Liputan6.com, Amsterdam - Mulai dari politisi yang menerima suap hingga perundungan dan pelecehan di perusahaan-perusahaan besar, para pemimpin sering dengan cepat melabeli mereka yang melanggar aturan sebagai "apel busuk." Namun, studi terbaru memperkuat pepatah bahwa satu apel busuk bisa merusak seluruh keranjang.
Dikutip dari The Guardian, Kamis (22/10/2026), para peneliti menemukan bahwa ketika orang-orang melampaui batas pelanggaran aturan yang mereka lihat pada orang lain, kepatuhan umum bisa dengan cepat berubah menjadi pelanggaran aturan yang meluas.
Penulis utama penelitian ini dari Universitas Amsterdam Dr. Lucas Molleman berkata bahwa tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana individu mengambil keputusan tentang pelanggaran aturan dalam konteks sosial.
Advertisement
"Banyak orang berpikir dirinya mengambil keputusan secara langsung, terutama dalam budaya individualis tempat kita berasal, seperti Belanda dan Inggris," ujarnya. "Namun pada kenyataannya, dalam banyak sekali kasus, kita sangat dipengaruhi oleh apa yang dilakukan orang lain."
Dalam jurnal Proceedings of the Royal Society B, Molleman dan rekan-rekannya melaporkan bagaimana mereka merekrut 750 orang di Amerika Serikat untuk ikut serta dalam sebuah eksperimen daring, dengan peserta terbagi secara hampir merata antara pendukung Partai Republik dan Partai Demokrat.
Para peneliti meminta setiap peserta untuk menyelesaikan sebuah aktivitas daring di mana mereka melihat animasi "bintang jatuh" yang bergerak melintasi deretan 100 kota sambil intensitas cahayanya berubah-ubah. Para peserta diminta untuk memilih kotak yang bersinar paling terang untuk mendapatkan hadiah uang.
Namun, para partisipan menerima uang yang lebih besar jika memilih kotak yang terletak lebih ke kanan dari kotak yang benar, dan hadiah yang lebih kecil jika memilih kotak yang berada lebih ke kiri.
Para partisipan kemudian diperlihatkan apakah peserta lain mematuhi aturan atau melanggarnya, sejauh mana pelanggaran tersebut, dan afiliasi politiknya. Mereka juga ditanya apakah mereka ingin merubah pilihan mereka. Proses ini diulang sebanyak enam kali.Â
Hasil Penelitian dan Keraguan Ahli
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379145/original/085130300_1792576095-glenn-carstens-peters-npxXWgQ33ZQ-unsplash.jpg)
Hasil penelitian mengungkapkan para partisipan menunjukkan tingkat pelanggaran aturan yang tinggi bahkan dalam pilihan awal mereka, dengan 23 persen pilihan melibatkan kotak-kotak yang menawarkan hadiah tertinggi.
Namun, pilihan orang lain juga memengaruhi perilaku, melihat orang lain mematuhi aturan sedikit mengurangi kecenderungan individu untuk melanggar peraturan. Sementara melihat orang lain melakukan pelanggaran kecil dengan memilih kotak sepertiga bagian ke kanan melewati kotak yang benar, sedikit menambah kecenderungan melanggar aturan.
Yang terpenting, melihat orang lain terang-terangan melanggar aturan dengan memilih kotak yang letaknya lebih ke kanan lagi membuat peserta semakin sering melanggar aturan. Dalam beberapa kasus, mereka bahkan melampaui pelanggaran yang telah mereka lihat.
Tim tersebut menyatakan bahwa temuan tersebut lebih kuat ketika seorang peserta memiliki kecenderungan politik yang sama dengan peserta lain, hal yang menurut Molleman selaras dengan penelitian lain, yang menunjukkan bahwa orang-orang yang memiliki pandangan politik yang sama lebih mudah saling memengaruhi.
Para peneliti menggunakan simulasi komputer untuk menyelidiki bagaimana perilaku yang mereka amati dalam eksperimen tersebut akan terjadi dalam kelompok besar. Hasilnya menunjukkan bahwa suatu situasi dapat dengan cepat menjadi tidak terkendali.
"Sebagian kecil individu yang perilakunya semakin melampaui batas, melebihi pelanggaran aturan yang mereka lihat, dapat menyebabkan seluruh kelompok menjadi tidak terkendali," tutur Molleman.
Namun, ia menyoroti bahwa sekitar sepertiga peserta secara konsisten mematuhi aturan meskipun hal itu tidak menghasilkan imbalan besar.
Profesor dari Universitas St Andrews di Skotlandia Prof. Stephen Reicher yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut berkata studi ini memiliki batasan, termasuk eksperimennya bersifat abstrak dan tidak ada sanksi bagi pelanggar aturan, yang berarti relevansi penelitian ini terhadap contoh-contoh di dunia nyata masih belum terbukti.
Reicher juga menekankan bahwa hasil penelitian tersebut bertentangan dengan konsep penularan. Sebaliknya, hasil menunjukkan bahwa apakah kita dipengaruhi oleh orang lain bergantung pada siapa orang-orang tersebut.
"Ini penting karena mengisyaratkan bahwa, misalnya, kita tidak ikut demo hanya karena melihat orang lain demo," ujarnya. "Faktanya, banyak orang yang melihat kerusuhan justru merespons dengan membantu membersihkan lokasi setelah kerusuhan."
Â
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380253/original/006195600_1792662795-cek_fakta_-_megawati_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4651071/original/079522700_1700118528-cek_fakta_produk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379757/original/085510100_1792646189-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__4_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4976748/original/009737400_1729605432-WISUDA_AKBAR_TAHFIDZ_QURAN_PELAJAR_TANGERANG_MENGAJI_-PJ_WALIKOTA_11.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379141/original/054983700_1792575968-brooke-cagle--uHVRvDr7pg-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375417/original/065951200_1792144911-dawn-mcdonald-HkJ53YhKTqw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378068/original/056317600_1792489393-aaron-greenwood-xZDWEEMS3sA-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377369/original/011478300_1792458380-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374651/original/078100100_1792058595-livin4wheel-flq9q_gNAAc-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374641/original/099561000_1792057957-Ramses_II_British_Museum.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2386359/original/065224700_1539833678-penguin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372617/original/008152600_1791885256-moon-like-madagascar.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373600/original/021293000_1791969814-90-60.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8563560/original/038389600_1782512243-000_B8FU89E.jpg)