Gencatan Dagang hingga Diplomasi Panda, Simak Hasil Pertemuan Trump-Xi Jinping

KTT Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Washington usai tanpa terobosan besar. Gencatan dagang diperpanjang hingga Januari.

oleh Thurfah Mahira AhnafDiterbitkan 26 September 2026, 12:20 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbincang dengan Presiden China Xi Jinping saat meninjau South Lawn Gedung Putih di Washington, Kamis, 24 September 2026. (Dok. AP Photo/Alex Brandon)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan pemimpin China Xi Jinping menutup pertemuan puncak selama dua hari di Washington yang dinilai sarat seremoni, namun minim hasil konkret di sejumlah isu sensitif.

Satu-satunya capaian (deliverables) muncul ketika Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan perpanjangan gencatan dagang kedua negara—yang hampir berakhir—menjadi 10 Januari.

BACA JUGA: Trump dan Xi Jinping Bertemu, Bahas Berbagai Isu Penting

"Kami sudah tegaskan sejak berminggu-minggu lalu bahwa bantuan apa pun kepada Iran, baik langsung maupun tidak langsung, baik berupa intelijen, suku cadang, maupun peralatan militer, sama sekali tidak bisa diterima," kata Duta Besar AS untuk China David Perdue, dikutip dari CNBC, Sabtu (26/9/2026).

Perpanjangan gencatan dagang ini merupakan kelanjutan dua bulan dari kesepakatan yang diteken tahun lalu. Xi menyebut adanya "pengaturan bersama baru" soal perdagangan bilateral, tanpa merinci tanggal pastinya, menurut catatan resmi Beijing.

Gencatan tersebut awalnya dicapai usai pertemuan Trump dan Xi di Busan, Korea Selatan, yang kemudian menurunkan tarif AS dan menangguhkan kontrol ekspor tanah jarang serta mineral kritis dari China.

Sejumlah pakar China menyebut kepada CNBC bahwa perpanjangan yang lebih pendek justru sedikit menguntungkan AS. Washington bisa memakai ancaman kembalinya permusuhan dagang sebagai daya tawar ke depan.

Banyak pihak sebelumnya memperkirakan perpanjangan berlangsung enam bulan. Namun, jangka waktu yang lebih pendek dinilai memberi daya tawar bagi kedua pihak dalam pembicaraan berikutnya.

 

Peringatan soal Iran dan Ajakan Kerja Sama AI

Perdue menyampaikan, Trump kembali menegaskan sikap AS soal Iran saat bertemu Xi pada Kamis. Ia menyebut hal ini sebagai "seruan berkelanjutan" yang terus disampaikan kepada China.

Di sisi lain, Xi mengatakan kepada Trump bahwa ada lebih banyak peluang kerja sama ketimbang persaingan dalam bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Pernyataan itu tercatat dalam catatan resmi media pemerintah China atas pertemuan keduanya di Oval Office Gedung Putih.

"Kedua pihak bisa melanjutkan dialog AI, bertukar pandangan soal risiko dan manfaatnya, serta bersama-sama menjaga agar AI tidak disalahgunakan," kata Xi, menurut terjemahan CNBC atas catatan resmi tersebut.

Selain itu, Xi turut menghidupkan lagi strategi "diplomasi panda" dengan rencana mengirim panda ke kebun binatang Atlanta, AS.

Kedua pemimpin dijadwalkan bertemu dua kali lagi tahun ini. Pertemuan pertama di KTT Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) Shenzhen, China, pada November, dan pertemuan kedua di KTT G20 Miami pada Desember.

Meski suasana tampak tenang, sejumlah analis mengingatkan ketegangan bisa kembali meningkat usai dua pertemuan itu. "Di permukaan situasinya terlihat relatif tenang seperti pertandingan polo, tapi di bawahnya ada banyak 'tendangan', dan tendangan itu akan makin terlihat menjelang tahun baru," kata analis Kennedy dalam program Squawk Box Asia CNBC.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya