Hoaks Menerpa Santri Beredar di Medsos, dari Konvoi ke DPR hingga Bakar Pesantren

Di tenga sorotan kasus keracunan makanan, santri tercatat pernah menjadi sasaran hoaks di media sosial.

oleh Mevi LinawatiDiterbitkan 03 September 2026, 15:03 WIB
Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan video yang mengklaim konvoi bus santri dari Pondok Pesantren Tebuireng, menuju gedung DPR, Jakarta. (Foto: tangkapan layar Facebook).

Liputan6.com, Jakarta - Ratusan santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Manba'ul Hikam Sidoarjo, Jawa Timur keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kondisi ratusan korban kini kian membaik.

Dikutip dari kanal Regional Liputan6.com, tercatat masih ada 34 santri yang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo.

Di tengah sorotan tersebut, santri tercatat pernah menjadi sasaran hoaks yang beredar di media sosial (medsos). 

Lantas apa saja hoaks seputar santri yang beredar di media sosial? Simak daftarnya berikut ini:

 

1. Cek Fakta: Tidak Benar Video Ini Konvoi Bus Santri Tebuireng Menuju Gedung DPR

Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan video yang mengklaim konvoi bus santri dari Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur menuju gedung DPR, Jakarta. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 26 Agustus 2026.

Dalam unggahan tersebut terlihat rombongan bus melaju di jalanan. Video disertai tulisan sebagai berikut:

"SANTRI TEBU IRENG SIAP MENGGETARKAN JAKARTA KARENA DULU MEGAWATI PERNAH BERANI' MELENGSERKAN GUS DUR

Pasukan santri tebu Ireng Jombang"

Unggahan menyertakan keterangan sebagai berikut:

"Gempar...Pasukan santri tebu Ireng otw gedung DPR Jakarta"

Lalu benarkah postingan video yang diklaim konvoi bus santri dari Pesantren Tebuireng menuju gedung DPR, Jakarta? Simak hasil penelusurannya berikut ini...

 

2. Cek Fakta: Hoaks Kemenag Mewajarkan Kasus Pencabulan Santri di Pati

Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan yang mengklaim Kemenag mewajarkan kasus pencabulan santri di Pati. Postingan itu beredar sejak tengah pekan ini.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 6 Mei 2026.

Dalam unggahannya terdapat foto Menag Nasaruddin Umar dengan narasi:

"Kemenag menegaskan pencabulan 50 santri di Pati bukan termasuk kejahatan agama melainkan nafsu manusiawi, itu wajar"

Akun itu menambahkan narasi:

"Menteri Agama ngomong bukan kejahatan agama.

Mana jempolnya dan komennya wahai netizen."

Lalu benarkah postingan yang mengklaim Kemenag mewajarkan kasus pencabulan santri di Pati? Simak hasil penelusurannya berikut ini...

3. Cek Fakta: Tidak Benar Dalam Video Ini Ribuan Santri Bakar Al Zaytun hingga Rata dengan Tanah

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video ribuan santri bakar Al Zaytun hingga rata dengan tanah, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 19 Juli 2023.

Klaim video ribuan santri bakar Al Zaytun hingga rata dengan tanah menampilkan sejumlah tayangan, diawalai dengan narasi sebagai berikut.

"Makin panas santri Jawa Timur turun gunug siap bakar Al Zaytun kalau tidak kejelasan dari pemerintah."

Kemudian dilanjutkan dengan pernyataan seorang lelaki dengan narasi sebagai berikut.

"Saya akan membuktikan bahwa pimpinan pondok pesantren al-zaytun Panji Gumilang memang sesat dan menyesatkan sekarang saya buktikan agar saya tidak di tuduh menuduh orang tanpa bukti Buktinya adalah dalam pernyataannya.

Dia mengatakan memberikan alasan kenapa dia merenggangkan salat jamaah idulfitri itu karena alasannya adalah berpatokan ke dalam surat Quran surat al-mujadalah ayat 11 yang berbunyi saya bacakan ya ayyuhalladzina amanu idza qilalakum tafassahu Wahai orang-orang yang beriman jika kalian diperintahkan untuk berlapang-lapang ber longgar longgar atau berlapang-lapang fil majalisi dalam majelis jadi Disini yang jelas adalah dalam majelis dan ditambah dalam tafsirnya majelis Zikri dalam majelis nabi atau Majelis Dzikir begitu Bukan dalam salat jamaah buka salat berjamaah Bukan bukan dalam salat idulfitri akan tetapi fil majalisi dalam majelis, anak kecil di sini paham seenak jidat menafsirkan Alquran bahwa penafsiran seperti itu adalah penafsiran yang sesat dan menyesatkan.

Hal ini kalau dibiarin dia akan tambah merusak tatanan tatanan aqidah dan ajaran ajaran Islam di Indonesia."

Kemudian tayangan dilanjutkan dengan menampilkan seorang yang sedang berbicara sebagai berikut.

"Panji Gumilang sudah jelas murtad, murtadnya Panji Gumilang kata Ustaz nya dari Jawa Timur ini dengan 2 poin itu murtad kauli murtad secara perkataan yang kedua murtad aqidah murtad secara keyakinan, sudah jelas-jelas dan kata beliau jangan sampai nanti santri dari Jawa Timur akan membakar pondok pesantren al-zaytun, dengan tegas beliau mengatakan itu dan jelas mengatakan menyampaikan bahwa Panji Gumiliang sudah termasuk kategori muttad secara perkataan dan secara akidah bagaimana percepat proses itu."

Dalam video juga terdapat narasi suara sebagai berikut.

"Gawat santri Jawa Timur mulai turun gunung menyuarakan protes kesesatan serta penyimpangan oleh Panji Gumilang dan siap membakar Pondok Pesantren atau Ponpes al-zaytun. gelombang menyatakan protes dilakukan para santri di seluruh tanah air Indonesia.

Kini santri Jawa Timur pun turun gunung menyuarakan protes kepada pemerintah dan menyatakan siap membakar Al Zaytun jika perkara yang tengah dihadapi tak kunjung diselesaikan. hal itu disampaikan dikutip dari channel YouTube Darul Hadits diunggah pada senin 17 Juli 2023, yang mana perkataannya meredakan Islam ujar santri tersebut. Dalam video berdurasi kurang dari 4 menit tersebut santri Jawa Timur itu juga menjelaskan bahwa sudah melakukan syariah dan Aqidah Islam tanya disitu santri Jawa Timur itu juga mengungkapkan jika perkataan Panji Gumilang telah merendahkan Alquran dan meremehkan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, perkataanya sudah merendahkan nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam lebih lanjut dirinya pun mengingatkan agar kiranya bisa meluruskan jangan saling menghargai sesama aqidah meskipun berbeda pemahaman dan keyakinan karena dirinya menilai umat Islam selama ini sudah cukup sabar dan toleransi antar umat agama. Namun hal ini terus dibiarkan dikawatirkan santri dan masyarakat Jawa Timur akan berbuat dengan caranya sendiri dan umat Islam Jawa Timur yaitu cetusnya, untuk itu tersebut menegaskan agar pemerintah mengambil langkah tegas untuk menindaklanjuti zaitun sebelum kelompok umat Islam semakin banyak dan marah kami minta agar segera ditindaklanjuti dan ada kejelasan mengenai kasus al-zaytun dan Panji Gumilang tutupnya

Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.

"RIBUAN SANTRI TURUN GUNUNG B4K4R AL ZAYTUN HINGGA RATA DGN TANAH.."

Benarkah klaim video ribuan santri bakar Al Zaytun hingga rata dengan tanah? Simak hasil penelusurannya berikut ini...

 

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya