PTDI Mau Pindahkan Bengkel Pesawat ke Bandara Kertajati

Menko Bidang Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono menilai, Bandara Kertajati salah satu area pengembangan ideal untuk lini perawatan dan pengetesan pesawat.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 16 Juli 2026, 23:59 WIB
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Kantor Kemenko IPK, Jakarta, Rabu (15/7/2026). (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Liputan6.com, Jakarta - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) akan memindahkan lini perawatan pesawat terbang hingga lokasi pengetesan dari kawasan Bandara Husein Sastranegara ke Bandara Kertajati, Majalengka. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi industri kedirgantaraan Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjelaskan hal tersebut merupakan langkah strategis di industri kedirgantaraan nasional. Kemudian turut juga meningkatkan pemanfaatan Bandara Internasional Jawa Barat tersebut.

"Intinya adalah kalau kita bisa merelokasi tentunya bertahap dimulai dari fasilitas MRO, Maintenance Repair Overhaul (MRO), sekali lagi ini bisa kita targetkan untuk dalam negeri maupun luar negeri," ujar AHY di Kantor Kemenko IPK, Jakarta, ditulis Kamis (16/7/2026).

MRO atau pusat perawatan pesawat itu dinilai memiliki prospek yang cukup baik kedepannya. AHY sendiri melihat urgensi pemindahan dari Bandung ke BIJB Kertajati, Majalengka, salah satunya imbas padatnya di pusat Bandung tersebut.

"Kita tahu Bandung juga semakin padat, penduduknya semakin banyak, kepentingan tata ruang juga terus berkompetisi satu sama lain sehingga diperlukan areal pengembangan yang lebih luas dan Kertajati merupakan salah satu yang ideal," ujarnya.

Di samping itu, pengembangan industri dirgantara di Bandara Kertajati berpeluang memberikan dampak positif ke ekonomi di kawasan rebana meliputi Cirebon, Subang, hingga Majalengka. 

"Jika ditarik sesuai dengan konektivitas wilayah yang tadi saya jelaskan dalam paparan ke arah barat itu bisa langsung terhubung ke Jakarta, kemudian kawasan industri di Bekasi, Kerawang dan Purwakarta," urainya.

"Kemudian ada pelabuhan Patimban, kemudian ke arah timur itu menuju Cirebon. Kemudian hingga masuk ke wilayah Jawa Tengah sampai dengan Semarang, sedangkan ke bagian selatan," sambung AHY.

Informasi, langkah awal rencana kepindahan fasilitas perawatan atau bengkel pesawat ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PTDI dan BIJB Kertajati.

 

 

Tunggu Arahan

Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan di Kantor Kemenko IPK, Jakarta, Rabu (15/7/2026). (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Sementara itu, Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan mengatakan proses perpindahan fasilitas MRO ke Kertajati tak bisa dilakukan sekaligus. Langkahnya akan dilakukan secara bertahap dalam beberapa waktu ke depan.

"Bagi PTDI, sesuai dengan arahan Pak Menhan, kita segera mungkin akan mengaktivasi apa yang bisa kita aktivasi di Kertajati," kata Gita.

Anggota Holding BUMN Industri Pertahanan ini menuturkan, langkah awal kemungkinan memindahkan lokasi pengetesan pesawat terbang. Mengingat perlunya landasan pacu (runway) dengan panjang minimal 3.000 meter dengan slot penerbangan yang cukup longgar.

 

 

Slot Penerbangan Longgar

Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan di Kantor Kemenko IPK, Jakarta, Rabu (15/7/2026). (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Lantaran, Bandara Husein, kata Gita, memiliki kegiatan penerbangan yang cukup padat. Serta, panjang runway-nya hanya sekitar 2.400 meter.

"Karena kita juga perlu tidak mau terlalu banyak menunggu slot yang sibuk di Kertajati. Kemudian runway yang cukup, dan menurut saya juga BIJB akan membantu PTDI di dalam menyiapkan mungkin fasilitas-fasilitas untuk bangunan perkantoran dan sebagainya," ujar dia.

"Jadi kita sebetulnya akan segera memulai aktivitas di Kertajati ini sesuai dengan arahan Pak Menhan," ujar Gita.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya