Liputan6.com, Jakarta - Tim SAR gabungan berjumlah 226 personel kembali melanjutkan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) hari kelima terhadap satu korban tenggelamnya kapal wisata KM Feronia di perairan Pulau Tatawa, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Kapal tradisional pengangkut penumpang dengan Gross Tonnage (GT) 51 tersebut mengalami kecelakaan pada Selasa (13/10/2026), setelah melintasi pusaran arus hingga terbalik dan tenggelam. Dari total 30 orang yang berada di atas kapal (Person on Board/POB), satu korban atas nama Veronica Beatrix Jessica masih dalam pencarian.
Advertisement
Kepala SAR Maumee, Fathur Rahman mengatakan, Tim SAR gabungan melaksanakan pencarian dengan memperluas area penyisiran hingga 50 mil laut dari lokasi kejadian.
Pada pukul 07.30 WITA, unsur TNI AL dari KRI Satran Pulau Fani (PFN-731) Koarmada II yang bertolak dari Surabaya tiba di lokasi kejadian dan langsung bergabung dalam operasi pencarian.
Tim SAR gabungan membagi personel ke dalam sembilan Search and Rescue Unit (SRU) yang melakukan penyisiran di permukaan laut menggunakan sejumlah kapal dan perahu. Penyisiran juga dilakukan oleh RIB Pos SAR Manggarai Barat bersama keluarga korban di sekitar Pulau Padar Utara, Pulau Serai, dan Pulau Mawan untuk memperluas jangkauan pencarian.
Peralatan Bawah Air
Selain penyisiran di permukaan laut, Tim SAR gabungan mengoptimalkan pencarian bawah air dengan mengerahkan sonar multibeam dari Distrik Navigasi Kupang, side scan sonar Koarmada II TNI AL Surabaya, serta ROV (Remotely Operated Vehicle) milik PT Famindo.
Pada pukul 09.00 WITA, tim sonar multibeam Distrik Navigasi Kupang melaksanakan pencarian di perairan antara Pulau Tatawa Besar dan Pulau Siaba Besar, dengan pemeriksaan pada kedalaman sekitar 47 hingga 100 meter.
Pada pukul 09.00 hingga 11.30 WITA, tim side scan sonar Koarmada II TNI AL Surabaya melakukan pencarian di perairan Pulau Siaba Besar hingga ke arah timur pulau tersebut, pada kedalaman mencapai 80 meter. Hasil pemeriksaan belum menunjukkan tanda-tanda keberadaan bangkai KM Feronia maupun korban.
Pencarian menggunakan side scan sonar kembali dilaksanakan pada pukul 13.00 hingga 17.30 WITA di perairan utara Pulau Rinca, pada kedalaman mencapai 80 meter. Namun, hasil pemeriksaan tersebut juga belum menemukan tanda-tanda keberadaan bangkai kapal maupun korban.
Temuan Jaket Penumpang
Tim SAR gabungan yang melaksanakan pencarian menggunakan kapal Red Whale II menemukan satu buah jaket pelampung (life jacket) yang diduga milik KM Feronia di Perairan Pulau Padar.
Temuan tersebut dicatat sebagai bagian dari perkembangan operasi SAR hari kelima dan menjadi bahan evaluasi untuk mendukung upaya pencarian selanjutnya.
Hingga kini pencarian terhadap korban belum membuahkan hasil. Basarnas bersama seluruh unsur SAR gabungan akan terus mengoptimalkan upaya pencarian, memperluas area penyisiran, serta memanfaatkan peralatan pendukung guna menemukan korban.