Liputan6.com, Jakarta - Josh Kushner, saudara dari menantu Presiden Donald Trump,Jared, mengumumkan akan menggandeng mantan CEO Disney, Bob Iger, untuk membeli Los Angeles Lakers seharga US$ 12,5 miliar, atau Rp 223,4 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.874).
Berdasarkan data dari Forbes, kekayaan Kushner mencapai US$ 5 miliar, atau Rp 89,3 triliun. Melansir CNN Business, Kamis (13/8/2026), ini salah satu contoh kesepakatan dan investasi besar yang dilakukan oleh pria 41 tahun itu. Thrive Capital, sebuah perusahaan modal ventura miliknya, meraup lebih dari US$ 10 miliar, atau Rp 178,7 triliun dalam putaran pendanaan terbarunya. Ini menjadi pondasi ketenarannya sebagai pengusaha yang berpengaruh.
Advertisement
"Saya rasa Thrive baru mencapai persentase sangat kecil dari keseluruhan potensinya. Kita baru di permulaan,” tutur Kushner pada sebuah podcast di bulan Februari, dan kerap menyebut loyalitas dan kerendahan hati sebagai nilai inti kepemimpinannya.
“Saya yakin bahwa perkataan saya, perkataan perusahaan ini, lebih penting daripada apa pun," ia menambahkan.
Thrive memiliki portofolio yang sangat variatif, mulai dari investasi awal di perusahaan teknologi terkemuka seperti OpenAI dan SpaceX, hingga brand terkini seperti Spotify, SKIMS milik Kim Kardashian, dan studio film, A24. Thrive juga berkecimpung di dunia olahraga, dengan kepemilikannya di San Francisco Giants dan Miami Heat.
Firma yang terletak di New York ini memiliki cabang yang dikenal sebagai Thrive Holdings, yang berinvestasi di perusahaan yang berupaya dalam modernisasi perusahaan tradisional dengan bantuan AI.
“Saya rasa ini momen paling penting di hidup kita. Dalam berbagai aspek, AI kurang diapresiasi,” kata Kushner dalam wawancara di The Hill & Valley Forum pada 2025.
Investor Penting di OpenAI
Thrive milik Kushner ini juga merupakan investor penting di OpenAI, dan baru-baru ini menaruh US$ 1 miliar, atau Rp 17,8 triliun lagi ke perusahaan tersebut pada Desember, demikian dilaporkan oleh CNBC. Dia bekerja sangat dekat dengan CEO OpenAI, Sam Altman.
"Josh berinvestasi dengan mantap dalam perusahaan dan pendiri yang berkualitas tinggi, dan dia tidak begitu peduli apa yang dipikirkan oleh investor lain. Saya merasa bisa sependapat dengan itu,” ujar Altman kepada Fortune pada 2024.
Kontroversi dengan FIFA
Namun, tidak semua investasinya berbuah manis. Contohnya, bulan lalu, Thrive Eternal milik Kushner terlibat dalam sebuah rencana kontroversial yang langsung dibatalkan, yakni rencana dengan FIFA untuk menjual saham pribadi turnamen World Cup selanjutnya. FIFA mengatakan dana yang dihasilkan akan diinvestasikan kembali ke olahraga tersebut.
"Pembelian kepemilikan Lakers oleh Kushner bekerja sebagai pengalihan isu dari kontroversi FIFA ini, dan nyaris memulai babak baru di sektor olahraga,” ujar profesor hukum dan etik di Gabelli School of Business Fordham University, Mark Conrad, kepada CNN melalui email.
“Dia tentu jadi lebih terlihat sekarang,” ia menambahkan.
Keluarga Kushner
Josh Kushner, dilahirkan di New Jersey, adalah anak dari konglomerat properti, Charles Kushner. Dia adalah adik dari Jared Kushner, yang dikenal sebagai menantu Presiden AS, Donald Trump. Ayahnya, Charles, mendapat pengampunan dari Trump pada 2020 terkait vonis 2005 atas tuduhan penggelapan pajak federal.
Namun, Josh menghindari keterkaitan dirinya dengan keluarga Trump. Dia sedang membangun keluarganya sendiri dengan seorang model, Karlie Kloss, yang dinikahinya pada 2018, dan kini memiliki tiga anak. Pasangan ini kerap datang ke acara Met Gala.
"Saya yakin saya bukan satu-satunya orang di negara ini yang tidak setuju dengan politik keluarga mereka,” ujar Kloss di sebuah wawancara.
"Saya dan suami saya telah melalui banyak hal, dan saya bangga memiliki dia sebagai pasangan,” lanjutnya.
Kushner mengatakan pada 2017 bahwa nilai-nilai liberal telah menuntun hidupnya, dan dia mendukung pemimpin politik yang memiliki nilai serupa.
Selain itu, Kushner juga mendirikan Oscar Health pada 2012, sebuah perusahaan asuransi kesehatan yang pada awalnya memanfaatkan pembentukan pasar asuransi kesehatan berdasarkan Undang-Undang Perawatan Kesehatan Terjangkau (Affordable Care Act) dan baru-baru ini membukukan laba rekor.