan kabulkan" (HR. Bukhari dan Muslim).

Di Masjid Nabawi, waktu sepertiga malam terakhir menjadi momen istimewa karena bertemunya keutamaan waktu dan keutamaan tempat.

Para jemaah dianjurkan untuk tidur lebih awal dan bangun sekitar pukul 02.00 atau 03.00 pagi untuk melaksanakan shalat tahajud dan berdoa. Suasana masjid yang tenang dan hening pada waktu ini sangat mendukung kekhusyukan.

2. Setelah Shalat Subuh hingga Terbit Matahari

Waktu setelah shalat Subuh adalah salah satu waktu paling tenang di Masjid Nabawi. Banyak jamaah memilih duduk, membaca Al-Qur'an, atau berdzikir sampai matahari terbit. Selain suasananya lebih sejuk, biasanya masjid juga belum terlalu padat, sehingga lebih mudah mendapatkan tempat yang nyaman untuk beribadah.

Rasulullah SAW menganjurkan untuk duduk di masjid setelah shalat Subuh sambil berdzikir hingga matahari terbit, kemudian melaksanakan shalat sunnah Dhuha dua rakaat. Amalan ini memiliki keutamaan seperti pahala haji dan umrah yang sempurna (HR. Tirmidzi). Di Masjid Nabawi, keutamaan ini berlipat ganda karena dilakukan di tempat yang penuh berkah.

3. Antara Adzan dan Iqamah

Waktu antara adzan dan iqamah adalah salah satu waktu mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda: "Doa yang dipanjatkan oleh seseorang di antara waktu adzan dan iqamah, tidak akan ditolak" (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).

Di Masjid Nabawi, jeda waktu antara adzan dan iqamah cukup panjang, memberikan kesempatan bagi jemaah untuk memperbanyak doa, dzikir, atau membaca Al-Qur'an. Suasana ini sangat mengetarkan karena gema adzan disambut ribuan jamaah yang berzikir dan menunaikan sunnah rawatib.

4. Hari Jumat, Terutama Satu Jam Sebelum Maghrib

Hari Jumat adalah hari yang penuh keberkahan, dan di dalamnya terdapat satu saat yang mustajab untuk berdoa. Syekh Ali Jaber menyebutkan bahwa di Madinah, para ulama dan orang shalih di Masjid Nabawi, begitu tersisa satu jam sebelum Maghrib, semua meninggalkan aktivitasnya dan masing-masing sibuk berdoa.

Rasulullah SAW bersabda: "Pada hari Jumat terdapat suatu saat yang tidak dijumpai oleh seorang muslim yang sedang melaksanakan shalat dan berdoa memohon sesuatu kepada Allah, kecuali Dia mengabulkan doanya" (HR. Bukhari).

Meski terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai waktu persisnya, memperbanyak doa pada hari Jumat tetap menjadi amalan yang sangat dianjurkan.

5. Setelah Shalat Fardhu

Berdoa setelah shalat fardhu adalah amalan yang sangat dianjurkan, terutama di Masjid Nabawi yang memiliki keutamaan seribu kali lipat dibandingkan masjid lain. Setelah menyelesaikan shalat wajib, jemaah dianjurkan untuk memperbanyak dzikir dan doa sebelum meninggalkan tempat shalat.

6. Saat Sujud dalam Shalat

Waktu sujud adalah saat seorang hamba paling dekat dengan Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda: "Sedekat-dekatnya seorang hamba dengan Rabb-nya adalah ketika ia sedang sujud, maka perbanyaklah doa" (HR. Muslim). Di Masjid Nabawi, momen sujud dalam shalat menjadi kesempatan emas untuk bermunajat dan memohon segala hajat.

7. Waktu Setelah Shalat Tahajud

Setelah melaksanakan shalat tahajud di sepertiga malam terakhir, dianjurkan untuk memperbanyak doa. Waktu ini adalah momen terbaik untuk berdoa di Masjid Nabawi, terutama setelah shalat tahajud, karena Allah SWT mengabulkan doa-doa hamba-Nya yang bersimpuh di waktu ini.

Doa-Doa di Masjid Nabawi Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

1. Doa Masuk Masjid Nabawi

Menurut Imam Ghazali dalam Ihya' Ulumuddin, dianjurkan membaca doa berikut sebelum memasuki Masjid Nabawi:

Arab: بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. أَعُوذُ بِاللهِ الْعَظِيمِ وَوَجْهِهِ الْكَرِيمِ وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ. اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

Latin: Bismillahir rahmaanir rahiim. A'uudzubillahil 'azhiimi wa wajhihil kariimi wa sulthaanihil qadiimi minasy syaithaanir rajiim. Allahummaftah lii abwaaba rahmatika.

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Aku berlindung kepada Allah yang Maha Agung, kepada wajah-Nya yang Maha Mulia dan kepada kekuasaan-Nya Yang Maha Dahulu dari godaan setan yang terkutuk. Ya Allah, bukakanlah bagiku segala pintu rahmat-Mu."

2. Doa Masuk Masjid Nabawi (Versi Lengkap)

Doa ini dikutip dari buku Doa dan Dzikir Manasik Haji dan Umrah yang disusun Kementerian Agama RI:

Arab: بِسْمِ اللهِ وَعَلَى مِلَّةِ رَسُوْلِ اللهِ، رَبِّ أَدْخِلْنِى مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِى مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لىِ مِنْ لَدُنْكَ سُلْطاَناً نَصِيْراً، أَللَّـهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ، وَاغْفِرْ لىِ ذُنُوْبِى وَافْتَحْ لىِ أَبْواَبَ رَحْمَـتِكَ وَأَدْخِلْنِى فِيْهاَ ياَ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Latin: Bismillah wa 'alaa millati rasulillaahi. Rabbi adkhilnii mudkhala shidqin wa akhrijnii mukhraja shidqin waj'al lii min ladunka sulthaana nashiiraa. Allaahumma shalli 'alaa sayyidina Muhammadin wa 'alaa aali sayyidina Muhammadin, waghfir lii dzunuubii waftah lii abwaaba rahmatika wa adkhilni fii haa yaa arhamar rahimin.

Artinya: "Dengan nama Allah dan atas agama Rasulullah. Ya Allah masukkanlah aku dengan cara masuk yang benar, dan keluarkanlah pula aku dengan cara keluar yang benar, dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong. Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Muhammad dan keluarganya. Ampunilah dosaku, bukalah pintu rahmat-Mu bagiku dan masukkanlah aku ke dalamnya, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih."

3. Ucapan Salam kepada Rasulullah SAW

Saat berada di Raudhah dan menghadap ke arah makam Rasulullah SAW, dianjurkan untuk mengucapkan salam dengan penuh penghormatan:

Arab: أَلسَّلَامُ عَلَيْكَ يَا رَسُوْلَ اللهِ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Latin: As-salāmu 'alayka yā Rasūlallāh wa rahmatullāhi wa barakātuh.

Artinya: Keselamatan, rahmat Allah, dan keberkahan-Nya semoga tercurah kepadamu, wahai Rasulullah."

4. Doa Memohon Syafaat Rasulullah SAW

Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ شَفَاعَةَ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَأَحْيِنِي عَلَى سُنَّتِهِ، وَأَمِتْنِي عَلَى مِلَّتِهِ

Latin: Allāhumma innī as'aluka syafā'ata nabiyyika Muhammadin shallallāhu 'alayhi wa sallama yawmal-qiyāmah, wa ahyinī 'alā sunnatihi, wa amitnī 'alā millatih.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu syafaat Nabi-Mu, Muhammad SAW, pada hari kiamat. Hidupkanlah aku di atas sunnahnya, dan wafatkanlah aku dalam agamanya."

5. Doa Memohon Ampunan

Arab: رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ

Latin: Rabbanaghfir lanā wa li-ikhwāninalladzīna sabaqūnā bil-īmāni wa lā taj'al fī qulūbinā ghillal-lilladzīna āmanū rabbanā innaka ra'ūfur-rahīm.

Artinya: "Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang."

6. Doa Memohon Kebaikan Dunia dan Akhirat

Arab: رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Latin: Rabbanā ātinā fid dunyā ḥasanatan wa fil ākhirati ḥasanatan wa qinā 'adzāban nār.

Artinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka." (QS. Al-Baqarah [2]: 201)

7. Doa Memohon Ilmu, Rezeki, dan Amal yang Diterima

Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

Latin: Allāhumma innī as'aluka 'ilman nāfi'an, wa rizqan thayyiban, wa 'amalan mutaqabbalan.

Artinya: "Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal, dan amal yang diterima." (HR. Ibnu Majah)

8. Doa di Raudhah

Arab: اللَّهُمَّ إِنَّ هَذِهِ رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ جَنَّتِكَ، وَشُعْبَةٌ مِنْ شُعَبِ رَحْمَتِكَ، الَّتِي ذَكَرَهَا رَسُولُكَ، وَأَبَانَ عَنْ فَضْلِهَا، اللَّهُمَّ فَارْزُقْنِي فِيهَا رَحْمَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَشَفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ، وَسَلَامَةً مِنْ كُلِّ بَلَاءٍ

Latin: Allāhumma inna hādzihi raudhatun min riyāḍi jannatika, wa syu'batun min syu'abi rahmatika, allatī dzakarahā rasūluka, wa abāna 'an faḍlihā. Allāhumma farzuqnī fīhā raḥmatan min 'indika, wa syifā'an min kulli dā'in, wa salāmatan min kulli balā'.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya ini adalah taman dari taman-taman surga-Mu, dan cabang dari cabang-cabang rahmat-Mu, yang telah disebutkan oleh Rasul-Mu dan dijelaskan keutamaannya. Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku di dalamnya rahmat dari sisi-Mu, kesembuhan dari segala penyakit, dan keselamatan dari segala musibah."

Keutamaan Waktu Terbaik Membaca Doa di Masjid Nabawi

1. Doa Lebih Mustajab dan Cepat Dikabulkan

Masjid Nabawi adalah tempat yang penuh berkah. Rasulullah SAW bersabda: "Doa yang dipanjatkan di Masjid Nabawi tidak akan ditolak" (HR. Tirmidzi). Ketika doa dipanjatkan pada waktu-waktu mustajab seperti sepertiga malam terakhir, antara adzan dan iqamah, atau di Raudhah, peluang dikabulkannya semakin besar karena bertemunya keutamaan waktu dan keutamaan tempat.

2. Pahala Shalat Dilipatgandakan Seribu Kali

Shalat di Masjid Nabawi memiliki keutamaan seribu kali lipat dibandingkan shalat di masjid lain, kecuali Masjidil Haram. Rasulullah SAW bersabda: "Shalat di masjidku ini lebih utama daripada seribu shalat di masjid lain kecuali Masjidil Haram" (HR. Bukhari dan Muslim). Keutamaan ini juga berlaku untuk doa dan dzikir yang dipanjatkan di dalamnya.

3. Raudhah adalah Taman Surga

Raudhah, area di antara rumah dan mimbar Rasulullah SAW, disebut sebagai taman dari taman-taman surga. Berdoa di tempat ini memiliki keistimewaan tersendiri karena keberkahan yang Allah tanamkan di dalamnya. Banyak jamaah yang merasakan ketenangan batin dan kekhusyukan yang luar biasa saat berdoa di Raudhah.

4. Mendapatkan Syafaat Rasulullah SAW

Berdoa di Masjid Nabawi, terutama di dekat makam Rasulullah SAW, menjadi kesempatan untuk memohon syafaat beliau di hari kiamat. Rasulullah SAW bersabda: "Tidak ada seorang pun yang mengucapkan salam kepadaku, kecuali Allah mengembalikan ruhku sehingga aku menjawab salamnya" (HR. Abu Daud). Doa yang dipanjatkan dengan penuh cinta dan penghormatan kepada Rasulullah SAW akan mendapat keberkahan yang besar.

5. Mendapatkan Ketenangan Hati dan Kedamaian Jiwa

Masjid Nabawi memiliki atmosfer spiritual yang sangat kuat. Banyak jamaah yang merasakan ketenangan hati dan kedamaian jiwa saat berdoa di dalamnya. Suasana masjid yang tenang, terutama pada waktu-waktu sepi seperti setelah Subuh atau malam hari, memberikan kesempatan untuk beribadah dengan lebih khusyuk dan fokus.

 

Pertanyaan Seputar Doa Masjid Nabawi

1. Kapan waktu terbaik untuk berdoa di Masjid Nabawi?

Waktu terbaik untuk berdoa di Masjid Nabawi adalah sepertiga malam terakhir, setelah shalat Subuh hingga terbit matahari, antara adzan dan iqamah, hari Jumat terutama satu jam sebelum Maghrib, dan di Raudhah. Pada waktu-waktu ini, doa lebih mustajab karena bertemunya keutamaan waktu dan keutamaan tempat.

2. Apakah doa di Raudhah lebih mustajab daripada di tempat lain?

Ya, Raudhah adalah tempat yang sangat mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW menyebutnya sebagai taman dari taman-taman surga. Pembimbing Ibadah Haji menegaskan bahwa doa yang dipanjatkan di Raudhah selalu dikabulkan dan pasti dikabulkan Allah SWT sepanjang ibadah haji seseorang bersih dan lurus.

3. Bagaimana cara masuk ke Raudhah?

Untuk masuk ke Raudhah, jemaah harus memiliki akses melalui aplikasi Nusuk. Jemaah bisa memilih hari dan jam yang diinginkan. Setelah memiliki akses, jemaah diarahkan untuk berbaris di depan pintu 37 untuk laki-laki dan pintu 25 untuk perempuan. Petugas akan membagi waktu antara perempuan dan laki-laki sehingga tidak bersamaan saat ke Raudhah.

4. Apakah doa di Masjid Nabawi harus menggunakan bahasa Arab?

Tidak harus. Doa dapat dipanjatkan dengan bahasa apa pun yang dipahami. Namun, doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW (doa ma'tsur) tetap lebih utama karena mengandung keberkahan dan sesuai dengan tuntunan sunnah. Di Masjid Nabawi, jemaah dianjurkan untuk memperbanyak doa dengan penuh kekhusyukan dan keyakinan.

5. Apa saja amalan sunnah yang dianjurkan di Masjid Nabawi?

Amalan sunnah di Masjid Nabawi meliputi shalat sunnah tahiyatul masjid dua rakaat, shalat Arbain (40 waktu shalat berjamaah), memperbanyak dzikir dan doa, membaca Al-Qur'an, bershalawat kepada Nabi SAW, dan berziarah ke makam Rasulullah SAW serta dua sahabatnya. Jemaah juga dianjurkan untuk memanfaatkan waktu di Raudhah untuk berdoa dan bermunajat.