Kondisi Kampung Walesi Papua Pascapenembakan di Festival Lembah Baliem

Penembakan dilakukan dari arah depan pintu masuk festival.

oleh Lia HarahapDiterbitkan 08 Agustus 2026, 20:04 WIB
TNI-Polri terlihat bersiaga di lokasi FBLB ke-34 tahun 2026 di Kampung Walesi Pascapenembakan (Dok: Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Polisi langsung mengamankan lokasi penyelenggaraan Festival Budaya Lembah Baliem atau FBLB ke-34 tahun 2026 di Kampung Walesi, Distrik Walesi, Jayawijaya pascainsiden penembakan yang melukai dua orang. Hal itu dilakukan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.

"Benar kejadiannya memang tadi sekitar pukul 12.45 WIT terjadi aksi penyerangan menggunakan senjata api yang menimbulkan dua korban dari masyarakat sipil. Saat ini lokasi FBLB kami dari aparat gabungan telah mengamankan," kata Kapolres Jayawijaya, AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, dikutip dari Antara, Sabtu (8/8/2026).

Dia menjelaskan, penembakan terjadi dari arah depan gapura pintu masuk kawasan festival. Penembak diduga berasal dari Kali Uwe. Saat ini penyisiran tengah dilakukan di sekitar lokasi untuk mempersempit ruang gerak pelaku.

“Kita sudah melakukan penyisiran, kita juga bekerja sama dengan TNI termasuk satuan-satuan tugas, dibantu juga dari office defence cooperation, ODC. Saat ini kita masih melakukan penyelidikan dan penyisiran di lokasi,” katanya.

 

Identitas Warga Terkena Tembakan

Kedua korban sempat mendapat penanganan medis awal di Puskesmas Walesi dan kemudian dibawa ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Wamena dan kondisinya saat ini dalam keadaan baik.

"Kedua korban atas nama Laode Muhammad Ojo (43) diduga kena luka tembakan di lutut kanan dam Salbia (50) diduga luka tembakan pada paha kanan dan punggung tangan kanan telah mendapatkan perawatan medis di RSUD Wamena dan saat ini dalam keadaan baik," ujarnya.

 

 

Festival Dihentikan

Dia memastikan situasi di sekitar lokasi hingga saat ini masih dalam kondisi kondusif. Namun, demi keselamatan masyarakat dan pengunjung pihak kepolisian menyarankan agar pelaksanaan FBLB dihentikan.

“Kita sudah sarankan ke bupati untuk menghentikan pelaksanaan FBLB setelah terjadinya peristiwa penembakan itu,” ujarnya.

Dia menambahkan penghentian kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya insiden lanjutan sekaligus memberikan ruang bagi aparat keamanan untuk melakukan penyisiran dan penyelidikan terhadap pelaku penembakan.

FBLB ke-34 dijadwalkan berlangsung selama dua hari sejak 7-8 Agustus 2026 di Kampung Walesi, Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya