Seluruh Bandara di Flores Beroperasi Normal Usai Gempa NTT

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan, bandara tetap beroperasi tetapi keselamatan penerbangan menjadi prioritas utama.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 18 Agustus 2026, 14:30 WIB
Bandara di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan operasional bandara di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) berjalan normal. Pengaturan dilalukan secara terbatas di beberapa lokasi yang dinilai berisiko.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kemenhub, Lukman F. Laisa menyebut tidak ada penutupan operasional bandar udara akibat gempa. Seluruh bandar udara dapat melayani penerbangan, termasuk penerbangan untuk mendukung mobilisasi masyarakat, bantuan kemanusiaan, logistik, serta kebutuhan penanganan pascabencana.

"Kami memastikan seluruh bandara di Flores dan sekitarnya tetap beroperasi normal. Aspek keselamatan menjadi prioritas utama. Terhadap area-area yang berpotensi memiliki risiko, kami melakukan mitigasi dengan membatasi akses pengguna jasa pada area tersebut, tanpa mengganggu kelancaran operasional penerbangan,” ujar Lukman dalam keterangan resmi, Selasa (18/8/2026).

Pantauan Kemenhub, ada sejumlah kerusakan pada bagian bangunan terminal, kantor, menara, maupun fasilitas penunjang di beberapa bandar udara. Kondisi itu langsung ditangani sehingga operasional penerbangan bisa berjalan.

"Bandar udara tetap beroperasi, namun keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama," tegas dia.

Lukman menjelaskan, penerbangan memiliki kewenangan untuk melakukan evaluasi operasional dan penyesuaian penerbangan berdasarkan kondisi aktual di lapangan. "Termasuk apabila hasil assessment internal menunjukkan perlunya penundaan atau pembatalan penerbangan untuk memastikan keselamatan,” ujar dia.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara bersama Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV, AirNav Indonesia, TNI/Polri, BNPB, Basarnas, dan pemerintah daerah terus melakukan pemantauan dan koordinasi secara intensif untuk memastikan keselamatan penerbangan serta kesiapan bandar udara dalam mendukung kebutuhan masyarakat dan penanganan dampak gempa.

 

 

Rincian Kerusakan Bandara di NTT

Seluruh Bandara di Flores Beroperasi Normal Pascagempa NTT

Kerusakan di Bandara Komodo, Labuan Bajo, ditemukan pada plafon terminal dan fire station, retakan pada dinding gedung administrasi, serta retak memanjang pada fillet Taxiway A. Pembersihan terminal telah dilakukan dan Operasional penerbangan tetap berjalan normal, dan tower saat ini telah beroperasi normal. Pada tahap awal penanganan, pelayanan komunikasi penerbangan sempat didukung perangkat VHF-A/G portable di luar tower.

Sementara itu, Bandara H. Hasan Aroeboesman, Ende, mengalami kerusakan pada plafon terminal serta retakan pada dinding gedung PKP-PK dan struktur tower. Pembersihan area terminal telah dilakukan dan pelayanan lalu lintas udara didukung melalui penerapan contingency plan dengan memindahkan komunikasi ke Watchroom Gedung PKP-PK. Operasional penerbangan tetap berjalan dengan memperhatikan aspek keselamatan.

Di Bandara Umbu Mehang Kunda, Waingapu, terdapat kerusakan pada partisi dinding kaca gedung terminal lantai 2. Kondisi tersebut sedang dilaksanakan perbaikan struktur kembali dan dibuat dimitigasi melalui pengamanan dan pembatasan akses pada area yang berpotensi menimbulkan risiko bagi pengguna jasa. Sementara itu, operasional bandar udara dan navigasi penerbangan tetap berjalan normal dan seluruh penerbangan dapat beroperasi sebagaimana mestinya.

Bandara Frans Sales Lega, Ruteng, mengalami kerusakan pada arsitektur ACP terminal, plafon ruang rapat/kantor, dinding PKP-PK, dan tower. Pembersihan area terminal serta evaluasi struktur lanjutan terus dilakukan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, sisi udara tetap aman dan dapat digunakan untuk melayani penerbangan.

 

Bandara Maumere

Seluruh Bandara di Flores Beroperasi Normal Pascagempa NTT

Di Bandara Fransiskus Xaverius Seda, Maumere, ditemukan kerusakan ringan pada plafon dan kaca terminal lantai 2. Sisi udara, termasuk runway dan apron, berada dalam kondisi baik. Bandara tetap beroperasi dan turut mendukung pergerakan bantuan serta mobilisasi unsur pemerintah, termasuk mendukung pergerakan Presiden Republik Indonesia dan unsur TNI/Polri.

Di Bandara Soa Bajawa, terdapat kerusakan pada plafon dan kaca terminal serta retakan pada dinding/kolom sejumlah bangunan. Ditemukan pula retak memanjang pada runway.

Mitigasi dilakukan melalui pembersihan material, pengamanan peralatan, penggunaan VHF-A/G portable, serta penempatan armada PKP-PK di luar gedung sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan gempa susulan. Pelayanan penerbangan tetap berlangsung dengan menerapkan pembatasan akses pada area tertentu yang berpotensi memiliki risiko.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya