Hadapi Perubahan Iklim, Serang Perkuat Konservasi Lingkungan

Penanaman pohon dan penebaran benih ikan menjadi langkah menjaga ekosistem.

oleh Nurul HudaDiterbitkan 31 Juli 2026, 19:49 WIB
Penanaman bibit pohon dan penyebaran benih ikan di Bendungan Sindangheula, Kabupaten Serang. (Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, Banten, memperkuat konservasi lingkungan, melalui penanaman 500 bibit pohon dan penyebaran 500 benih ikan di Bendungan Sindangheula, Pabuaran, sebagai langkah nyata menjaga kelestarian alam dan ekosistem lokal.

Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas menyebut kegiatan ini merupakan puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 bertema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, sekaligus manyambut HUT ke-500 Kabupaten Serang.

Menurutnya, aksi ini menjadi momentum berharga untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi ancaman perubahan iklim.

“Kehadiran para pegiat lingkungan, dunia usaha, perbankan, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan hingga pemerintah desa menjadi bukti bahwa kita memiliki komitmen yang sama. Kita ingin bumi yang diwariskan nanti lebih hijau, asri, dan kualitas udaranya lebih baik dari hari ini,” kata Najib, melansir Antara, (31/7/2026).

Masyarakat Diajak Berperan Aktif Menjaga Lingkungan

Kemudian, ia mengimbau seluruh masyarakat berpartisipasi aktif menjaga lingkungan dari hal terkecil guna mengantisipasi gejala penurunan kualitas udara dan air secara kolektif.

“Kalau kita ingin lingkungan tetap bersih dan sehat, maka harus dimulai dari diri sendiri. Rajin menanam, tidak membuang sampah sembarangan, mengelola sampah dari hulu hingga ke hilir, serta menjaga kolaborasi lintas sektor. Itu menjadi warisan terbaik bagi para generasi mendatang,” jelasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang Sahrudin menyebut penunjukan Bendungan Sindangheula sebagai pusat kegiatan didasari relevansinya terhadap pemeliharaan ekosistem air dan darat.

Rangkaian Aksi Berlangsung Selama Dua Bulan

Penanaman pohon dan tebar benih ikan tersebut menjadi penutup dari rangkaian aksi pelestarian lingkungan yang gencar dilakukan selama dua bulan terakhir.

Rangkaian agenda sebelumnya meliputi aksi bersih-bersih Jumat rutin, penanaman mangrove di Lontar dan Pulau Panjang, edukasi sekolah, lomba mewarnai SD, hingga kompetisi konten kreatif seputar sampah.

“Kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat dan dunia usaha bersama-sama menjaga iklim melalui langkah penghijauan. Selain bijak mengelola sampah, menanam pohon adalah cara paling sederhana namun memiliki dampak yang luar biasa besar bagi keberlangsungan lingkungan,” ujar Sahrudin.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya