Harga Emas Hari Ini Terbang Berkat Data Tenaga Kerja AS

Selama sepekan, harga emas dunia sudah menguat lebih dari 7%.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 08 Agustus 2026, 07:30 WIB
Seorang pelanggan memegang perhiasan emas selama festival Hindu 'Akshaya Tritiya', hari keberuntungan dalam kalender Hindu untuk membeli barang-barang berharga, di ruang pamer perhiasan di Chennai, India. Membeli emas adalah kegiatan yang populer di Akshaya Tritiya, karena ini adalah simbol utama kekayaan dan kemakmuran. (Arun SANKAR / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dunia melambung pada perdagangan Jumat, 7 Agustus 2026 (Sabtu pagi Jakarta) hingga mencapai level tertinggi dalam tujuh minggu. Lonjakan harga emas dunia ini terjadi setelah penurunan tak terduga dalam data non-farm payrolls Amerika Serikat (AS) pada Juli memupus sentimen kenaikan suku bunga dan membawa emas menuju kinerja mingguan terbaik dalam tujuh bulan.

Mengutip CNBC, Sabtu (8/8/2026), harga emas spot melonjak 2,3% menjadi US$ 4.336,11 per ons setelah sempat naik lebih dari 3% ke level tertinggi sejak 17 Juni.

Emas diperkirakan mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak 19 Januari. Harga emas telah naik lebih dari 7% sepekan ini. Kontrak berjangka emas AS menguat 2,3% menjadi US$ 4.396,9.

Data non-farm payrolls menunjukkan penurunan sebanyak 23.000 pekerjaan bulan lalu menyusul revisi penurunan angka kenaikan Juni menjadi 20.000, menurut Biro Statistik Tenaga Kerja Departemen Tenaga Kerja AS. Para ekonom yang disurvei oleh Reuters sebelumnya memperkirakan kenaikan lapangan kerja sebesar 80.000 bulan lalu.

"Data lapangan kerja yang lebih lemah dari perkiraan menciptakan skenario di mana The Fed kemungkinan kecil akan menaikkan suku bunga pada pertemuan berikutnya," ujar Direktur High Ridge Futures, David Meger.

Meger menuturkan, penurunan harga energi dan kemungkinan kecilnya kenaikan suku bunga The Federal Reserve (the Fed) sama-sama mengisyaratkan pelemahan dolar dan penguatan harga emas.

Pasar kontrak berjangka suku bunga kini memperhitungkan peluang sebesar 43,9% bagi pengetatan kebijakan The Fed pada September, dibandingkan dengan 57% sebelum laporan lapangan kerja dirilis, menurut data LSEG. Probabilitas The Fed akan mempertahankan suku bunga tetap stabil bulan depan naik menjadi 60,4%, dibandingkan 43,2% tepat sebelum data tersebut dirilis.

 

 

Sentimen Harga Emas Lainnyaa

Ilustrasi harga emas dunia. (Gambar by AI)

Suku bunga yang lebih rendah membuat emas lebih menarik dibandingkan aset yang menghasilkan imbal hasil (yield), karena emas tidak memberikan bunga. UBS memperkirakan harga emas akan naik hingga US$ 5.000 per ons pada paruh pertama 2027, menurut catatan yang dirilis pada Jumat.

Di sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada para wartawan,  ia yakin perang dengan Iran akan segera berakhir. Di antara logam lainnya, harga perak di pasar spot naik 3% menjadi US$ 63,31 per ons, platinum menguat 1,2% menjadi US$ 1.749,95, dan paladium naik 0,8% menjadi US$ 1.380,53. Ketiga logam tersebut mencatatkan kenaikan mingguan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya