Rekomendasi Saham 2 Juli 2026: BRPT, PTRO, PGAS, MYOR, BBNI

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat. Berikut strategi rekomendasi saham pada Kamis, (2/7/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 02 Juli 2026, 09:00 WIB
Layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Senin (8/6). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Kamis, (2/7/2026). Lalu apa saja rekomendasi saham-nya?

Berdasarkan catatan BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG naik 0,92%, tetapi masih disertai dengan aksi jual saham oleh investor asing Rp 548 miliar. Saham-saham yang paling banyak dijual asing antara lain saham BBRI, BMRI, TPIA, BBNI dan ASII.

“IHSG berpotensi kembali koreksi hari ini,” ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam catatannya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 5.500-5.625 dan level resistance 5.730-5.800 pada perdagangan saham Kamis pekan ini.

Sementara itu, Senior Market Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Muhammad Nafan Aji menuturkan, IHSG berpotensi menguat. IHSG akan bergerak di level support 5.568 dan 5.438 dan level resistance 5.848 dan 5.972. Ia juga merekomendasi saham untuk dengan fundamental kuat dan undervalued (saham berfundamental baik yang diperdagangkan di pasar dengan harga lebih rendah dari nilai wajarnya). “Manfaatkan manajemen risiko dengan disiplin,” ujar dia.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK).

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Rekomendasi Teknikal

Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).(Liputan6.com/Angga Yuniar)

Rekomendasi Teknikal

Trading Idea hari ini: BRPT, PTRO, PGAS, MYOR, BBNI, dan EMTK

  • BRPT Spec Buy dengan area beli di 1.360-1.380, cutloss di bawah 1.330. Target dekat di 1.420-1.470.
  • PTRO Spec Buy dengan area beli di 3.750-3.790, cutloss di bawah 3.720. Target dekat di 3.860-3.930.
  • PGAS Spec Buy dengan area beli di 1.350-1.365, cutloss di bawah 1.350. Target dekat di 1.380-1.420.
  • MYOR Spec Buy dengan area beli di 1.775-1.810, cutloss di bawah 1.775. Target dekat di 1.825-1.835.
  • BBNI Spec Buy dengan area beli di 3.070-3.100, cutloss di bawah 3050. Target dekat di 3.140-3.160.
  • EMTK Spec Buy dengan area beli di 478-482, cutloss di bawah 474. Target dekat di 490-505.

Penutupan IHSG 1 Juli 2026

Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham Rabu, (1/7/2026). IHSG hari ini menguat di tengah mayoritas sektor saham menghijau dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di 17.933.

Mengutip data RTI, IHSG ditutup naik 0,92% menjadi 5.695,11. Indeks saham LQ45 mendaki 0,66% menjadi 556,74. Sebagian besar indeks saham acuan menguat.

Pada perdagangan Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 5.737,73 dan terendah 5.607,45. Sebanyak 378 saham menguat sehingga angkat IHSG. 248 saham melemah dan 157 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 1.566.407 kali dengan volume perdagangan saham 18,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 10,3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.933.

Mayoritas sektor saham menghijau. Sektor saham energi dan basic masing-masing naik 2,61% dan 2,60%. Selain itu, sektor saham infrastruktur melompat 1,38%, sektor saham industri bertambah 0,30%, sektor saham consumer siklikal mendaki 0,82%. Kemudian sektor saham kesehatan menanjak 0,36%, sektor saham teknologi bertambah 0,62%. Sementara itu, sektor saham transportasi tergelincir 0,91%, sektor saham properti susut 0,05%, sektor saham keuangan dan sektor saham consumer nonsiklikal masing-masing susut 0,38%.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya