Penerapan Ganjil-Genap Gajah Mada hingga Kota Tua Dievaluasi

Pemprov DKI Jakarta mengevaluasi ganjil-genap dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap kemacetan dan perekonomian.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 04 Oktober 2026, 15:16 WIB
Kebijakan ganjil genap Jakarta. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan mengkaji ulang penerapan kebijakan ganjil-genap di kawasan Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk hingga Kota Tua.

Hal ini disampaikan Pramono merespons keluhan pusat perbelanjaan terkait penerapan kebijakan tersebut.

"Untuk ganjil-genap segera kita lakukan kajian. Memang bukan hanya di tempat yang tadi disampaikan. Di Gajah Mada, Hayam Wuruk, sampai dengan Kota Tua," kata Pramono kepada wartawan, Minggu (4/10/2026).

Pramono menyampaikan, proyek pengerjaan MRT di kawasan Jalan Gajah Mada hingga Kota Tua turut berdampak terhadap akses jalan dan menimbulkan kemacetan.

Untuk itu, Pramono akan segera memutuskan apakah penerapan ganjil-genap dari Gajah Mada hingga Kota Tua masih diperlukan atau tidak.

"Itu mereka merasakan dampak yang sudah cukup lama. Dan untuk itu segera kami akan memutuskan mengenai kebijakan ganjil-genap tersebut. Karena memang pekerjaan di permukaan untuk MRT mudah-mudahan sampai dengan 2027 itu sudah bisa terselesaikan," jelasnya.

"Sehingga dengan demikian apakah kebijakan ganjil-genap itu masih perlu dilakukan atau nggak segera saya putuskan," sambung Pramono.

 

Dishub DKI Evaluasi Ganjil-Genap

Sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akan mengevaluasi penerapan kebijakan ganjil-genap yang telah berjalan di Ibu Kota selama 10 tahun dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap kemacetan dan kondisi perekonomian.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin, evaluasi juga akan mencakup lokasi atau rute yang saat ini menerapkan ganjil-genap. Namun, hingga kini belum ada perubahan terhadap kebijakan tersebut.

"Memang antara perekonomian dan kemacetan, kan. Di satu sisi perekonomian menjadi kondisi yang terdampak terkait (ganjil-genap) itu ya, ada beberapa yang mati. Ini juga akan kita lihat kembali nantinya ya dan juga mungkin tempat rute-rute ganjil-genapnya, nah ini kan perlu kaji ulang kembali," kata Budi di Jakarta, dikutip Rabu (30/9/2026).

Budi menyampaikan, salah satu hal yang turut dipertimbangkan ialah permintaan relaksasi penerapan ganjil-genap. Dia mengatakan, permintaan tersebut perlu dikaji lebih mendalam dengan melihat kondisi kemacetan di Jakarta.

"Nah, ini yang akan kita kaji lebih dalam. Kita kaji lebih dalam nanti," ujar dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya