Thailand Naikkan Pajak Impor Kendaraan Listrik

Thailand sedang mendorong industri manufaktur domestik terutama kendaraan listrik.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 10 September 2026, 20:51 WIB
Di sisi lain merek China, iCar, meluncurkan model V23, dan merek Vietnam VinFast luncurkan MPV 7-seater terbarunya Limo Green. Tampak dalam foto, pengunjung melihat iCar V23, kendaraan listrik dari sub-merek produsen mobil Tiongkok, Chery Group, selama Pameran Motor Internasional Indonesia di Jakarta, Sabtu 7 Februari 2026. (AP Photo/Tatan Syuflana)

Liputan6.com, Jakarta - Dewan kendaraan listrik Thailand telah menyetujui kenaikan pajak cukai atas impor kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). Hal ini untuk mendorong investasi dalam manufaktur otomotif domestik.

Mengutip Channel News Asia, Kamis, (10/9/2026), Director-General of the Excise Department, Ministry of Finance Thailand,Pornchai Thiraveja menuturkan, kendaraan yang diimpor dalan kondisi utuh (CBU) akan dikenakan tarif pajak tertinggi, melampaui tarif cukai 10% yang berlaku saat ini.

Pornchai menuturkan, tarif pajak lebih rendah akan berlaku bagi kendaraan yang diimpor untuk tujuan pengujian serta kendaraan yang diimpor untuk perakitan atau produksi lokal.

Ia menuturkan, kendaraan yang diproduksi di Thailand dengan memakai komponen lokal akan dikenakan tarif pajak terendah.

Masa transisi akan diberikan agar produsen otomotif memiliki waktu untuk menyesuaikan diri dengan aturan pajak baru, tetapi durasi masa transisi itu belum ditentukan.

Finance Ministry Permanent Secretary Lavaron Sangsnit menuturkan, tarif pajak akan diputuskan pada akhir bulan ini.

Kendaraan listrik dan hibrida mencakup 55% dari penjualan mobil baru selama tujuh bulan pertama tahun 2026. Hal ini merupakan kali pertama jumlah registrasi gabungan kendaraan listrik, hibrida, dan plug-in hybrid melampaui jumlah registrasi kendaraan bermesin pembakaran internal, menurut Board of Investment atau Dewan Investasi (BOI).

"Transisi sektor otomotif Thailand harus mampu mengubah permintaan konsumen yang pesat menjadi pembentukan modal jangka panjang, lokalisasi teknologi, dan lapangan kerja berkualitas," ujar Kepala BOI, Narit Therdsteerasukdi.

Nilai persetujuan investasi dari BOI untuk ekosistem kendaraan listrik secara kumulatif mencapai US$ 4,59 miliar atau Rp 80,44 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 17.530) yang mencakup 189 proyek per Agustus 2026.

Thailand merupakan pusat produksi dan ekspor regional yang utama bagi berbagai produsen mobil, seperti BYD dan Toyota Motor.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya