Kebakaran Hutan Gunung Arjuno-Welirang Meluas, Jalur Pendakian Ditutup Total

Seluruh jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang ditutup total menyusul kebakaran hutan yang semakin meluas.

Diterbitkan 17 Oktober 2026, 19:11 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Malang - Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo di kawasan Gunung Arjuno-Welirang kembali dilalap si jago merah sejak Jumat (16/10/2026). Demi keselamatan jiwa dan percepatan pemadaman, Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Jawa Timur resmi menutup total seluruh jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang, terhitung mulai Sabtu (17/10/2026).

​Penutupan operasional ini tertuang dalam Surat Pengumuman UPT Tahura Raden Soerjo No. 500.4.6.10/1886/123.7.2/2026. Akses pendakian dihentikan hingga batas waktu yang belum ditentukan.

​Kepala Dishut Jawa Timur, Jumadi, membenarkan langkah tegas tersebut. Menurutnya, pemblokiran akses dilakukan agar seluruh daya dan upaya fokus pada penanggulangan kebakaran.

"Benar, jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang ditutup. Langkah ini diambil untuk percepatan pemadaman  sekaligus menjamin keselamatan para pendaki. Meskipun ada titik api yang tidak langsung menempel pada jalur utama, kami ingin seluruh sumber daya bersama masyarakat bisa berkonsentrasi penuh menangani karhutla ini," ujar Jumadi, Sabtu (17/10/2026) 

​Berdasarkan laporan UPT Tahura Raden Soerjo, kobaran api pertama kali terdeteksi pada Jumat (16/10/2026) sekitar pukul 11.00 WIB di Resort Konservasi Wilayah (RKW) 03 Pasuruan, yang mencakup wilayah Desa Jatiarjo dan Dayurejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

​Hingga saat ini, titik api terkonfirmasi menjalar di lima lokasi rawan, yaitu,, Pathuk Bulak, Gup Gambir, Tungwulung, Anjar dan Gunung Ringgit.

​Upaya penjinakan api di medan terjal terus digencarkan. Sebanyak 27 personel gabungan yang terdiri dari Polisi Hutan (Polhut), Manggala Agni, dan relawan lokal telah diterjunkan ke lokasi.

​"Tim gabungan memfokuskan aksi awal pada pemadaman manual serta pembuatan sekat bakar (firebreak) di area yang masih memungkinkan dijangkau darat, seperti kawasan Puthuk Bulak dan Tungwulung," tambahnya.

​Untuk mempercepat lokalisasi api agar tidak kian meluas, regu pemadam tambahan juga dikerahkan secara bertahap mulai hari ini. Hingga saat ini, pihak otoritas belum merilis total estimasi luas lahan yang hangus dilalap api.