Gangguan KRL Pagi Ini Ternyata Dipicu 2 Insiden Maut

Insiden kecelakaan itu membuat KRL dari arah Bogor ke Jakarta Kota dan Duri-Tangerang terganggu.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 20 Agustus 2026, 12:53 WIB
Suasana Stasiun Kereta KRL di Stasiun Karet Sudirman, Jakarta, Selasa (2/5/2023). PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) terancam tidak dapat mengganti 10 unit rangkaian KRL Jabodetabek yang akan pensiun pada tahun 2023 dan 19 unit pada tahun 2024 dikarenakan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menolak usulan PT KCI untuk mengimpor rangkaian kereta bekas dari Jepang serta meminta perseroan membeli produk dalam negeri. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Ishak (80) meninggal dunia setelah terserempet kereta listrik (KRL) jurusan Bogor-Jakarta di kawasan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2026).

Kejadian berlangsung sekitar pukul 06.50 WIB di jalur rel KRL tepatnya Jalan Kebon Baru RT 06/06, Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Tebet.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi Wibowo membenarkan adanya kejadian tersebut. Polisi telah melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP).

“Benar telah dilakukan pengecekan TKP diduga orang yang terserempet kereta listrik,” kata Joko dalam keterangannya, Kamis (20/8/2026).

Hasil penyelidikan awal, sebelum kejadian korban terlihat berjalan di sekitar pinggir rel kereta api.

Tak lama kemudian, KRL melintas dari arah Bogor menuju Jakarta. Saat kereta melintas, korban diketahui terserempet hingga terjatuh.

"Atas kejadian korban meninggal dunia di lokasi dan saat ini jenzah korban dibawa ke Rumah Sakit," tandasnya.

Pelajar Tertemper KRL Tangerang Juga Tewas

Nasib serupa dialami DK (18). Pelajar itu meninggal dunia setelah motor Honda B-3866-CME yang dikendarainya tertemper KRL jurusan Tangerang di perlintasan tidak resmi antara Stasiun Rawabuaya - Batu Ceper, Kamis (20/8/2026).

Korban mengalami luka di bagian kepala dan meninggal dunia di tempat. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk pemeriksaan visum.

"Korban pengendara sepeda motor DK (18) mengalami luka pada bagian kepala, meninggal dunia di TKP," kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Jakarta Barat AKP Joko Siswanto.

Joko menerangkan, kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu Dede melaju dengan sepeda motornya dari arah utara menuju selatan di Jalan Semanan Tembok Bolong.

Setibanya di dekat perlintasan kereta, motor korban tertemper KRL jurusan Tangerang yang melaju dari arah timur menuju barat.

"Sehingga terjadi kecelakaan lalu lintas berakibat korban meninggal dunia," ucap dia.

Petugas Unit Laka Satlantas Polres Metro Jakarta Barat langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan kecelakaan. Petugas kemudian melakukan olah TKP dan mencari saksi untuk mengetahui penyebab kecelakaan.

Hingga kini, penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan. Polisi juga belum mendapatkan identitas masinis maupun nomor lokomotif KRL yang tertemper dengan motor korban.

“Penyebab kecelakaan masih dalam proses penyelidikan,” tandasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya