Liputan6.com, Jakarta - Sebuah kebakaran hebat melanda permukiman warga di Kampung Cibodas RT 014/RW 008, Desa Cibodas, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (4/7/2026) pagi. Insiden memilukan ini merenggut nyawa seorang ibu rumah tangga bernama Eni (34).
Kebakaran diduga dipicu ledakan kompor gas saat korban sedang memasak sekitar pukul 10.30 WIB. Api dengan cepat membesar karena langsung menyambar kios bensin yang berada di dekat rumah korban.
Advertisement
Kepala Desa Cibodas, Ibadullah Muchtar, membenarkan kronologi tersebut.
"Awalnya terjadi ledakan dari kompor gas saat memasak. Karena di warung ada bensin, api langsung menyambar kios bensin tersebut hingga kebakaran menjadi sangat besar," ujar Ibadullah, Sabtu (4/7/2026).
Aksi Heroik Berakhir Tragis
Amukan si jago merah yang begitu cepat membuat rumah berbahan kayu dan bambu tersebut hangus tak bersisa. Saat kebakaran terjadi, ada tiga orang di dalam rumah.
Korban sempat menyelamatkan seorang anak kecil dan seorang perempuan lainnya keluar dari rumah.
Namun, setelah memastikan keduanya selamat, korban diduga kembali masuk ke dalam rumah yang sedang dilalap api. Nahas, ia justru terjebak dan tertimpa reruntuhan bangunan yang terbakar.
Pihak keluarga mengaku telah mengikhlaskan musibah tersebut dan menerimanya sebagai sebuah kecelakaan. Saat kejadian berlangsung, suami korban diketahui sedang tidak berada di rumah karena bekerja di luar Pulau Jawa.
Bantuan Gotong Royong
Saat ini, pihak kepolisian melalui Bhabinkamtibmas masih melakukan pendataan untuk menghitung total kerugian material. Pemerintah Desa Cibodas menegaskan akan segera menyalurkan bantuan setelah seluruh proses penyelidikan selesai.
"Kerugian masih didata oleh Bhabinkamtibmas. Setelah semuanya jelas, pemerintah desa bersama masyarakat akan berupaya membantu keluarga korban dengan bergotong royong," tambahnya.
Menyikapi musibah ini, terlebih di tengah musim kemarau yang meningkatkan risiko kebakaran, Ibadullah mengimbau warga agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di dapur.
"Kami terus mengingatkan warga agar memastikan kompor benar-benar dimatikan sebelum meninggalkan rumah. Kewaspadaan sangat penting agar musibah seperti ini tidak terulang," kata dia.