Kebakaran Hutan Spanyol: Semua Diselamatkan Tanpa Terkecuali

Operasi penyelamatan massal di tengah krisis kebakaran hutan Madrid berhasil mengamankan seluruh satwa.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 02 Agustus 2026, 07:00 WIB
Petugas Safari Madrid membantu mengevakuasi seekor burung nasar dari pusat perlindungan satwa liar Kuna Iberica di Navas del Rey, Spanyol. (Dok. Safari Madrid)

Liputan6.com, Madrid - Ketika puluhan orang menyelamatkan diri dari kebakaran hutan yang mengamuk di Spanyol, para petugas Safari Madrid memilih tetap bertahan. Ada makhluk lain yang harus mereka selamatkan.

Burung, reptil, hingga kucing besar berada di jalur kobaran api dan perlu segera dipindahkan ke tempat aman.

Saat api semakin mendekati taman safari, para perawat satwa menggiring hewan-hewan ke kandang beton tertutup yang dilengkapi pendingin udara. Para dokter hewan menjelaskan bahwa mengevakuasi hewan raksasa seperti jerapah atau gajah dalam kondisi darurat sangat mustahil, karena proses anestesi dan persiapannya bisa memakan waktu berbulan-bulan. Oleh karena itu, kandang beton tertutup menjadi satu-satunya benteng pertahanan mereka. Mereka berharap bangunan itu cukup kuat untuk melindungi satwa dari jangkauan api.

Langit perlahan berubah jingga dan udara dipenuhi kepulan asap kelabu pekat. Para petugas terus menyiram area di sekitar kandang dengan air agar api tidak merambat lebih dekat.

Kebakaran yang melanda wilayah barat Madrid pekan lalu menghanguskan sekitar 339 kilometer persegi lahan. Safari Madrid menjadi salah satu lokasi penting dalam upaya penyelamatan satwa dari berbagai peternakan dan tempat perlindungan yang terancam kobaran api.

Di San Martin de Valdeiglesias, sekitar 70 kilometer sebelah barat Madrid, sebuah arena adu banteng dialihfungsikan menjadi tempat penampungan sementara bagi kuda, poni, keledai, kambing, kucing, dan anjing, menurut Wali Kota Aranzazu Povedano Fraguela.

Garda Sipil Spanyol pun turun tangan.

"Kami tidak akan meninggalkan siapa pun, apa pun spesiesnya," tulis lembaga tersebut di Instagram.

Unggahan itu disertai sejumlah video yang memperlihatkan para petugas mendatangi peternakan di berbagai penjuru wilayah. Mereka mengevakuasi kuda dan kambing, menenangkan sapi dan ayam, serta memeriksa kondisi burung unta, unta, dan buaya.

Video lainnya menunjukkan proses penyelamatan hewan peliharaan, seperti kucing dan anjing.

"Mereka terlihat begitu tak berdaya dan kebingungan ketika dievakuasi. Mereka benar-benar diam terpaku. Namun, mereka juga bagian dari keluarga, terlebih dalam keadaan seperti ini," tulis Garda Sipil.

Safari Madrid tidak hanya harus melindungi sekitar 1.000 satwa yang berada di dalam kawasannya. Taman itu juga menerima hewan-hewan yang dievakuasi dari pusat satwa liar Kuna Iberica, sebuah tempat perlindungan di dekatnya yang merawat hewan terluka atau telantar.

Saat api terus merambat, Safari Madrid untuk sementara menampung seekor lynx Eurasia dan seekor serigala Iberia. Keduanya harus dibius selama proses pemindahan. Empat ekor burung nasar ikut dievakuasi ke sana.

"Rencana evakuasinya sederhana. Kami berusaha mengeluarkan sebanyak mungkin hewan. Apa pun yang bisa dipindahkan, akan kami pindahkan," kata Direktur Kuna Iberica, Isaac Navarro.

Sebagian hewan dibawa ke Universitas Alfonso X El Sabio. Sejumlah hewan lain, termasuk burung pemangsa, ditampung oleh pusat penyelamatan satwa liar lain di Madrid.

"Saya belum pernah mengalami situasi seperti ini. Kami juga belum pernah menghadapi kebakaran sebesar ini. Evakuasi dilakukan dengan sangat terburu-buru, sebisa dan sebaik yang kami mampu," ujar Navarro.

Petugas Kuna Iberica membuka pintu sejumlah kandang agar hewan-hewan yang masih berada di lokasi dapat menjauh sementara dari kobaran api. Keesokan paginya, mereka mengumpulkan kembali hewan-hewan tersebut dan memastikan kondisinya.

Satwa-satwa itu merupakan hewan hasil penyelamatan yang tidak dapat dilepasliarkan dan sepenuhnya bergantung pada manusia. Karena itu, mereka tidak pergi jauh dan segera kembali ketika keadaan mulai lebih aman.

Kobaran api sempat mencapai jarak sekitar 10 meter dari fasilitas Kuna Iberica.

"Meski situasinya sangat genting, seluruh hewan selamat tanpa mengalami cedera," ungkap Navarro.

Di Safari Madrid, api akhirnya mendekat hingga sekitar 500 meter dari kawasan taman sebelum berbelok ke arah lain. Namun, ancaman belum sepenuhnya berlalu.

"Pada siang hari, kami memeriksa lahan yang sudah terbakar. Kami juga memadamkan sebatang kayu yang masih menyala karena dikhawatirkan dapat memicu kebakaran kembali," tutur juru bicara Safari Madrid Jose Luis Cano Becerro kepada CNN.

Para perawat satwa terus berjaga selama malam. Baru pada saat mereka merasa keadaan cukup aman untuk beristirahat.

"Meski masih diliputi kekhawatiran, keadaan membaik dari hari ke hari," ujar Cano Becerro.

Seluruh hewan akhirnya berhasil diselamatkan. Namun, sebagian mulai gelisah karena terlalu lama berada di dalam kandang.

Satwa di taman tersebut sebenarnya terbiasa masuk ke kandang tertutup untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Namun, bagi sebagian dari mereka, berada di dalam kandang selama lebih dari satu hari merupakan hal yang tidak biasa.

"Beberapa hewan menjadi sedikit gelisah," kisah Becerro.

"Kami menduga mereka gelisah karena harus berada di dalam kandang terlalu lama dan tidak bisa keluar. Keadaan itu tidak sesuai dengan rutinitas mereka, terutama bagi gajah Asia jantan yang masih remaja. Mereka memang terlihat sedikit lebih resah, tetapi tidak sampai menimbulkan kekhawatiran."

Navarro kini bisa bernapas lebih lega, "Pada akhirnya, tetap ada perasaan getir karena seluruh daerah, bahkan kawasan ini, telah terbakar. Namun, setidaknya semua hewan kami selamat."

Seluruh hewan milik Kuna Iberica kini telah kembali ke tempat perlindungan tersebut. Demikian pula satwa-satwa di Safari Madrid sudah kembali ke habitat masing-masing. Taman safari itu pun telah dibuka kembali untuk pengunjung.

Namun, asap masih tampak menggantung di kejauhan dan pemerintah terus mengingatkan masyarakat agar tetap waspada. Para perawat satwa mungkin masih membutuhkan waktu sebelum dapat kembali tenang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya