Liputan6.com, Jakarta - Sebuah granat dan puluhan amunisi senjata api aktif ditemukan di kebun jati milik warga di Dusun Jurug, Desa Primpen, Kecamatan Bluluk, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Untuk mencegah risiko ledakan, polisi bersama Tim Jibom Gegana langsung melakukan sterilisasi dan pemusnahan benda berbahaya tersebut.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasihumas) Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, membenarkan penemuan tersebut. Menurut dia, polisi menerima laporan dari Sekretaris Desa Sumberbanjar yang kemudian ditindaklanjuti Kapolsek Bluluk AKP Mudo Tri Sanjoyo bersama jajaran kepolisian dan personel Koramil setempat.
Advertisement
Petugas segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, dan mensterilkan area untuk mencegah warga mendekati lokasi temuan.
"Dari hasil penanganan di lokasi, ditemukan satu buah granat berbentuk bulat serta 41 butir amunisi kaliber 5,56 mm. Rinciannya, sebanyak 39 butir masih aktif dan dua butir lainnya dalam kondisi rusak," ungkap Hamzaid, Rabu (4/11/2026).
Untuk menangani benda berbahaya tersebut, Polres Lamongan berkoordinasi dengan Tim Jibom Gegana Satbrimobda Jawa Timur.
Tim Pamapta Polres Lamongan, Tim Identifikasi, dan Tim Jibom Gegana kemudian tiba di lokasi untuk melakukan sterilisasi serta pemeriksaan lanjutan. Setelah itu, granat dan amunisi tersebut diputuskan untuk dimusnahkan (disposal) di lokasi yang dinilai aman.
"Sebelum proses pemusnahan dilakukan, petugas menyeterilkan area dengan radius 500 meter demi memastikan keselamatan masyarakat. Seluruh rangkaian pengamanan dan pemusnahan rampung sekitar pukul 16.30 WIB dalam keadaan aman," tambahnya.
Polres Lamongan mengapresiasi langkah warga yang segera melaporkan temuan tersebut. Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak menyentuh atau memindahkan benda mencurigakan yang diduga merupakan bahan peledak maupun amunisi, serta segera melaporkannya kepada pihak berwajib.
"Polres Lamongan sangat mengapresiasi kepedulian masyarakat yang segera melaporkan penemuan tersebut demi menjaga keamanan dan keselamatan bersama," pungkas Hamzaid.