Indonesia Simpan Warisan Sejarah Bawah Laut, USS Houston Jadi Bukti

Indonesia berkomitmen melestarikan warisan maritim, termasuk situs USS Houston sebagai saksi sejarah di Selat Sunda.

Diterbitkan 21 Oktober 2026, 21:30 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan pelestarian warisan budaya bawah laut menjadi salah satu prioritas dalam menjaga kekayaan sejarah maritim Indonesia. Salah satu situs yang mendapat perhatian adalah bangkai kapal perang USS Houston yang berada di perairan Selat Sunda.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDMKP) KKP I Nyoman Radiarta mengatakan, perairan Indonesia tidak hanya kaya akan keanekaragaman hayati, tetapi juga menyimpan jejak sejarah penting di bawah permukaan laut.

"Selain kaya akan keanekaragaman hayati, perairan Indonesia juga menyimpan sejarah yang luas dan sunyi di bawah gelombang, berada di persimpangan jalur perdagangan maritim kuno dan berbagai peristiwa penting dalam sejarah modern," kata Radiarta dalam peluncuran program pelestarian situs USS Houston di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dia mengatakan, Indonesia merupakan salah satu kawasan utama dunia yang menyimpan kekayaan warisan budaya bawah laut.

Karena itu, pelestarian peninggalan sejarah di bawah laut menjadi bagian penting dari upaya menjaga nilai historis dan budaya yang terkandung di dalamnya.

Radiarta menegaskan KKP berkomitmen melindungi warisan budaya bawah laut agar nilai sejarahnya tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

USS Houston Memiliki Makna Sejarah

Radiarta mengatakan, pelestarian bangkai kapal USS Houston memiliki arti khusus karena situs tersebut merupakan kuburan perang sekaligus lokasi bersejarah yang berada di Selat Sunda.

Bangkai kapal tersebut menjadi simbol sejarah bersama, rasa saling menghormati, dan kerja sama internasional antara Indonesia, Amerika Serikat, serta Australia.

Melalui kemitraan internasional dan dukungan Dana Duta Besar AS untuk Pelestarian Budaya, upaya pelestarian USS Houston diharapkan tidak hanya menjaga situs bersejarah, tetapi juga menghormati para pelaut yang gugur.

"Melalui kemitraan yang erat dan dukungan Dana Duta Besar untuk Pelestarian Budaya, kita tidak hanya melindungi sebuah situs, tetapi juga menghormati jiwa-jiwa pemberani yang bersemayam di sana serta memastikan sejarah bersama kita tetap terpelihara dengan baik," ujarnya.

Menurut Radiarta, program tersebut juga sejalan dengan upaya KKP meningkatkan kapasitas masyarakat setempat dan memperluas kesadaran publik mengenai pentingnya perlindungan warisan maritim.

Dia menekankan pelestarian warisan budaya bawah laut tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja.

Upaya tersebut membutuhkan dialog internasional yang kuat, kebijakan berbasis ilmu pengetahuan, serta partisipasi masyarakat.

 

Museum Warisan Maritim dan Generasi Mendatang

Radiarta menjelaskan, KKP juga mengelola museum warisan maritim yaitu Marine Heritage Gallery di kantor KKP di Jakarta. Museum tersebut menampilkan berbagai koleksi berharga yang ditemukan dari perairan di seluruh kepulauan Indonesia.

Keberadaan museum itu menjadi jembatan yang menghubungkan sejarah maritim Indonesia dengan generasi mendatang.

Menurut Radiarta, upaya menjaga peninggalan sejarah bawah laut perlu dilakukan secara berkelanjutan agar nilai sejarah dan budayanya tidak hilang.

Dia menambahkan, kolaborasi dengan mitra internasional menjadi bagian penting untuk memperkuat upaya tersebut.

Radiarta pun menyampaikan apresiasi kepada Kedutaan Besar AS dan seluruh mitra yang terlibat dalam peluncuran program pelestarian USS Houston.

Dia berharap kerja sama tersebut dapat menginspirasi berbagai inisiatif bersama untuk melindungi warisan sejarah yang tersimpan di perairan Indonesia dan kawasan sekitarnya.