7 Tips Menata Ulang Kamar Anak agar Lebih Nyaman Menyambut Tahun Ajaran Baru

Menata kamar anak tidak harus dilakukan dengan renovasi besar atau membeli furnitur baru.

oleh Alfareza RamadhaniDiterbitkan 07 Juli 2026, 03:00 WIB
Kamar tidur anak ukuran 2x3 meter dengan ranjang single, meja belajar kecil, rak buku di dinding, dan dekorasi warna pastel. (Liputan6.com/MetaAI)

Liputan6.com, Jakarta - Menjelang dimulainya tahun ajaran baru, orangtua dapat memanfaatkan momen ini untuk menata ulang kamar anak agar lebih rapi, nyaman, dan tentunya mendukung aktivitas belajar. Ruang yang tertata dengan baik membantu anak lebih mudah berkonsentrasi saat mengerjakan tugas maupun belajar di rumah.

Selain itu, perlengkapan sekolah yang tersusun rapi juga memudahkan mereka menemukan barang yang dibutuhkan sehingga rutinitas harian menjadi lebih praktis. Persiapan ini penting dilakukan, baik untuk anak yang baru memasuki jenjang pendidikan maupun yang akan kembali bersekolah setelah libur panjang.

Suasana kamar yang nyaman dapat membantu mereka beradaptasi dengan perubahan dari masa liburan menuju rutinitas belajar, sehingga proses kembali ke sekolah terasa lebih ringan. Menata kamar anak tidak harus dilakukan dengan renovasi besar atau membeli furnitur baru, melansir Planner5d, Jumat, 3 Juli 2026.

Orangtua bisa memulainya dengan menyortir barang tidak terpakai, merapikan meja belajar, serta menyediakan tempat penyimpanan khusus untuk buku, alat tulis, tas, dan perlengkapan sekolah lainnya. Pencahayaan yang memadai, sirkulasi udara yang baik, serta penataan ruang yang tidak berantakan berperan penting dalam menciptakan suasana nyaman.

Tak hanya membuat kamar terlihat lebih rapi, lingkungan yang terorganisasi juga dapat mengajarkan anak untuk lebih disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab terhadap barang-barang miliknya. Dengan ruang belajar yang fungsional dan menyenangkan, anak diharapkan lebih siap menyambut tahun ajaran baru, lebih bersemangat mengikuti kegiatan belajar, dan mampu menjaga produktivitasnya sepanjang tahun.

1. Pilah Barang

Kamar tidur nyaman (Foto: Unsplash.com/Lisa Anna)

Mulailah dengan menyortir barang-barang yang sudah tidak terpakai, seperti mainan, pakaian, buku, atau perlengkapan sekolah dari tahun sebelumnya. Selain membuat kamar terasa lebih luas dan rapi, langkah ini juga memberikan ruang untuk menyimpan perlengkapan sekolah yang baru.

Libatkan anak dalam proses tersebut dengan mengajaknya memilih barang yang masih akan digunakan, disumbangkan, atau didaur ulang. Cara sederhana ini dapat mengajarkan mereka untuk lebih bertanggung jawab dan menghargai barang miliknya.

2. Ciptakan Area Belajar yang Nyaman

Anak tidak harus memiliki ruang belajar khusus agar dapat belajar dengan nyaman. Meja sederhana yang ditempatkan di sudut kamar dengan pencahayaan yang baik sudah cukup untuk membaca, mengerjakan tugas, atau mengikuti pembelajaran daring.

Jika ukuran kamar terbatas, manfaatkan meja lipat atau furnitur multifungsi agar ruangan tetap terasa lega tanpa mengurangi kenyamanan saat belajar.

 

3. Pisahkan Area Belajar dan Area Bermain

Tempat bermain dan meja belajar di kamar (Foto: Unsplash.com/Igor Starkov)

Membagi kamar berdasarkan fungsi dapat membantu anak membedakan waktu belajar dan waktu bermain. Usahakan meja belajar berada terpisah dari area bermain atau tempat menyimpan mainan sehingga perhatian anak tidak mudah teralihkan.

Penataan yang sederhana ini dapat menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif sekaligus membantu anak membangun kebiasaan untuk lebih fokus ketika mengerjakan tugas sekolah.

4. Manfaatkan Penyimpanan Vertikal

Kata motivasi kamar (Foto: Unsplash.com/Huy Nguyen)

Jika ruang kamar terbatas, manfaatkan area dinding sebagai tempat penyimpanan. Rak gantung, organizer, atau kotak penyimpanan dapat digunakan untuk menyimpan buku, alat tulis, dan perlengkapan sekolah tanpa menghabiskan banyak ruang.

Selain membuat kamar terlihat lebih rapi, penataan seperti ini juga memudahkan anak mengambil dan mengembalikan barang ke tempat semula, sehingga kebiasaan menjaga kerapian dapat terbentuk sejak dini.

5. Tambahkan Sentuhan yang Memotivasi

Suasana belajar yang menyenangkan tidak selalu membutuhkan dekorasi mahal. Orangtua bisa menambahkan papan jadwal, kalender akademik, poster edukatif, atau tanaman hias berukuran kecil untuk membuat area belajar terasa lebih segar dan inspiratif.

Elemen sederhana ini tidak hanya mempercantik ruangan, tapi juga membantu anak mengatur aktivitas dan tetap termotivasi selama menjalani rutinitas belajar.

6. Libatkan Anak dalam Menata Kamar

Interior Rumah Minimalis dengan Mezzanine yang Estetik dan Nyaman dengan Kamar Anak/ Ilustrasi AI

Ajak anak berpartisipasi dalam menata kamarnya agar mereka merasa memiliki ruang tersebut. Berikan kesempatan untuk memilih letak meja belajar, menyusun rak buku, atau menentukan dekorasi sesuai usia dan selera mereka.

Keterlibatan ini dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab sekaligus mendorong anak untuk menjaga kebersihan dan kerapian kamarnya secara mandiri.

7. Prioritaskan Kenyamanan dan Fungsi

Saat menata kamar anak, utamakan kenyamanan dan fungsi dibanding sekadar mengikuti tren dekorasi. Pastikan ruangan memiliki pencahayaan yang baik, sirkulasi udara yang memadai, serta tata letak yang mendukung aktivitas belajar dan beristirahat.

Kamar yang fungsional akan membantu anak lebih fokus saat belajar, sekaligus menjadi tempat yang nyaman untuk melepas penat setelah beraktivitas sepanjang hari.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya