Serena Williams Jadi Wajah Terbaru Audemars Piguet, Hadirkan Jam Tangan Rancangan Sendiri

Dipilih jadi wajah baru Audemars Piguet, Serena Williams kenakan jam tangan mewah rancangannya sendiri

oleh Vinsensia DianawantiDiterbitkan 18 September 2026, 12:00 WIB
Dipilih jadi wajah baru Audemars Piguet, Serena Williams kenakan jam tangan mewah rancangannya sendiri (dok. Audemars Piguet)

Liputan6.com, Jakarta - Serena Williams memasuki babak baru dalam perjalanan fashion dan luxury-nya. Atlet profesional, entrepreneur, dan producer tersebut resmi memperluas kolaborasinya bersama rumah Haute Horlogerie Swiss Audemars Piguet, sebuah hubungan yang telah terjalin selama lebih dari satu dekade.

Kolaborasi terbaru ini diwujudkan melalui sebuah kreasi eksklusif yang merepresentasikan karakter Serena: kuat, presisi, tetapi tetap memiliki sisi feminin dan elegan. Bersama Audemars Piguet, Serena turut terlibat dalam desain Royal Oak Selfwinding Chronograph “Serena Williams” Limited Edition, sebuah jam tangan berukuran 38 mm yang hadir dengan perpaduan material berani dan detail lembut.

Kehadiran jam tangan ini sekaligus memperpanjang hubungan panjang antara Serena dan Audemars Piguet yang dibangun atas kesamaan pandangan mengenai waktu. Bagi keduanya, waktu bukan hanya sesuatu yang diukur, tetapi sesuatu yang dibentuk melalui perjalanan, keputusan, tantangan, dan orang-orang yang hadir di dalamnya.

 

Merayakan Kekuatan dan Energi Feminin

Dipilih jadi wajah baru Audemars Piguet, Serena Williams kenakan jam tangan mewah rancangannya sendiri (dok. Audemars Piguet)

Konsep tersebut terasa kuat dalam desain jam tangan terbaru Serena. Case middle, bezel, crown, dan integrated bracelet dibuat dari white ceramic, material yang dikenal memiliki daya tahan tinggi serta warna yang konsisten.

Penggunaan keramik juga menghadirkan tantangan tersendiri dalam proses pembuatannya. Karena memiliki tingkat kekerasan tinggi, material ini membutuhkan presisi dalam setiap tahap pengerjaan. Permukaannya kemudian mendapatkan finishing secara manual melalui kombinasi satin-brushing dan chamfering untuk menonjolkan arsitektur khas Royal Oak.

Di balik material putih yang memberikan kesan tegas, Audemars Piguet menghadirkan kontras melalui pink-tinted mother-of-pearl dial. Permukaan mother-of-pearl dengan efek iridescent tersebut memberikan sentuhan lembut sekaligus menjadi simbol energi feminin, intuisi, dan inner strength.

Dial semakin diperkuat dengan hands dan applied hour-markers berbahan white gold yang dilapisi material luminescent. Sementara itu, benang bernuansa rhodium mengelilingi subdial sehingga menghasilkan permainan warna two-tone yang subtil.

Detail lain yang menarik adalah pink date window dengan angka putih yang ditempatkan di antara posisi pukul 4 dan 5. Elemen tersebut menjaga keterbacaan sekaligus mempertahankan keseimbangan visual pada dial.

 

White Ceramic Bertemu Pink Rubber Strap

Dipilih jadi wajah baru Audemars Piguet, Serena Williams kenakan jam tangan mewah rancangannya sendiri (dok. Audemars Piguet)

Karakter sporty dari jam tangan ini semakin terasa melalui pilihan strap. Selain integrated bracelet berbahan white ceramic, jam tangan tersebut juga dilengkapi pink rubber strap dengan ceramic studs berwarna putih.

Strap tersebut dipadukan dengan titanium AP folding clasp, menghadirkan kombinasi material yang mempertemukan sisi sporty dengan detail luxury khas Audemars Piguet.

Perpaduan white ceramic, pink mother-of-pearl, dan pink rubber membuat jam tangan ini terasa feminin tanpa kehilangan karakter kuat. Kontras tersebut juga merefleksikan sosok Serena yang selama kariernya dikenal melalui performa atletik, sekaligus terus mengeksplorasi berbagai peran di luar dunia olahraga.

Di balik tampilannya, Royal Oak Selfwinding Chronograph “Serena Williams” Limited Edition dibekali Calibre 6401, movement chronograph generasi terbaru yang dikembangkan sepenuhnya oleh Audemars Piguet. Movement ini menjadi penerus Calibre 2385 yang selama hampir tiga dekade digunakan pada chronograph berukuran lebih compact milik Manufacture tersebut.

Calibre 6401 menggunakan integrated column-wheel mechanism dengan patented vertical-clutch system yang disederhanakan untuk mengurangi jumlah komponen. Sistem tersebut dirancang untuk menghasilkan aktivasi chronograph yang lebih mulus sekaligus mendukung reliabilityLayout movement juga mengalami pembaruan. Minute counter ditempatkan pada posisi pukul 9, sementara hour counter berada di pukul 3. Instant-jump date berada di antara pukul 4 dan 5.

Menariknya, sisi mekanis jam ini dapat dilihat melalui sapphire caseback. Di baliknya terlihat oscillating weight berbahan 22-carat pink gold serta dekorasi Haute Horlogerie seperti Côtes de Genève, circular graining, polishing, dan satin brushing. Titanium frame pada caseback juga diberi engraving “Limited Edition”.

 

Melanjutkan Tradisi Royal Oak Chronograph

Dipilih jadi wajah baru Audemars Piguet, Serena Williams kenakan jam tangan mewah rancangannya sendiri (dok. Audemars Piguet)

Royal Oak Selfwinding Chronograph “Serena Williams” Limited Edition juga menjadi bagian dari sejarah panjang chronograph dalam lini Royal Oak. Chronograph pertama Royal Oak diperkenalkan pada 1997 dalam rangka merayakan ulang tahun ke-25 koleksi tersebut. Sejak saat itu, chronograph Royal Oak juga beberapa kali hadir dalam kolaborasi dengan figur dari dunia olahraga, termasuk edisi yang berkaitan dengan sailing, cricket, dan football.

Kehadiran edisi Serena Williams melanjutkan tradisi tersebut dengan membawa perspektif baru mengenai hubungan antara olahraga, precision, dan empowerment. Bagi Serena, kolaborasi ini menjadi kesempatan untuk menerjemahkan berbagai sisi dirinya ke dalam sebuah objek yang dapat dikenakan.

“Bekerja sama dengan Audemars Piguet untuk jam tangan ini terasa istimewa karena jam ini mencerminkan begitu banyak sisi dari diri saya,” ujar Serena Williams.

Ia menilai desain jam tersebut merepresentasikan keyakinannya bahwa strength dan feminine energy dapat hadir secara bersamaan. White ceramic menurut Serena merepresentasikan kekuatan dan resilience, sementara pink mother-of-pearl menghadirkan warmth dan softness. Setiap detail sengaja dirancang untuk menunjukkan bahwa seseorang tidak harus memilih antara power dan grace.

Pandangan tersebut sejalan dengan filosofi hubungan Serena dan Audemars Piguet yang telah berlangsung lebih dari satu dekade. Perjalanan Serena sendiri telah melewati berbagai babak—dari atlet elite hingga menjadi ibu, entrepreneur, producer, dan advocate.

Bagi Audemars Piguet, perjalanan tersebut menjadi bagian dari alasan kolaborasi ini terus berkembang. Ilaria Resta, Chief Executive Officer Audemars Piguet, menilai pengaruh Serena melampaui dunia olahraga melalui disiplin, kemampuan untuk terus melakukan reinvention, serta komitmennya terhadap komunitas.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya