Liputan6.com, Jakarta - Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) merosot pada perdagangan Rabu, (12/8/2026). Harga perak Antam hari ini berlawanan dengan harga perak dunia yang menguat. Akan tetapi,harga perak Antam sejalan dengan harga emas Antam yang tertekan.
Mengutip laman logam mulia, harga perak Antam turun Rp 1.000 menjadi Rp 43.100 dari perdagangan sebelumnya Rp 44.100.
Advertisement
Lalu bagaimana dengan harga perak dunia?
Mengutip tradingeconomics.com, harga perak naik 1,01% menjadi US$ 65,33.
Harga perak stabil di kisaran US$ 65 per ons pada Rabu setelah sempat turun pada sesi sebelumnya, seiring para investor bersiap menyambut data inflasi penting AS yang dapat memberikan petunjuk baru mengenai arah kebijakan Federal Reserve (the Fed).
"Pasar masih terpecah pendapat mengenai apakah The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September setelah mempertahankan suku bunga tetap pada Juli, dengan kenaikan harga minyak yang memperkuat sentimen kebijakan yang lebih ketat (hawkish)," demikian seperti dikutip dari tradingeconomics.com.
Sementara itu, para pelaku pasar mencermati prospek kesepakatan AS-Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz di tengah sinyal-sinyal yang berubah-ubah. Menteri Pertahanan Pakistan menyatakan bahwa Washington dan Teheran "mendekati semacam kesepakatan" terkait selat tersebut, sementara laporan menyebutkan bahwa pembicaraan antara Iran dan Oman telah mencapai tahap lanjut.
Di sisi lain, harga perak tetap tertopang oleh permintaan industri yang kuat, terutama dari sektor manufaktur panel surya yang terus berkembang dan pembangunan jaringan listrik. Data terbaru menunjukkan impor bijih yang mengandung perak oleh Tiongkok melonjak 62,5% secara tahunan (year-on-year) pada Juni menjadi 219.000 ton.
Harga Emas Dunia
Sebelumnya, harga emas dunia stabil pada perdagangan Selasa, 11 Agustus 2026 (Rabu pagi Jakarta) setelah sempat mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua bulan pada awal sesi perdagangan. Hal ini seiring investor menantikan data inflasi Amerika Serikat (AS) untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga the Federal Reserve (the Fed).
Mengutip CNBC, Rabu (12/8/2026), harga emas spot turun 0,4% menjadi US$ 4.367,57 per ons setelah menyentuh level tertinggi sejak 5 Juni di US$ 4.434,84. Di sisi lain, kontrak berjangka emas AS menguat 0,2% menjadi US$ 4.430,2.
"Data inflasi mendatang akan sangat memengaruhi prospek suku bunga AS. Angka inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat menjadi alasan kuat untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed berikutnya dan, sebagai dampaknya, memberikan tekanan penurunan lebih lanjut pada harga emas," ujar Ekonom Iklim dan Komoditas di Capital Economics, Hamad Hussain.
Sentimen Harga Emas Lainnya
Investor sedang menantikan data harga konsumen AS yang akan dirilis pada Rabu dan data harga produsen pada Kamis untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai prospek kebijakan The Federal Reserve (the Fed).
Para pedagang saat ini memperkirakan peluang hampir 50% untuk kenaikan suku bunga pada September, naik dari 44% pada Senin, menurut perangkat CME FedWatch.
Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland, Beth Hammack, pada Senin menyatakan keyakinannya saat ini adalah waktu yang tepat untuk mulai menaikkan suku bunga secara bertahap guna menghindari perlunya kenaikan yang lebih tajam pada kemudian hari.