Liputan6.com, Jakarta - Polisi meringkus Dwi Bagus Martono (DBM), tersangka pembunuhan istri dan anaknya, saat bersembunyi di Desa Mejoyolosari, Kabupaten Jombang.
Dalam video yang beredar, Dwi bersembunyi di sebuah bangunan berdinding kayu. Dia yang mengenakan kaos biru, tidak berdaya saat didatangi polisi.
Advertisement
"Borgol-borgol," ucap salah satu polisi.
Polisi kemudian menyeret Dwi keluar dari tempat persembunyian.
Diduga karena tidak mau berjalan, Dwi digotong. Tangan dan kakinya dipegang.
Di sepanjang perjalanan menuju mobil polisi, Dwi berulang kali berteriak meminta tolong.
Dwi tega menghabisi istri siri DH dan anaknya AG secara sadis. Jasad korban dibakar dan dimutilasi.
"Jadi pelaku dan keluarga korban yang ada di Bogor, datang ke Madiun melapor. Ke Polres Madiun Kota untuk melapor kehilangan. Jadi selama satu bulan itu memang tadinya dipercayai hilang," kata Kasubdit Jatanras Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur. Dikutip dari Liputan6 SCTV, Selasa (27/10/2026).
Arbaridi menjabarkan, pembunuhan sadis tersebut diawali dari pertengkaran antara pelaku dengan DH.
"Karena pertengkaran di sebuah hotel di Madiun Kota. Dibunuh dicekik. Pembunuhannya berantai, dengan cara memabakar dan memotong menggiling," lanjutnya.