Liputan6.com, Jakarta - Setelah menyaksikan sendiri bagaimana Jingga mempertaruhkan segalanya demi menyelamatkan Satria, Aidan akhirnya menerima kenyataan pahit bahwa hati perempuan yang dicintainya bukan untuk dirinya. Dengan hati hancur, ia meninggalkan lokasi pertunangan di tengah hujan, melepaskan semua harapan yang selama ini ia pertahankan.
Di sisi lain, Jingga masih terguncang setelah mengetahui kenyataan bahwa dirinya adalah anak hasil perselingkuhan ayahnya. Selama ini ia merasa menjadi korban karena tidak pernah benar-benar diterima Miranda, namun kini ia menyadari bahwa kehadirannya justru menjadi luka yang terus mengingatkan Miranda pada pengkhianatan suaminya.
Advertisement
Kesadaran itu membuat Jingga mengambil keputusan besar: ia akan berhenti melawan, memutuskan menjauh dari Satria, dan melakukan apa pun demi mengembalikan kepercayaan Miranda serta menebus kesalahan yang bukan ia lakukan.
Dengan tekad tersebut, Jingga kembali ke tempat pertunangan dan menyatakan kesediaannya melanjutkan acara bersama Aidan. Semua orang lega, terutama Miranda dan Selina. Namun di saat prosesi tukar cincin akan dimulai, Aidan justru mengejutkan semua tamu dengan membatalkan pertunangan secara sepihak. Ia memilih pergi daripada memaksakan hubungan yang tidak akan membawa kebahagiaan bagi Jingga.