Geger Tapir Tiba-Tiba Muncul di Jalanan Lampung

Satwa liar Tapir tiba-tiba muncul di jalanan Lampung dan membuat geger warga. Habitatnya dirampas?

oleh Ardi MuntheDiterbitkan 02 Juli 2026, 08:42 WIB
Tangkapan layar rekaman video viral kemunculan satwa liar jenis tapir di Mesuji, Lampung. (Liputan6.com/ Dok Istimewa).

Liputan6.com, Lampung - Sebuah video yang memperlihatkan seekor satwa dilindungi jenis tapir berjalan di tengah Jalan Lintas Mesuji, Lampung, mendadak viral di media sosial. Kemunculan satwa liar tersebut membuat geger warga dan memicu kekhawatiran satwa liar itu keluar dari habitat alaminya.

Video berdurasi sekitar 17 detik yang diterima Liputan6.com merekam momen langka itu di kawasan Register 45, Kabupaten Mesuji, Kamis (2/7/2026). Dalam rekaman terlihat seekor tapir berukuran cukup besar berjalan santai di badan jalan hingga menarik perhatian para pengendara yang melintas.

Tapir bercorak hitam-putih khas itu beberapa kali melintasi ruas jalan. Sejumlah pengendara sepeda motor tampak memperlambat laju kendaraannya, sementara perekam video mengikuti pergerakan satwa dari belakang.

Beberapa warga juga terlihat berhenti di pinggir jalan untuk menyaksikan kemunculan satwa liar tersebut. Setelah beberapa saat, tapir berjalan menyusuri jalan raya sebelum mengarah ke tepi jalan.

Video itu pun dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial. Banyak warganet mengaku khawatir tapir tersebut tersesat akibat penyusutan habitat, sekaligus berharap satwa dilindungi itu dapat dievakuasi dengan aman agar tidak membahayakan pengguna jalan maupun keselamatan satwa itu sendiri.

Menanggapi video yang viral tersebut, Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Lampung BKSDA Bengkulu, Itno Itoyo mengatakan, hingga kini pihaknya belum menerima laporan resmi dari masyarakat terkait kemunculan tapir tersebut.

"Belum ada laporan yang masuk. Namun sebelumnya, sekitar tahun 2022 hingga 2023 memang pernah ada laporan bahwa tapir masih ditemukan di kawasan Register 45 Mesuji," kata Itno dikonfirmasi Liputan6.com, Kamis (2/7/2026).

Menurut Itno, BKSDA akan lebih dulu melakukan penelusuran untuk memastikan kebenaran informasi dalam video tersebut.

"Langkah awal yang akan kami lakukan adalah mengumpulkan informasi dari lapangan, mengecek kondisi tutupan lahan terkini, serta membandingkannya dengan data keberadaan tapir pada tahun-tahun kemarin," jelasnya.

BKSDA juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan kontak langsung dengan satwa liar tersebut.

"Kami minta warga agar tidak memberi makan, tidak melakukan tindakan yang dapat memprovokasi, serta segera melaporkan kepada petugas apabila kembali melihat keberadaan tapir di sekitar permukiman atau jalan raya," tandasnya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya