Liputan6.com, Jakarta - FAW Hongqi mengembangkan teknologi teranyar untuk kendaraan listrik. Dengan memanfaatkan bagian atap mobil sebagai sumber energi tambahan.
Produsen asal China itu memperkenalkan prototipe sunroof fotovoltaik berbasis perovskite yang diklaim mampu menghasilkan hingga 400 kWh energi per tahun.
Advertisement
Teknologi tersebut untuk pertama kalinya dipasang pada Hongqi EHS7, SUV listrik yang di pasar domestik China juga dikenal sebagai Hongqi Tiangong 08.
Dilansir dari lama CarNewsChina, Sabtu (29/8/2026) Dalam kondisi mendapatkan sinar matahari yang cukup, sunroof tersebut mampu menghasilkan daya hingga 300 watt secara real-time.
Menariknya ini berbeda dari panel surya konvensional berbahan silikon kristalin, Hongqi menggunakan material perovskite. Material ini memiliki karakter ringan, tipis, fleksibel, serta diklaim memiliki efisiensi konversi fotoelektrik yang tinggi.
Tantangan Pasang Panel Surya di Atap Mobil
Pengembangan teknologi tersebut bukan tanpa tantangan. Tim riset Hongqi harus menyesuaikan material perovskite dengan karakteristik sunroof kendaraan yang memiliki permukaan melengkung.
Material perovskite juga memiliki kelemahan karena sensitif terhadap air, oksigen, dan radiasi ultraviolet. Karena itu, pengaplikasiannya pada kendaraan membutuhkan pengembangan lebih lanjut agar dapat bertahan dalam kondisi penggunaan sehari-hari.
Pada Hongqi EHS7, energi yang dihasilkan dari sunroof tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan kelistrikan bertegangan rendah. Contohnya seperti AC, kulkas, dan fitur sentry mode pada kendaraan.
Menariknya, sebagai basis pengembangannya, Hongqi EHS7 merupakan SUV listrik berkapasitas lima penumpang.
Mobil tersebut yang memiliki dimensi 4.925 mm x 1.950 mm x 1.680 mm, dengan tenaga puncak mencapai 253 kW atau sekitar 339 hp dan jarak tempuh hingga 475 km berdasarkan WLTP.
Hongqi tidak berhenti pada bagian atap. Perusahaan juga berencana memperluas penggunaan panel perovskite ke bagian bodi lainnya, termasuk kap mesin.
Hingga, seluruh teknologi tersebut berhasil diterapkan, Hongqi menargetkan kendaraan dapat menghasilkan hingga 10 kWh listrik per hari.
Menurut data Hongqi, energi tersebut secara teoritis dapat memberikan tambahan jarak tempuh hingga 80 km per hari.
Angka tersebut diklaim mampu memenuhi lebih dari 85 persen kebutuhan perjalanan harian pengguna mobil di China, meski Hongqi belum mengungkapkan kapan teknologi tersebut akan masuk tahap produksi massal.
Pengembangan sunroof tenaga surya ini menjadi bagian dari upaya Hongqi memperkuat teknologi kendaraan listriknya.
Selain teknologi perovskite, FAW Hongqi juga tengah mengembangkan sejumlah teknologi elektrifikasi lain untuk meningkatkan daya saing mobil listriknya.