Liputan6.com, Jakarta - Putri Elisabeth dari Belgia resmi menyelesaikan program studi pascasarjana selama dua tahun di Universitas Harvard. Anggota keluarga kerajaan ini meraih gelar master di bidang kebijakan publik dari John F. Kennedy School of Government milik Harvard.
Sebelumnya, ia telah menyelesaikan pendidikan sarjana jurusan sejarah dan politik di Lincoln College, bagian dari Universitas Oxford pada 2024.
Advertisement
Dikutip dari Town & Country Magazine pada Jumat (29/5/2026), untuk memperingati kelulusannya, Putri Elisabeth membagikan sejumlah foto yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya selama berada di kampus Harvard melalui akun media sosial resmi keluarga Kerajaan Belgia.
Dalam rangkaian foto tersebut, Elisabeth tampil mengenakan baju setelan putih dari label mode asal California Selatan, Reformation, dipadukan dengan tas saddle bag Isabel Marant.
Ia juga terlihat mengunjungi toko buku kampus, perpustakaan Kennedy School, hingga berjalan-jalan di kawasan Cambridge.
Orang tua Elisabeth, Raja Philippe dan Ratu Mathilde, terbang ke Boston pekan ini untuk menghadiri rangkaian acara kelulusan. Pada Selasa, pasangan kerajaan itu mendampingi Elisabeth — yang merupakan pewaris takhta Belgia — untuk bertemu dengan Jeremy M Weinstein, dekan Harvard Kennedy School.
Keluarga kerajaan tersebut kembali terlihat di area kampus pada Rabu, yang juga merupakan perayaan Class Day di Harvard. Dalam kesempatan itu, Elisabeth mengenakan gaun sutra bermotif merah putih dari Maje.
Acara Class Day digelar sehari sebelum wisuda resmi dan menjadi perayaan yang diselenggarakan oleh mahasiswa, dengan masing-masing sekolah pascasarjana memiliki versinya sendiri.
Kuliah Sejak 2024
Putri Elisabeth, yang juga bergelar Duchess of Brabant, mulai menempuh pendidikan di Harvard pada musim gugur 2024. Namun, studinya sempat terancam terganggu akibat perselisihan berkepanjangan antara Harvard dan pemerintahan Donald Trump.
Pada Mei 2025, pemerintah federal Amerika Serikat mengumumkan larangan bagi mahasiswa internasional di Harvard. Saat itu muncul spekulasi bahwa mahasiswa asing mungkin harus melanjutkan studi secara daring, seperti yang terjadi selama pandemi, meski belum ada keputusan pasti.
Solidaritas Bersama Mahasiswa Asing
Media Belgia Het Laatste Nieuws melaporkan pada Juli bahwa Raja Philippe dan Ratu Mathilde tidak menginginkan perlakuan istimewa bagi putri mereka. Elisabeth juga disebut ingin menunjukkan solidaritas dengan mahasiswa asing lainnya.
Harvard kemudian langsung menggugat Gedung Putih ke pengadilan, dan hakim federal akhirnya memblokir larangan dari pemerintahan Trump tersebut.
Selama proses hukum berlangsung, visa mahasiswa internasional diperpanjang sehingga mereka dapat kembali mengikuti perkuliahan tatap muka pada hari pertama semester musim gugur. Putri Elisabeth bersama mahasiswa Belgia lainnya dilaporkan telah menerima visa mereka pada Agustus.
Keluarga Kerajaan yang Kuliah di Harvard
Putri Elisabeth menjadi salah satu dari sejumlah anggota keluarga kerajaan dunia yang pernah menempuh pendidikan di Universitas Harvard. Sepupunya sekaligus putra dari Putri Astrid, Pangeran Joachim, meraih gelar MBA dari Harvard Business School pada 2021.
Raja Frederik dari Denmark juga pernah belajar di Harvard selama satu tahun akademik 1992–1993 dengan menggunakan nama “Frederik Henriksen.” Sementara itu, Permaisuri Masako dari Jepang lulus magna cum laude dari Harvard pada 1985 dengan gelar sarjana ekonomi.
Berbeda dengan putrinya, Raja Philippe memilih menempuh pendidikan di pantai barat Amerika Serikat dan memperoleh gelar master ilmu politik dari Universitas Stanford pada 1985.