Harga Pertamax Naik, DPR Wanti-Wanti Lonjakan Konsumen Pertalite

Ketua Komisi XI DPR Misbakhun mengingatkan lonjakan harga Pertamax berpotensi memicu migrasi massal ke Pertalite dan mengerek inflasi.

oleh Delvira HutabaratDiterbitkan 10 Juni 2026, 19:15 WIB
PT Pertamina Patra Niaga menjalankan penugasan negara dengan menjaga realisasi penyaluran BBM hingga LPG sepanjang 2025. (Dok PPN)

Liputan6.com, Jakarta - Pertamina menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax dari Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter pada Selasa (10/6/2026). Tak hanya Pertamax, Pertamina juga menaikkan harga Pertamax Green 95 menjadi Rp 17.000 liter dari Rp 12.900 per liter.

Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun, mengingatkan pemerintah bahwa kenaikan harga Pertamax bisa memicu masyarakat beralih ke Pertalite. Hal tersebut akhirnya akan membuat anggaran subsidi BBM meningkat.

"Pasti (beralih ke Pertalite). Begitu harga naik, orang kan mencari harga yang paling rendah," kata Misbakhun di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Ia mengaku belum mengetahui sebesar apa dampak kenaikan harga Pertamax kali ini.

"Untuk kalkulasinya, itu kan belum kita lakukan exercisenya lebih dalam. Sudah dilakukan penghitungan-penghitungan, nanti akan kita lihat dampaknya seperti apa," kata.

Misbakhun juga meyakini kenaikan harga Pertamax akan memicu inflasi. “Pasti kalau kenaikan BBM biasanya selalu akan diikuti dengan kenaikan inflasi, pasti. Berapa persennya, nol koma sekiannya itu kita belum tahu,” ujarnya.

Politikus Golkar itu menyebut, kemungkinan akan ada stimulus dari pemerintah untuk mengkompensasi kenaikan harga Pertamax. Saat ini pemerintah tengah mendiskusikan stimulua dan insentifnya.

"Sudah didiskusikan, sedang lagi dilakukan upaya penghitungan apa yang nanti menjadi stimulus atau insentif. Yang pasti biasanya masyarakat yang menggunakan Pertamax itu kan masyarakat-masyarakat yang berimpitan dengan Pertalite. Nah kita ingin pastikan apa sih yang mereka butuhkan sebagai stimulus," pungkasnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya