Alasan Bulan Muharram Disebut Bulan Allah dalam Hadis, Ini Keistimewaan yang Jarang Dipahami

Alasan bulan muharram disebut bulan allah dalam hadis menjadi pembahasan yang selalu menarik setiap kali Tahun Baru Hijriyah banyak ilmu di dalamnya.

oleh Nanik RatnawatiDiterbitkan 15 Juni 2026, 15:00 WIB
Alasan bulan muharram disebut bulan allah dalam hadis berkaitan langsung dengan kemuliaan yang Allah berikan kepada bulan ini. Ilustrasi Tahun Baru Islam. (Muharram vector created by freepik - www.freepik.com)

Liputan6.com, Jakarta - Alasan bulan muharram disebut bulan allah dalam hadis menjadi pembahasan yang selalu menarik setiap kali Tahun Baru Hijriyah tiba. Banyak umat Islam ingin mengetahui mengapa Muharram mendapatkan penyebutan khusus yang tidak diberikan kepada bulan lainnya.

Alasan bulan muharram disebut bulan allah dalam hadis berkaitan langsung dengan kemuliaan yang Allah berikan kepada bulan tersebut. Para ulama menjelaskan bahwa penyandaran nama Muharram kepada Allah menunjukkan kedudukan istimewa dan kehormatan yang sangat tinggi.

Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriyah. Bulan ini menjadi pembuka perjalanan waktu umat Islam setiap tahunnya.

Selain menjadi awal tahun Islam, Muharram juga termasuk salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan. Keempat bulan tersebut adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.

 

Muharram sebagai Bulan yang Dimuliakan

Allah SWT menjelaskan keberadaan empat bulan haram dalam Al-Qur'an Surah At-Taubah ayat 36. Pada bulan-bulan tersebut umat Islam diperintahkan menjauhi segala bentuk kezaliman dan maksiat.

Firman Allah berbunyi:

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

Latin: Inna ‘iddata asy-syuhuri ‘indallahi itsna ‘asyara syahran fi kitabillahi yauma khalaqas samawati wal ardha minha arba'atun hurum.

Artinya: "Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan dalam ketetapan Allah sejak Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram."

Kemuliaan Muharram bahkan sudah dikenal sejak masa Arab sebelum Islam. Pada masa itu peperangan dan pertumpahan darah biasanya dihentikan sebagai bentuk penghormatan terhadap bulan suci tersebut.

Para ulama tafsir menjelaskan bahwa larangan berbuat zalim pada bulan haram memiliki penekanan yang lebih kuat. Karena itu umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh selama Muharram.

 

Mengapa Muharram Disebut Bulan Allah

Salah satu dalil yang paling sering dikutip adalah hadis riwayat Muslim. Dalam hadis tersebut Rasulullah SAW menyebut Muharram sebagai bulan Allah.

Hadis itu berbunyi:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ

Latin: Afdhalush shiyami ba’da Ramadhana syahrullahil Muharram.

Artinya: "Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, Muharram."

Para ulama memberikan perhatian khusus pada kalimat Syahrullah atau bulan Allah. Sebab penyebutan tersebut menunjukkan keutamaan yang sangat besar.

Menurut penjelasan ulama seperti Al-Zamakhsyari yang dikutip dalam berbagai kitab syarah hadis, penyandaran Muharram kepada lafaz Allah merupakan bentuk pemuliaan. Hal yang sama ditemukan pada istilah Baitullah untuk Ka'bah dan Naqatullah untuk unta Nabi Shalih.

Karena itu alasan utama Muharram disebut bulan Allah bukan karena Allah memiliki bulan tertentu. Penyebutan itu merupakan bentuk penghormatan terhadap kemuliaan bulan tersebut.

 

Sejarah Muharram Menjadi Awal Tahun Hijriyah

Muharram juga memiliki nilai sejarah yang sangat penting bagi umat Islam. Bulan ini dipilih sebagai awal kalender Hijriyah pada masa Khalifah Umar bin Khattab.

Awalnya muncul kebutuhan administrasi pemerintahan yang memerlukan penanggalan resmi. Surat-surat resmi saat itu belum mencantumkan tahun sehingga menimbulkan kebingungan.

Khalifah Umar kemudian mengumpulkan para sahabat untuk membahas sistem kalender Islam. Beberapa usulan muncul mengenai titik awal penanggalan tersebut.

 

Awal Kalender Islam dan Peristiwa Hijrah

Sebagian sahabat mengusulkan tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW. Sebagian lainnya mengusulkan tahun diangkatnya Nabi menjadi Rasul.

Akhirnya disepakati bahwa peristiwa hijrah dari Makkah ke Madinah menjadi penanda awal kalender Islam. Hijrah dianggap sebagai tonggak penting perkembangan dakwah Islam.

Meski hijrah terjadi pada bulan Rabiul Awal, Muharram tetap dipilih sebagai bulan pertama kalender Islam. Keputusan ini mendapat dukungan dari para sahabat senior.

Muharram dipilih karena menjadi awal niat dan persiapan hijrah setelah Baiat Aqabah yang berlangsung pada penghujung Dzulhijjah. Dari sinilah Muharram ditetapkan sebagai pembuka tahun Hijriyah.

 

Amalan yang Dianjurkan pada Bulan Muharram

Salah satu amalan paling terkenal di bulan Muharram adalah puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram. Rasulullah SAW sangat menganjurkan ibadah tersebut kepada umatnya.

Selain itu terdapat puasa Tasu'a pada tanggal 9 Muharram. Puasa ini dilakukan untuk membedakan tradisi umat Islam dengan kaum Yahudi.

Rasulullah SAW juga menganjurkan memperbanyak puasa sunnah sepanjang Muharram. Keutamaan puasa di bulan ini disebut sebagai yang terbaik setelah puasa Ramadhan.

 

Memperbanyak Amal dan Muhasabah

Muharram menjadi momentum yang tepat untuk memperbanyak sedekah kepada yatim dan kaum dhuafa. Semangat berbagi sangat dianjurkan pada bulan yang penuh keberkahan ini.

Selain sedekah, umat Islam dianjurkan memperbanyak istighfar dan taubat. Muharram menjadi kesempatan membuka lembaran baru yang lebih baik.

Pergantian tahun Hijriyah juga dapat dijadikan sarana muhasabah diri. Setiap Muslim diajak mengevaluasi perjalanan hidup dan memperbaiki kekurangan yang ada.

Nilai hijrah tidak hanya bermakna perpindahan tempat. Hijrah juga berarti berpindah dari kebiasaan buruk menuju kehidupan yang lebih dekat kepada Allah.

Melalui berbagai keutamaan tersebut, umat Islam dapat menjadikan Muharram sebagai momentum peningkatan kualitas ibadah. Bulan ini bukan sekadar pergantian angka dalam kalender.

Pada akhirnya, alasan bulan muharram disebut bulan allah dalam hadis terletak pada kemuliaan dan keistimewaan yang Allah berikan kepada bulan tersebut. Penyebutan Syahrullah menjadi tanda bahwa Muharram memiliki kedudukan tinggi sehingga umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh, menjauhi kezaliman, dan memanfaatkan momen spiritual yang terkandung di dalamnya.

 

 

 

Pertanyaan Seputar Bulan Muharram

1. Mengapa Muharram disebut Syahrullah atau bulan Allah?Karena dalam hadis Nabi Muhammad SAW, Muharram disebut sebagai Syahrullah yang menunjukkan kemuliaan dan kehormatan khusus yang Allah berikan kepada bulan tersebut.

2. Apa hadis tentang bulan Allah Muharram?Hadis riwayat Muslim menyebut: "Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, Muharram."

3. Apa saja keutamaan bulan Muharram?Muharram termasuk bulan haram, menjadi awal tahun Hijriyah, dianjurkan berpuasa Asyura dan Tasu'a, serta menjadi waktu yang baik untuk memperbanyak amal saleh.

4. Mengapa Muharram menjadi bulan pertama kalender Hijriyah?Karena para sahabat pada masa Khalifah Umar bin Khattab menetapkan Muharram sebagai awal tahun Islam setelah mempertimbangkan momentum awal persiapan hijrah Nabi Muhammad SAW.

5. Amalan apa yang dianjurkan di bulan Muharram?Amalan yang dianjurkan antara lain puasa Asyura, puasa Tasu'a, puasa sunnah, sedekah, memperbanyak istighfar, taubat, dan melakukan muhasabah diri.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya