Wali Kota Bima NTB Bantah Lantik Istri dan Ipar Jadi Pejabat

Usai ramai jadi pembicaraan terkait lantik istri dan ipar, Wali Kota Bima A Rahman H Abidin akhirnya buka suara.

oleh Tim RegionalDiterbitkan 08 Juli 2026, 10:46 WIB
Wali Kota Bima A Rahman H Abidin. (Liputan6.com/ Dok Ist Nur)

 

Liputan6.com, Mataram - Usai ramai jadi pembicaraan, Wali Kota Bima A Rahman H Abidin akhirnya buka suara. Dirinya membantah telah melantik istri dan iparnya menjadi pejabat. Rahman mengklaim pelantikan istrinya telah sesuai dengan ketentuan dan tekah mendapat persetujuan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Rahman mengatakan, pelantikan istrinya, Badrah Ekawati, sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bima telah melalui mekanisme yang berlaku.

"Sudah ada izin peraturan teknis dari BKN. Tanpa itu kami tidak bisa melakukan pelantikan, bisa-bisa dibekukan hak kepegawaian daerah," ujarnya, Rabu (1/7/2026).

Ia menjelaskan istrinya telah berstatus aparatur sipil negara (ASN) selama 33 tahun dan menduduki jabatan administrator (eselon III) sejak 2016, jauh sebelum dirinya menjabat sebagai Wali Kota Bima.

Menurut Rahman, Badrah sempat dinonaktifkan dari jabatan struktural menjadi staf setelah dirinya kalah dalam Pilkada 2018. Karena itu, pelantikan tersebut merupakan pengembalian ke jabatan sebelumnya, bukan promosi ke jabatan yang lebih tinggi.

"Istri saya sejak 2016 sudah eselon III. Tapi karena saya kalah Pilkada 2018, istri saya kemudian dinonjobkan menjadi staf. Posisinya yang dulu sekarang saya kembalikan, bukan naik ke eselon II," katanya.

Ia menambahkan istrinya telah meniti jenjang karier sebagai ASN, mulai dari staf, kepala seksi, kepala bidang, hingga kembali menduduki jabatan administrator sesuai ketentuan pengembangan karier ASN.

Rahman juga membantah informasi yang menyebut dirinya melantik iparnya sebagai pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bima.

"Kalau lantik ipar, tidak ada ipar. Jadi, kalau ipar, itu fitnah," tegasnya.

Ia menyayangkan beredarnya informasi di media sosial yang menyebut dirinya melantik sejumlah anggota keluarga tanpa konfirmasi, karena dinilai dapat menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat.

"Ya, saya ambil hikmahnya saja dari semua kejadian ini," katanya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya