Liputan6.com, London - Perdana Menteri (PM) Inggris Andy Burnham mengatakan pemerintahannya akan "membawa kembali harapan" bagi Inggris setelah dirinya menjabat sebagai perdana menteri.
Ia mengawali kepemimpinannya dengan menunjuk John Healey sebagai menteri keuangan, sebuah keputusan yang dinilai mengejutkan. Dia juga berjanji memperbaiki dampak jangka panjang yang dirasakan berbagai komunitas akibat kebijakan era Margaret Thatcher.
Advertisement
Burnham menyatakan, masyarakat sudah "jenuh" dengan politik ketika menyampaikan pidato pertamanya setelah menggantikan Keir Starmer di Downing Street. Burnham mengatakan pemerintah harus bekerja lebih baik untuk menghadirkan perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Burnham mengatakan pemerintah akan mengumumkan sejumlah kebijakan yang memberi "ruang bernapas" bagi masyarakat terkait tekanan biaya hidup pada Selasa. Paket tersebut diperkirakan mencakup pemangkasan tagihan energi dan tarif bus, dengan pendanaan yang telah disiapkan sepenuhnya.
Kepada wartawan, Burnham mengatakan pemerintahannya akan mempertimbangkan "setiap fleksibilitas" dalam aturan fiskal yang berlaku untuk memungkinkan penambahan pinjaman hingga miliaran pound guna membiayai investasi infrastruktur. Namun, ia menegaskan akan tetap menerapkan pendekatan yang "sangat hati-hati" terhadap perekonomian.
Pernyataan tersebut membuat harga obligasi pemerintah Inggris bertenor 10 tahun turun. Pasar keuangan sebelumnya telah berada dalam kondisi waspada terhadap risiko meningkatnya pinjaman dan utang pemerintah.
Dalam percakapan pertamanya dengan seorang pemimpin dunia setelah menjabat, Burnham berbicara dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Sebelumnya, Trump pernah menyebut Burnham hanya sebagai wali kota dari "suatu kota kecil". Dalam percakapan itu, Burnham mengundang Trump ke Manchester untuk menghadiri KTT G20 tahun depan.
Trump kemudian menulis di media sosial bahwa keduanya "melakukan percakapan yang sangat baik". Mereka membahas Iran, aliansi militer Amerika Serikat dan Inggris, serta perdagangan. Trump mengatakan ia dan Burnham berencana bertemu "dalam waktu yang tidak terlalu lama".
Burnham juga melakukan pembicaraan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.
Kedatangan Burnham di Downing Street menjadikannya perdana menteri Inggris keenam dalam satu dekade, setelah anggota parlemen Partai Buruh secara drastis menggulingkan Starmer dari jabatannya.
Pergantian kepemimpinan ini memberikan kesempatan bagi Partai Buruh untuk kembali mendapatkan kepercayaan publik, tetapi juga berpotensi memicu ketidakstabilan politik baru.
Bangun Tekad Baru.
Dalam pidato perdananya yang disaksikan istrinya, Marie-France van Heel, Burnham mengatakan dirinya menyadari bahwa ia adalah orang keenam yang berjalan menuju Downing Street dalam 10 tahun terakhir dan perdana menteri ketujuh sejak 2016. Menurutnya, situasi tersebut menjadi kesempatan untuk melakukan refleksi sekaligus membangun tekad baru.
"Hal ini menuntut generasi politisi saya untuk meningkatkan kemampuan dan menghadapi tantangan baru. Inggris perlu menunjukkan kepada dunia bahwa kita dapat kembali memperoleh stabilitas, dan tantangan kita adalah membuat politik berjalan serta membuatnya bekerja lebih baik," kata Burnham.
"Saya tahu masyarakat di rumah sudah lelah dengan politik. Saya mendengar kalian, dan saya ingin jujur kepada kalian. Kami belum cukup baik, dan kami harus menjadi lebih baik. Kami akan melakukannya," ujarnya.
Di hadapan massa yang berkumpul di Downing Street, Burnham menyerukan pembangunan "rasa persatuan nasional, tujuan bersama, dan optimisme baru".
"Mari jadikan ini momen ketika Inggris mulai percaya kembali, momen ketika kita membawa kembali harapan," katanya.