Rekomendasi Saham 9 Juli 2026: ELSA, AKRA, JPFA, ENRG, PGAS, ISAT

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi kembali koreksi pada perdagangan saham Kamis, (9/7/2026). Berikut strategi rekomendasi saham-nya.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 09 Juli 2026, 09:03 WIB
Pengunjung melintas di dekat monitor perkembangan saham di Bursa Efek Indonesia. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan koreksi pada perdagangan saham Kamis, (9/7/2026). Lalu apa saja rekomendasi saham-nya?

Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG ditutup anjlok 1,89%, dan masih disertai dengan aksi jual saham oleh investor asing Rp 674 miliar pada Rabu, 8 Juli 2026. Saham-saham yang paling banyak dijual asing antara lain saham MAPI, BBRI, BRMS, AMMN dan CPIN.

“IHSG potensi melanjutkan koreksi ke 5.850. Hati-hati jika break di bawah 5.850, bisa koreksi ke 5.650-5.800,” ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam catatannya.

Ia mengatakan, IHSG akan berada di level support 5.750-5.850 dan level resistance 5.900-5.950.

Sementara itu, dalam riset PT Semesta Indovest Sekuritas menyebutkan, IHSG akan bergerak sideways seiring tensi geopolitik yang kembali meningkat membuat risk off investor atau investor mengurangi aset berisiko. IHSG akan bergerak di kisaran 5.800-5.900.

Adapun sentimen yang akan pengaruhi IHSG yakni wall street yang melanjutkan pelemahan setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan, kesepakatan sementara yang bertujuan mengakhiri perang dengan Iran telah berakhir. Selain itu, harga minyak menguat menyusul pernyataan Trump yang mengatakan tidak yakin peran dengan Iran akan berkobar kembali.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT Elnusa Tbk (ELSA), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Jafpa Comfeed Tbk (JPFA), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), dan PT Indosat Tbk (ISAT).

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Rekomendasi Teknikal

Aktivitas pekerja di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Trading Idea hari ini: ELSA, AKRA, JPFA, ENRG, PGAS, dan ISAT

  • ELSA Buy on Weakness dengan area beli di 600-615, cutloss di bawah 595. Target dekat di 625-635.
  • AKRA Spec Buy dengan area beli di 1.310-1.320, cutloss di bawah 1.300. Target dekat di 1.340-1.355.
  • JPFA Buy on Weakness dengan area beli di 1.980-2.010, cutloss di bawah 1.970. Target dekat di 2.030-2.070.
  • ENRG Buy on Weakness dengan area beli di 1.135-1.175, cutloss di bawah 1.130. Target dekat di 1.200-1.215.
  • PGAS Buy on Weakness dengan area beli di 1.410-1.425, cutloss di bawah 1.400. Target dekat di 1.435-1.450.
  • ISAT Buy on Weakness dengan area beli di 1.820-1.850, cutloss di bawah 1.800. Target dekat di 1.885-1.900.

Penutupan IHSG pada 8 Juli 2026

Karyawan memantau pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tersungkur hingga penutupan perdagangan saham Rabu, (8/7/2026). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 18.000.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup turun 1,89% menjadi 5.873,37. Indeks saham LQ45 terpangkas 2,02% menjadi 582,88. Seluruh indeks saham acuan tertekan.

Senior Market Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji menilai, faktor eksternal menjadi pemicu utama meningkatnya sikap risk-off di kalangan pelaku pasar.  Ia menuturkan, ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya antara Iran dan Amerika Serikat, yang kembali meningkat memicu kekhawatiran baru di pasar finansial global.

"Kondisi ini membuat investor cenderung mengamankan aset mereka keluar dari pasar negara berkembang (emerging markets). Meningkatnya ketidakpastian global tersebut berdampak langsung pada pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang bergerak mendekati level Rp 17.984 per dolar AS,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Ia menambahkan, depresiasi mata uang domestik yang cukup dalam ini secara historis memicu aksi jual oleh investor asing (foreign outflow), terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar (big caps).

“Bahkan berdasarkan hasil Survei Konsumen Bank Indonesia, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia pada Juni 2026 tercatat sebesar 117,8, turun dari prediksi di 125, serta 120,9 pada Mei 2026, di mana secara umum, data ini menunjukkan optimisme konsumen masih terjaga, namun momentumnya mulai melambat,” ujar dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya