Liputan6.com, Jakarta - Lima miliarder China memimpin daftar orang dengan lonjakan kekayaan terbesar di dunia pada Senin, 19 Oktober 2026, dengan peningkatan kekayaan gabungan sebesar US$ 3,7 miliar, atau Rp 66,5 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.985).
Sosok dengan lonjakan kekayaan terbesar dari lima miliarder itu adalah Wang Xinxing (36) yang mengalami peningkatan kekayaan sebesar US$ 1,3 miliar (Rp 23,3 triliun), menurut data Forbes. Kekayaan bersihnya naik 16% ke US$ 9,1 miliar (Rp 163,6 triliun), menempatkannya di posisi ke-402 secara global.
Advertisement
Melansir VnExpress, Rabu (21/10/2026), Xinxing adalah ketua dan CEO manufaktur robot humanoid Yushu Technology, atau Unitree. Sahamnya naik 16% pada Senin, dan naik 19% dalam lima hari terakhir.
Raksasa industri yang juga menjabat sebagai chief technology officer perusahaan tersebut, mendirikan Unitree pada 2016 setelah masa kerja singkat di perusahaan raksasa drone China, DJI.
Unitree mendapat US$ 905 juta (Rp 16,2 triliun) pada IPO yang ditunggu-tunggu Agustus lalu. Mereka menjadi pembuat robot humanoid China pertama yang melakukan pendanaan publik.
Selanjutnya, Chen Jianhua (55), ketua Hengli Group, salah satu bisnis petrokimia terbesar di China mencatat kenaikan kekayaan terbesar di dunia, yakni hingga US$ 821 juta (Rp 14,7 triliun). Kekayaannya naik 3,5% ke US$ 26,1 miliar (Rp 469,4 triliun).
Hengli juga memiliki minat di pariwisata dan pengembangan properti. Mereka mengoperasikan salah satu bisnis pembuatan kapal terbesar di dunia. Pada 2025, mereka melakukan merger dengan Guangdong Songfa Ceramics yang terdaftar di bursa Shanghai.
Miliarder China Lainnya
Lalu, Wang Liping (60), ketua Jiangsu Hengli Hydraulic, menempati posisi ketiga dengan peningkatan kekayaan US$ 623 juta (Rp 11,2 triliun). Kekayaannya naik lebih dari 5% ke US$ 12,1 miliar (Rp 217,6 triliun), menempatkannya ke posisi 261 secara global.
Jiangsu Hengli Hydraulic membuat silinder minyak, katup hidraulik dan komponen cor hidraulik. Didirikan oleh Wang pada tahun 1990, perusahaan ini kini memiliki tujuh pusat penelitian dan 12 fasilitas produksi di Tiongkok, Jerman, Amerika Serikat, Jepang, dan Meksiko.
Selain itu, He Xiangjian (84), salah satu pendiri produsen alat rumah tangga Midea, mengalami lonjakan kekayaan US$ 586 juta (Rp 10,5 triliun) ke US$ 37,8 miliar (Rp 679,8 triliun), sehingga menempatkannya di posisi keempat.
Sementara, di posisi terakhir adalah Chen Tianshi, yang kekayaannya naik US$ 362 juta (Rp 6,5 triliun) ke US$ 24,9 miliar (Rp 447,8 triliun). Dia merupakan ketua dan CEO produsen chip Cambricon Technologies, yang sering dijuluki Nvidia China.