Harga Emas Pegadaian Hari Ini 28 Juli 2026, Antam Tembus Rp 2,7 Juta per Gram

Harga emas Pegadaian terbaru untuk Galeri24, Antam dan UBS berada di kisaran Rp 2,5 juta hingga Rp 2,7 juta per gram.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 28 Juli 2026, 11:10 WIB
Pramuniaga memperlihatkan emas batangan yang dijual di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas buatan Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian pada Selasa (28/7/2026) bervariasi. Harga emas dari tiga produk logam mulia tersebut berada di kisaran Rp 2,5 juta hingga Rp 2,7 juta per gram.

Mengutip data Pegadaian, harga emas Galeri24 ditetapkan Rp 2.587.000 per gram. Sementara itu, harga emas Antam dibanderol Rp 2.718.000 per gram. Adapun harga emas UBS dipatok Rp 2.599.000 per gram.

Harga emas tersebut dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan pasar. Berdasarkan data terbaru, emas Galeri24 tersedia mulai ukuran 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram (kg). Emas Antam tersedia mulai 0,5 gram hingga 100 gram, sedangkan emas UBS tersedia mulai 0,5 gram hingga 500 gram.

Cek daftar lengkap harga emas Pegadaian dari masing-masing produk:

Galeri24

  • 0,5 gram: Rp 1.357.000
  • 1 gram: Rp 2.587.000
  • 2 gram: Rp 5.110.000
  • 5 gram: Rp 12.682.000
  • 10 gram: Rp 25.295.000
  • 25 gram: Rp 62.898.000
  • 50 gram: Rp 125.694.000
  • 100 gram: Rp 251.265.000
  • 250 gram: Rp 626.619.000
  • 500 gram: Rp 1.253.237.000
  • 1.000 gram: Rp 2.506.474.000

Antam

  • 0,5 gram: Rp 1.412.000
  • 1 gram: Rp 2.718.000
  • 2 gram: Rp 5.373.000
  • 3 gram: Rp 8.033.000
  • 5 gram: Rp 13.354.000
  • 10 gram: Rp 26.650.000
  • 25 gram: Rp 66.495.000
  • 50 gram: Rp 132.907.000
  • 100 gram: Rp 265.733.000

UBS

  • 0,5 gram: Rp 1.405.000
  • 1 gram: Rp 2.599.000
  • 2 gram: Rp 5.157.000
  • 5 gram: Rp 12.743.000
  • 10 gram: Rp 25.352.000
  • 25 gram: Rp 63.255.000
  • 50 gram: Rp 126.250.000
  • 100 gram: Rp 252.400.000
  • 250 gram: Rp 630.813.000
  • 500 gram: Rp 1.260.145.000.

Harga Emas Dunia Naik ke US$ 4.087

Ilustrasi harga emas dunia (Foto By AI)

Harga emas dunia menguat pada perdagangan Senin setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran menghentikan sementara serangan. Perkembangan ini membuat harga minyak mentah turun ke level terendah dalam sepekan, sekaligus meredakan kekhawatiran terhadap inflasi. Investor kini mengalihkan perhatian pada keputusan suku bunga bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) pekan ini.

Mengutip CNBC, Selasa (28/7/2026), harga emas di pasar spot naik 0,9% menjadi US$ 4.087,59 per ounce. Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus menguat 0,5% ke posisi US$ 4.090 per ounce.

Penguatan emas juga ditopang pelemahan dolar AS. Indeks dolar AS turun 0,1%, sehingga emas yang dihargai menggunakan mata uang tersebut menjadi lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.

“Terutama yang kita lihat adalah pasar minyak turun dari lebih dari US$ 100 pekan lalu menjadi US$ 90, dan hal itu mendorong prospek suku bunga lebih rendah,” kata Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, Bart Melek.

Harga minyak turun sekitar 6% hingga menyentuh level terendah dalam sepekan. Pelemahan terjadi setelah AS dan Iran menghentikan sementara serangan pada akhir pekan, menyusul aksi saling serang yang berlangsung selama dua pekan.

Perkembangan tersebut memunculkan harapan adanya penyelesaian diplomatik yang dapat meredakan konflik sekaligus membuka kembali jalur pelayaran melalui Selat Hormuz.

Harga Minyak Turun, Kekhawatiran Inflasi Mereda

Ilustrasi harga emas dunia hari ini (Foto By AI)

Penurunan harga energi turut meredakan kekhawatiran pasar terhadap inflasi. Kondisi tersebut juga mengurangi ekspektasi bahwa suku bunga AS harus bertahan tinggi dalam waktu lebih lama.

Emas selama ini dipandang sebagai salah satu instrumen lindung nilai terhadap inflasi. Namun, suku bunga tinggi umumnya menjadi tekanan bagi harga emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil berupa bunga.

Perhatian investor kini tertuju pada keputusan suku bunga The Fed pada Rabu. Berdasarkan data CME FedWatch, sekitar 66% pelaku pasar memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga.

Meski demikian, pasar melihat peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan berikutnya. Pelaku pasar memperkirakan probabilitas sekitar 79% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada September.

Investor juga menantikan data personal consumption expenditures (PCE) AS periode Juni yang dijadwalkan dirilis pada Kamis. Data tersebut menjadi salah satu indikator inflasi utama yang digunakan The Fed dalam menentukan arah kebijakan moneternya.

Pergerakan data inflasi akan menjadi perhatian pasar karena dapat memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai prospek suku bunga AS setelah pertemuan The Fed pekan ini.

Impor Emas China Melonjak

Dari Asia, permintaan emas China turut menjadi perhatian pasar. Impor bersih emas China melalui Hong Kong tercatat meningkat lebih dari dua kali lipat pada Juni dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, secara bulanan, impor emas tersebut turun lebih dari 5% dibandingkan Mei. Data itu mengacu pada laporan Departemen Sensus dan Statistik Hong Kong yang dirilis pada Senin.

Selain emas, sejumlah logam mulia lainnya juga mencatat penguatan.

Harga perak di pasar spot naik 1,3% menjadi US$ 58,92 per ounce. Harga platinum menguat 2,3% ke posisi US$ 1.625,31 per ounce, sedangkan palladium melonjak 3,4% menjadi US$ 1.285,79 per ounce.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya