IHSG Dibuka Menghijau, Naik ke Level 5.748

IHSG dibuka di zona hijau hari ini 10 Juni 2026 setelah mengalami tekanan selama beberapa sesi perdagangan sebelumnya.

oleh Septian DenyDiterbitkan 10 Juni 2026, 09:08 WIB
Seorang pria melihat ponselnya di depan layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang anjlok signifikan selama pembukaan pasar, di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta pada Rabu 13 Mei 2026. (BAY ISMOYO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka di zona hijau setelah mengalami tekanan selama beberapa sesi perdagangan sebelumnya.

Pada awal sesi perdagangan saham Rabu (10/6/2026), mengutip data RTI, IHSG dibuka naik menjadi 5.748,58 atau 0,03% dari penutupan perdagangan sebelumnya di angka 5.746,64.

Pada pukul 09.04 WIB, IHSG kembali di zona hijau dengan naik 0,07% menjadi 5.750, meski sempat turun ke zona merah sesaat setelah perdagangan saham dibuka.

Indeks saham LQ45 juga naik 1,81% menjadi 579,60. Sebagian besar indeks saham acuan menguat.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 5.832,46 dan level terendah 5.677,96.

Sebanyak 400 saham menguat sehingga mendorong IHSG. Selain itu, 143 saham melemah dan 155 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 246.490 kali dengan volume perdagangan saham 3,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 2,7 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.900.

Sebagian besar sektor saham menghijau. Sektor saham energi naik 2,02%, sektor saham basic naik 1,94%.

 

Prediksi IHSG Hari Ini

Layar monitor menunjukkan pergerakan pasar saham di lantai Bursa Efek Indonesia menjelang aktivitas perdagangan, Jakarta pada Senin 9 Februari 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) balik ke level 8.000 pada penutupan perdagangan, Senin (9/2/2026). (BAY ISMOYO/AFP)

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Rabu, (10/6/2026). IHSG hari ini berpotensi ke 5.184-5.282 sebagai level koreksi. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG melompat 7,57% ke 5.746 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, penguatannya pun telah menutup area gap yang terjadi pada Selasa, 9 Juni 2026.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana memprediksi, posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [v] dari wave 5. Ia mengatakan untuk mencermati 5.184-5.282 sebagai area koreksi berikutnya.

“Adapun area penguatan IHSG terdekat berada di 5.763-5.784,” kata Herditya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 5.523,5.191 dan level resistance 5.846,6.065 pada perdagangan saham Rabu pekan ini.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat teratas dengan level support dan level resistance 5.590-5.840. “Hati-hati, tensi geopolitik, mungkin membuat pasar terkoreksi hari ini,” demikian seperti dikutip.

Penutupan IHSG pada 9 Juni 2026

Seorang pria melihat ponselnya di depan layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang anjlok signifikan selama pembukaan pasar, di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta pada Rabu 13 Mei 2026. (BAY ISMOYO/AFP)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) perkasa jelang penutupan pada perdagangan saham Selasa, (9/6/2026). Kenaikan IHSG hari ini terjadi di tengah nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan transaksi harian saham di atas Rp 27,4 triliun.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melonjak 7,57% menjadi 5.746,64. Indeks saham LQ45 melonjak 8,01% menjadi 569,32. Seluruh indeks saham acuan kompak menghijau.

Pada perdagangan saham Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 5.746,64 dan level terendah 5.318,14. Sebanyak 678 saham menguat sehingga angkat IHSG. 89 saham melemah dan 48 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 2.707.858 kali dengan volume perdagangan saham 44,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 27,8 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 18.000.

Seluruh sektor saham kompak menghijau. Sektor saham energi naik 9,2%, sektor saham basic menanjak 9,97%, sektor saham industri bertambah 8,55%. Selain itu, sektor saham consumer nonsiklikal mendaki 5,6%, sektor saham siklikal bertambah 5,74%. Lalu sektor saham kesehatan naik 4,88%, sektor saham keuangan melompat 7,14%.

Selanjutnya sektor saham properti mendaki 2,36%, sektor saham teknologi melambung 3,15%, sektor saham infrastruktur menanjak 7,37% dan sektor saham transportasi melambung 7,38%.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya