Stop Kontak Diduga Jadi Pemicu Kebakaran Maut Pulogadung

Kebakaran yang melanda sejumlah bangunan di Pulogadung diduga dipicu korsleting listrik.

oleh Delvira HutabaratDiterbitkan 13 Juli 2026, 11:38 WIB
Kebakaran yang melanda sejumlah bangunan di Pulogadung, Jakarta Timur, pada Minggu, 12 Juli 2026 sekitar pukul 03.00 WIB diduga dipicu korsleting listrik. (Foto: Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran yang melanda sejumlah bangunan di Pulogadung, Jakarta Timur, pada Minggu, 12 Juli 2026 sekitar pukul 03.00 WIB diduga dipicu korsleting listrik. Peristiwa tersebut menyebabkan tiga orang meninggal dunia.

"Penyebab kebakaran diduga korsleting listrik," kata Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur, Abdul Wahid, kepada wartawan, Senin (13/7/2026).

Abdul Wahid mengatakan, kebakaran menghanguskan sejumlah bangunan, mulai dari rumah tinggal, toko sembako, hingga warung makan di kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Palad RT 02/RW 03, Pulogadung.

Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 144 meter persegi. Sebanyak 10 jiwa dari empat kepala keluarga (KK) terdampak akibat kebakaran tersebut.

 

Identitas Korban

Tiga korban meninggal dunia masing-masing bernama Refalia Maharani Kumbolo (10), Lina Febrianti (40), dan Elisalmi (67). Sementara itu, satu orang mengalami luka-luka, yakni Arif Maulana.

"Dugaan sementara api pertama kali muncul dari salah satu stop kontak, lalu dengan cepat menyebar ke bagian dalam rumah utama milik Bapak Samudi, sebelum akhirnya merembet ke bangunan warteg milik Bapak A dan toko kelontong di sisi kiri dan kanannya," jelasnya.

Menurut Abdul, petugas mengerahkan 14 unit mobil pemadam kebakaran beserta 60 personel ke lokasi untuk memadamkan api. Operasi pemadaman selesai sekitar pukul 05.00 WIB.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya