Longsor dan Banjir Terjang Dua Kecamatan di Sukabumi

Sejumlah rumah rusak akibat peristiwa ini.

oleh FIRA SYAHRINDiterbitkan 04 November 2026, 05:55 WIB
Longsor dan banjir terjang Sukabumi

Liputan6.com, Jakarta - Longsor dan banjir menerjang Kecamatan Bojonggenteng dan Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi. Petugas Pusdalops BPBD Sukabumi, Daeng Sutisna merinci, tanah longsor di Kampung Cilubang RT 10/01, Desa Cipanengah, Kecamatan Bojonggenteng, terjadi pukul 17.30 WIB.

Material longsoran menghantam bangunan hingga mengakibatkan sebagian tembok rumah warga jebol. Kerugian material akibat kejadian ini ditaksir mencapai Rp 15 juta.

"Dampaknya, dua kepala keluarga atau enam jiwa atas nama Bapak Jujun dan Bapak Obay menjadi korban terdampak longsor," kata Daeng, Selasa (3/11/2026).

Kondisi rumah rusak serta ancaman pergerakan tanah membuat para penghuni tidak berani bertahan di lokasi. Kebutuhan mendesak saat ini meliputi bronjong, karung, dan material bangunan.

"Pemilik rumah sudah mengungsi ke rumah saudaranya. Rumah tidak ditempati karena khawatir ada longsor susulan," tambahnya.

Sementara itu, bencana banjir menerjang Kampung Gang Metro, Desa Parungkuda, Kecamatan Parungkuda, pada pukul 16.15 WIB.

Banjir ini diakibatkan oleh jebolnya penahan tembok drainase di Perumahan BMI 6 akibat tidak sanggup menahan debit air hujan yang tinggi.

"Tembok drainase yang jebol mengakibatkan dinding tiga rumah warga ikut jebol. Air membawa material lumpur masuk ke dalam rumah," ungkap Daeng.

Sebanyak empat kepala keluarga yang terdiri atas sembilan jiwa terdampak oleh banjir lumpur ini.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi akibat kejadian di Parungkuda tersebut.

Saat ini, warga bersama pegawai perumahan tengah bergotong royong membersihkan sisa material lumpur.

Tim BPBD bersama P2BK, unsur TNI, Polri, dan relawan gabungan telah diterjunkan ke kedua lokasi untuk melakukan penanganan serta pendataan lanjutan.

"Kami terus memberikan imbauan kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap bahaya dampak cuaca ekstrem di musim penghujan ini," ungkapnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya