Modal Terbatas, Analis Ungkap Kunci Memilih Saham bagi Investor

Investor pemula yang memiliki dana terbatas dapat memilih saham emiten ini dengan sejumlah pertimbangan. Berikut ulasannya.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 19 Juli 2026, 06:00 WIB
Aktivitas pekerja di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Investor dengan modal terbatas disarankan untuk tidak hanya berfokus pada harga saham yang murah saat menentukan pilihan investasi. Sebaliknya, sejumlah aspek fundamental perusahaan perlu menjadi pertimbangan utama agar investasi memiliki potensi memberikan imbal hasil yang optimal dalam jangka panjang.

Analis Pasar Modal sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry Pratama mengatakan, investor pemula maupun investor dengan dana terbatas sebaiknya memprioritaskan saham emiten yang memiliki kondisi fundamental yang sehat dan prospek bisnis yang menjanjikan.

"Dengan modal yang terbatas, investor sebaiknya memprioritaskan emiten dengan fundamental yang sehat, prospek pertumbuhan bisnis yang baik, valuasi yang masih wajar, likuiditas transaksi yang tinggi, serta rekam jejak manajemen yang baik," kata Elandry kepada Liputan6.com, Minggu (19/7/2026).

Dia menuturkan, fundamental yang kuat menjadi salah satu indikator bahwa perusahaan memiliki kemampuan menjaga kinerja bisnis secara berkelanjutan. Di sisi lain, prospek pertumbuhan bisnis juga penting untuk memberikan peluang kenaikan nilai investasi di masa mendatang.

Selain itu, investor juga perlu memperhatikan valuasi saham agar tidak membeli saham dengan harga yang sudah terlalu mahal. Valuasi yang masih wajar dinilai dapat memberikan ruang pertumbuhan harga yang lebih baik seiring dengan perkembangan kinerja perusahaan.

Elandry menambahkan, likuiditas transaksi juga menjadi faktor penting, terutama bagi investor dengan modal terbatas. Saham yang aktif diperdagangkan akan memudahkan investor saat ingin membeli maupun menjual saham di pasar tanpa menghadapi selisih harga yang terlalu lebar.

 

Terapkan Strategi Bertahap

Gedung BEI. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Tak kalah penting, investor juga perlu mencermati rekam jejak manajemen perusahaan. Manajemen yang memiliki kredibilitas dan tata kelola yang baik dinilai mampu meningkatkan kepercayaan pasar terhadap prospek perusahaan.

Di samping memilih saham yang berkualitas, Elandry menyarankan investor menerapkan strategi investasi secara bertahap atau dollar cost averaging (DCA). Dengan cara ini, investor dapat mengurangi risiko akibat fluktuasi harga saham dalam jangka pendek.

"Selain itu, penting untuk berinvestasi secara bertahap (dollar cost averaging) dan menghindari keputusan investasi yang hanya didasarkan pada tren sesaat atau rekomendasi yang belum terverifikasi," ujarnya.

 

Rekomendasi Saham

Aktivitas pekerja di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Adapun Elandry menyarankan dengan modal terbatas, misalnya hanya Rp1 juta investor pemula dapat mempertimbangkan saham-saham berfundamental kuat seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI di sektor perbankan karena didukung kinerja yang relatif stabil dan likuiditas yang tinggi.

"Untuk sektor konsumsi, ICBP dan AMRT juga menarik berkat karakter bisnis yang defensif," ujarnya.

Sementara itu, MEDC dapat menjadi pilihan sebagai pelengkap portofolio (hedging) mengingat sektor energi berpotensi memperoleh sentimen positif apabila ketegangan geopolitik atau konflik global mendorong kenaikan harga minyak.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya