Ini 5 Wilayah dengan Realisasi Investasi Terbesar di Indonesia

Persebaran investasi di Indonesia mulai menunjukkan keseimbangan berdasarkan wilayah pada semester I tahun 2026.

oleh Tim BisnisDiterbitkan 06 Agustus 2026, 16:15 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Selasa (9/6/2026). (Foto: Liputan6.com/Maulandy R)

 

 

Liputan6.com, Jakarta - Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), menyebutkan ada lima provinsi dengan realisasi investasi terbesar di Indonesia sampai semester I 2026.

Kelimanya adalah DKI Jakarta (Rp 94,9 triliun), Jawa Barat (Rp 61,3 triliun), Maluku Utara (Rp 40,2 triliun), Jawa Timur (Rp 40,1 triliun), dan Sulawesi Tengah (Rp 36,6 triliun).

Sementara realisasi investasi Indonesia pada semester I tahun 2026 mencapai Rp 1.010,6 triliun, tumbuh 7,2 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Sedangkan secara kuartalan, pada kuartal II tahun 2026 realisasi investasi tercatat sebesar Rp 511,8 triliun, meningkat 7,1 persen (yoy).

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa persebaran investasi di Indonesia mulai menunjukkan keseimbangan berdasarkan wilayah pada semester I tahun 2026.

Menurut Airlangga, alokasi investasi antara Pulau Jawa dan luar Jawa kini hampir berada dalam porsi yang seimbang. Kondisi tersebut menunjukkan adanya pemerataan lokasi investasi yang semakin baik.

“Dari segi investasi juga (hampir) 50 persen di Jawa, dan 50 persen di luar Jawa. Jadi keseimbangan sudah lebih terjadi,” kata Airlangga melansir Antara di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Dari sisi lokasi investasi, investasi di luar Pulau Jawa tetap mendominasi dengan nilai Rp 256,5 triliun (50,1 persen), sedangkan investasi di Pulau Jawa mencapai Rp 255,3 triliun (49,9 persen). "Hal ini menunjukkan semakin meratanya penyebaran investasi di berbagai wilayah Indonesia," ujarnya.

 

Fokus Hilirisasi

Pekerja memeriksa produk dan kualitas komponen otomotif di pabrik PT Dharma Polimetal (Dharma Group), kawasan Delta Silicon, Cikarang, Jawa Barat. . (Liputan6.com/HO/Dharma)

Menko Airlangga mengatakan sektor hilirisasi masih menjadi arahan utama Presiden Prabowo Subianto agar lebih didorong pada tahun ini, terutama untuk mendukung kinerja ekspor nasional.

“Bapak Presiden kemarin juga mengarahkan selain sektor hilirisasi yang juga sudah dibentuk, terkait dengan DSI (Danantara Sumberdaya Indonesia) sebagai agen tunggal ekspor dan datanya pun menunjukkan hal yang positif terkait dengan harga ekspor kita,” ujar Airlangga.

Selain itu, upaya peningkatan kinerja ekspor Indonesia juga didukung melalui sejumlah perjanjian-perjanjian perdagangan dengan negara-negara sahabat sebagai mitra strategis.

Adapun beberapa contoh perjanjian dagang tersebut antara lain Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA), Perjanjian Perdagangan Preferensial Indonesia-Tunisia (IT-PTA), Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Peru (IP-CEPA), hingga Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) antara Indonesia-Uni Ekonomi Eurasia (EAEU).

“Pemerintah membuka banyak akses terhadap perjanjian internasional. Jadi akses ekspor sekarang terbuka, baik itu terhadap EU (Uni Eropa), terhadap Amerika, dan juga kita punya hubungan yang baik dengan ASEAN, China, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan yang lainnya,” jelas Airlangga.

“Jadi ini merupakan akses market yang tetap dijaga, dan juga hilirisasi dan siklus daripada value chain yang tetap kita jaga,” ujarnya menambahkan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya