10 Perusahaan Ritel Terbesar di Dunia (II)

Bisnis ritel merupakan salah satu industri yang paling berpengaruh pada ekonomi global.

oleh Siska Amelie F Deil diperbarui 14 Des 2013, 08:02 WIB

Bisnis ritel merupakan salah satu industri yang paling berpengaruh pada ekonomi global. Usahanya cenderung sederhana, pemilik ritel membeli barang dari pemasok dan menjualnya pada konsumen. Namun ternyata bisnis tersebut cukup menjanjikan dengan pendapatan mencapai ribuan triliun rupiah.

Seperti dikutip dari The Richest, Sabtu (14/12/2013), prosedur bisnis ritel yang sederhana membuat para pemiliknya dapat masuk ke negara-negara lain. Tak heran sejumlah perusahaan ritel mencatatkan namanya di dunia.

Sebut saja Walmart yang telah membuka cabang di 15 negara. Saat ini Walmart bahkan telah memiliki 6.351 toko di dunia.

Dengan potensi bisnis yang besar, keuntungan dan pendapatan yang diperoleh perusahaan juga berkembang pesat setiap tahunnya. Berikut 5 dari 10 perusahaan ritel terbesar di dunia:

6. Metro AG

Pendapatan: US$ 92 miliar atau Rp 1113,7 triliun
*Ket: Kurs rupiah 12.106 per dolar

Metro AG, yang juga dikenal sebagai Grup Metro, adalah kelompok ritel yang berbasis di Jerman. Kelompok industri itu juga menjadi ritel terbesar di Jerman.

Dengan kehadirannya di berbagai kawasan meliputi Asia, Afrika, dan Eropa, Metro AG dianggap sebagai salah satu industri ritel yang paling mendunia.

Didirikan pada 1964, bisnisnya meliputi divisi Metro Cash and Carry, Real Media Market, dan Saturnus. Perusahaan yang berbasis di Jerman ini memiliki total pendapatan US$ 92 miliar atau Rp 1113,7 triliun, dan laba usaha sebesar US$ 1,1 miliar. Raksasa ritel ini mempertahankan total aset senilai US$ 47,9 miliar dan total ekuitas sebesar US$ 8,4.

Baru-baru ini, perusahaan tersebut mengancam akan menggugat Microsoft karena tidak menyukai peluncuran perangkat lunaknya yang bernama 'Metro'.

7. The Home Depot

Pendapatan: US$ 74,7 miliar atau Rp 904,3 triliun

The Home Depot adalah industri ritelAS yang berdiri pada 1978. Berangkat dari produk peralatan dan perbaikan barang rumah tangga.Home Depot hadir di banyak negara seperti Meksiko, Kanada, dan China.

Perusahaan ini merupakan salah satu bisnis ritel perbaikan rumah terbesar di dunia dengan pendapatan tahunan US$ 74,7 miliar atau Rp 904,3 triliun dan laba usaha sebesar US$ 7,9 miliar.

Home Depot memiliki total aset $ 41,1 miliar dan total ekuitas sebesar US$ 17,8 miliar. Hal ini juga menjadi promotor utama penggalang dana untuk lingkungan, kampanye hak asasi manusia, serta acara olahraga.

8. Aldi

Pendapatan: US$ 73,3 miliar atau Rp 887,3 triliun

Aldi Einkauf GmbH & Compagnie adalah riteler diskon global yang berbasis di Jerman. Didirikan pada 1913, rantai bisnis Aldi dibagi menjadi Aldi Markt dan Aldi Sud 47 tahun kemudian.

Awalnya, Aldi memproduksi barang-barang murah yang kebanyakan orang tidak mampu membelinya di sejumlah tempat. Alasan itu yang membuatnya unggul di pasaran.

Aldi kemudian menembus pasar asing dan menjelajah ke Prancis, Denmark, Inggris, Irlandia, Australia, dan Swiss. Dengan lebih dari 8.000 toko di seluruh dunia, Aldi menjual barang, minuman, makanan, dan peralatan rumah tangga murah. Perusahaan ini memiliki total pendapatan US$ 73,3 miliar atau Rp 887,3 triliun.

9. The Target Corporation

Pendapatan: US$ 73,3 miliar atau Rp 887,3 triliun

Target adalah perusahaan ritel AS yang awalnya dikenal sebagai Dayton Dry Goods. Dianggap sebagai salah satu ritel yang paling dermawan dan dikagumi. Dayton merupakan retailer diskon terbesar kedua di AS (setelah Walmart).

Perusahaan itu juga menempati peringkat ke-36 di daftar Fortune 500 pada 2013. Perusahaan menjalankan lebih dari 1.788 toko yang beroperasi secara global. Didirikan oleh George Dayton pada 1902, bisnis ini sekarang memiliki total pendapatan US$ 73,3 miliar atau Rp 887,3 triliun.

Pendapatan operasionalnya sebesar US$ 5,34 miliar dengan total laba US$ 3 Miliar.

10. The Walgreen Company

Pendapatan: US$ 71,6 miliar atau Rp 866,7 miliar

Walgreen merupakan perusahaan ritel obat terbesar di dunia yang memasok layanan kesehatan bagi para pelanggannya. Perusahaan itu didirikan pada 1901 di Chicago oleh Charles R Walgree. Saat ini, perusahaan tersebut telah membuka cabang di 8.300 lokasi.

Total pendapatan Walgreen tahun ini mencapai  US$ 71,6 miliar atau Rp 866,7 miliar. Total asetnya mencapai US$ 33,5 miliar dengan total ekuitas sebesar US$ 18,2 miliar. (Sis/Nrm)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya