Liputan6.com, Jakarta - PT ASABRI (Persero) bersama Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan resmi meluncurkan integrasi layanan pembayaran pensiun pertama melalui Aplikasi Gaji Web Kementerian Keuangan dan Aplikasi Backoffice ASABRI.
Peluncuran dan sosialisasi implementasi ini dilaksanakan dengan melibatkan jajaran Ditjen Perbendaharaan serta perwakilan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) di seluruh Indonesia.
Advertisement
Integrasi berbasis meta data ini merupakan langkah nyata dalam menghadirkan layanan yang cepat, tepat, transparan, dan akuntabel kepada peserta ASABRI, sejalan dengan komitmen perusahaan untuk ASABRI Melayani Sepenuh Hati sebagai Sahabat Perjuangan Peserta ASABRI Sepanjang Masa.
"Implementasi ini merupakan wujud komitmen bersama dari ASABRI dan Kementerian Keuangan Republik Indonesia dalam membangun tata kelola layanan yang semakin akuntabel. Dengan pertukaran data yang terintegrasi antar instansi, proses administrasi menjadi lebih tepat, risiko kesalahan dapat diminimalkan, dan layanan kepada peserta dapat diberikan lebih optimal," ujar Direktur Utama PT ASABRI (Persero), Jeffry Haryadi P. Manullang, dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (12/9/2026).
Layanan Berkualitas: Dari Manual ke Digital yang Lebih Cepat dan Akuntabel
Proses pembayaran pensiun pertama melibatkan pertukaran data lintas instansi yang selama ini sebagian besar masih berjalan secara manual.
Melalui integrasi sistem ini, pertukaran data antar instansi berlangsung secara elektronik dan otomatis, memangkas alur administrasi yang tidak perlu, meningkatkan akurasi data, dan mempercepat penyaluran hak pensiun kepada peserta. Hasilnya adalah layanan yang lebih berkualitas: proses lebih singkat, efisien, dan risiko kesalahan diminimalkan sejak awal.
Akses Mudah dan Manfaat yang Berdampak
Akses yang Mudah: Satu Sistem Terpadu Menghasilkan Manfaat yang Berdampak
Integrasi ini menyatukan dua sistem besar pemerintah dalam satu alur layanan. Data Aplikasi Gaji Web Kementerian Keuangan terintegrasi dengan Aplikasi Backoffice ASABRI tanpa perlu penginputan ulang. Manfaatnya dirasakan oleh seluruh pihak yang terlibat:
a. Bagi Peserta ASABRI: pensiun pertama diproses lebih cepat.
b. Bagi ASABRI dan Kemenkeu: beban administrasi berkurang dan koordinasi antar unit menjadi lebih efisien.
c. Bagi Sistem: sinkronisasi data yang akurat dapat membentuk data yang valid dan memastikan setiap rupiah diberikan secara tepat kepada yang berhak.
Manfaat yang Berdampak: Implementasi integrasi ini menghasilkan:
1. Menyederhanakan proses bisnis melalui integrasi layanan.
2. Otomatisasi proses administrasi yang sebelumnya dilakukan secara manual.
3. Mendorong digitalisasi dokumen sehingga lebih efisien dan aman.
4. Mempercepat proses pembayaran pensiun pertama kepada peserta.
5. Meningkatkan akuntabilitas dalam pencatatan kewajiban atau hutang peserta ASABRI yang memasuki masa pensiun; dan
6. Mencegah terjadinya ketelanjuran bayar melalui sinkronisasi data yang lebih akurat.
Sinergi Lintas Lembaga dan Komitmen Berkelanjutan
Keberhasilan implementasi ini merupakan hasil kolaborasi antara PT ASABRI (Persero) dengan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui Direktorat Sistem Perbendaharaan serta Direktorat Sistem Informasi dan Teknologi Perbendaharaan.
ASABRI menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Kementerian Keuangan atas dukungan dan kerja sama yang telah terjalin dengan baik dalam mewujudkan integrasi ini.
ASABRI berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan atas implementasi integrasi ini. Sebagai langkah lanjutan, ASABRI mendorong perluasan integrasi serupa ke layanan pembayaran Tabungan Hari Tua (THT), sehingga seluruh hak peserta dapat terlayani dalam satu kesatuan proses yang lebih efisien dan menyeluruh.
Sebagai pengelola program asuransi sosial bagi prajurit TNI, anggota Polri, dan ASN di lingkungan Kementerian Pertahanan serta Polri, ASABRI akan terus hadir untuk memberikan layanan prima bagi peserta ASABRI dalam setiap fase kehidupan mereka, dari masa dinas hingga purna tugas, dengan terus memanfaatkan teknologi informasi, mengoptimalkan pengelolaan dana, serta menerapkan tata kelola yang baik.