Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) menggerakkan kader Dasawisma untuk memilah sampah rumah tangga dalam upaya merealisasikan Gerakan Jaga Jakarta Pilah Sampah.
"Jika setiap kader Dasawisma mampu menggerakkan 10 hingga 20 rumah tangga binaannya, perubahan besar dapat terjadi dengan cepat dan nyata," ujar Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo di Jakarta, melansir Antara, Rabu (1/7/2026).
Advertisement
Dia mengatakan, peran Dasawisma menjadi sangat penting lantaran merupakan organisasi yang paling dekat dengan keluarga dan masyarakat. Para kader, kata Syafrin, diharapkan mampu mencontohkan dan membiasakan pemilahan sampah organik, anorganik, dan sampah yang memiliki nilai ekonomi.
"Oleh karena itu, saya mengajak seluruh kader Dasawisma untuk fokus pada tiga langkah sederhana namun berdampak besar," ucap dia.
Pertama, Syafrin mengajak setiap rumah tangga di lingkungan binaan mulai menerapkan kebiasaan memilah sampah dari rumah.
Kedua, dia mendorong warga untuk menyalurkan sampah yang memiliki nilai ekonomi ke bank sampah atau program pengelolaan sampah yang tersedia di wilayah masing-masing.
Ketiga, Syafrin berharap pengelolaan sampah menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi keluarga, khususnya bagi perempuan, agar semakin mandiri, produktif dan berdaya.
Pentingnya Perkuat Kapasitas
Senada, Kepala Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Selatan Rizky Hamid menambahkan pentingnya memperkuat kapasitas dan peran Dasawisma sebagai ujung tombak perubahan perilaku masyarakat dalam membiasakan pemilahan sampah dari rumah.
"Hal ini sekaligus mendorong pengelolaan sampah yang bernilai ekonomi guna meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga," kata dia.
Rizky mengatakan, sebanyak 16.530 kader Dasawisma se-Jakarta Selatan telah diberikan edukasi mengenai gerakan pilah sampah.
Adapun salah satu kader yang menginspirasi yakni Kader Dasawisma Kelompok Kranji 2 dan 3, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Yuliana Sri Hartati melalui Program Kolaborasi Masyarakat Pilah Oper Kemasan (KOMPAK).
"Program tersebut telah berhasil menggerakkan warga untuk memilah sampah dari sumbernya dan didampingi oleh tim desainer CoLab Rethinking Waste dari Indonesia dan Belanda sebagai contoh kolaborasi yang berhasil memberdayakan masyarakat," ucap dia.
"Dengan demikian, diharapkan semakin banyak keluarga yang membiasakan pemilahan sampah dari rumah, semakin berkembang pengelolaan sampah yang memberikan nilai tambah ekonomi, serta semakin kuat peran Dasawisma sebagai penggerak masyarakat dalam mewujudkan Jakarta Selatan yang bersih, sehat, berdaya, dan sejalan dengan semangat Jaga Jakarta," jelas Rizky.