Studi: Langit pada Lukisan Starry Night van Gogh Ternyata Pemandangan Asli di Tahun 1889

Studi ini dilakukan bertahun-tahun oleh para peneliti dari Korea Selatan.

oleh Nasywa FakhirahDiterbitkan 24 Oktober 2026, 18:35 WIB
The Starry Night, a famous painting by Vincent van Gogh. (Image: Wikipedia/Public Domain)

Liputan6.com, Seoul - Para ilmuwan yang juga bekerja sebagai detektif seni melakukan penelusuran pada lukisan The Starry Night karya Vincent van Gogh dan menemukan tanggal pemandangan langit di salah satu lukisan paling terkenal dunia.

Dikutip dari AP News, Sabtu (24/10/2026), temuan mereka menunjukkan bahwa alih-alih hanya imajinasi dari Van Gogh, The Starry Night mungkin terinspirasi oleh apa yang ia lihat ketika melihat langit dari rumah sakit jiwa tempatnya dirawat di Prancis 137 tahun yang lalu.

Sebuah tim dari Korea Selatan melaporkan pada hari Kamis bahwa setelah bertahun-tahun melakukan penelitian astronomi forensik dan meneliti seniman asal Belanda tersebut, mereka berhasil mencocokkan mahakarya tersebut dengan langit menjelang fajar di atas Saint-Remy de Provence, Prancis, tepatnya sekitar tanggal 22 Juli 1889.

Ini berarti satu bulan lebih lambat dari rentang waktu yang diyakini dari lukisan pasca-impresionis yang menggambarkan bulan sabit dan planet Venus yang dikelilingi langit penuh bintang-bintang yang berputar-putar, dengan sebuah desa di bawahnya dan pohon-pohon cemara yang menjulang di salah satu sisinya.

Para sejarawan seni telah lama menetapkan tanggal lukisan tersebut pada Juni 1889, tidak lama setelah Van Gogh dirawat di rumah sakit jiwa. Ia memotong telinga kirimnya saat terjadi pertengkaran dengan pelukis Paul Gauguin beberapa bulan sebelumnya.

Sebuah tim yang dipimpin oleh CEO perusahaan pembuat teleskop di Seoul Elijah Jeong-hyun Kim kini membantah tanggal tersebut dalam sebuah penelitian yang terbit di jurnal Scientific Reports.

Kim yang juga seorang kandidat doktor di Universitas Kyung Hee mengungkapkan bahwa langit yang paling mirip dengan lukisan tersebut terjadi sekitar tanggal 22 Juli 1889. Ia mencatat bahwa beberapa hari sebelum dan sesudah tanggal tersebut juga mungkin telah menginspirasi Van Gogh.

 

Kunjungan Langsung pada Bulan Juni-Juli

Ilustrasi Langit Malam (Unsplash/Jackson Hendry)

"Tidak ada dua langit yang sama. Selalu ada yang berubah. Saya yakin Vincent menyadari perubahan-perubahan itu dan menuangkannya ke dalam lukisan," tulis Kim dalam sebuah email.

"Saya yakin 22 Juli adalah tanggal yang lebih tepat. Saya akan bertaruh pada tanggal ini," tambahnya.

Studi terbaru ini membahas "teka-teki sesungguhnya" bahwa di pertengahan Juni 1889, bulan tidak berbentuk sabit tipis seperti yang dilukis oleh Van Gogh, tutur Jose Luis Aragon dari National Autonomous University of Mexico. Ia telah meneliti The Starry Night sebagai seorang fisikawan tapi tidak ikut dalam penelitian baru ini.

"Walaupun begitu, saya melihat Juli sebagai hipotesis yang menarik dibanding jawaban yang sudah pasti," ucap Aragon dalam sebuah email.

Sudah lama tertarik dengan karya Van Gogh, Kim mengunjungi Prancis pada tahun 2019, kunjungan pertamanya pada pertengahan Juni dan yang kedua sekitar 22 Juli. Ia menemukan bintang-bintang yang bersinar terang muncul di langit menjelang fajar di bulan Juli, berbeda dengan bulan Juni.

Kim dan timnya menemukan lewat penyelidikan astronomi lebih lanjut bahwa sekitar 22 Juli 1889, bentuk bulan sebelum fajar terlihat seperti yang tergambar dalam lukisan tersebut, dengan gugus bintang Hyades di rasi bintang Taurus terbit di timur bersama dengan planet Venus. Berdasarkan analisis cuaca mereka, langit seharusnya cukup cerah bagi Van Gogh untuk melihat semua itu.

 

 

Bukti Tambahan dari Surat

Ilustrasi Melukis (Unsplash)

Van Gogh diduga mengalami serangan kejang sekitar waktu itu pada bulan Juli. Namun, Kim dan tim berpendapat bahwa serangan tersebut terjadi pada akhir bulan Juli, berdasarkan analisis mereka terhadap surat-surat yang dikirim antara pelukis tersebut dengan salah satu saudaranya. Beberapa dari surat-surat tersebut menyebut tonggeret, yang menurut Kim adalah petunjuk lain yang mengarah pada bulan Juli yang lebih panas.

Para peneliti menguji dan memverifikasi metode mereka pada langit malam dalam lukisan-lukisan lain, sehingga menghasilkan apa yang dianggap Aragon sebagai "studi yang cermat dan benar-benar interdisipliner."

Karena Van Gogh melukis di studio d rumah sakit jiwa berdasarkan sketsa dan ingatannya, "langit tersebut kemungkinan adalah gabungan dari banyak langit malam, seperti yang diakui oleh para penulis," tutur Aragon.

"Yang menurut saya paling meyakinkan adalah pesan yang lebih luas, yaitu lukisan tersebut bukan hanya imajinasi. Van Gogh mengamati langit yang sesungguhnya dengan cekatan," tambah Aragon.

Terlepas dari semua penelitiannya, Kim belum pernah melihat The Starry Night di Museum of Modern Art di New York.

"Sekarang setelah penelitiannya terbit, saya harus pergi dan lihat The Starry Night secara langsung, kan?" ujarnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya