Batal Dijual, BlackBerry Tunjuk CEO Baru

Selain batal dijual, BlackBerry juga mengumumkan rencananya untuk mengganti CEO Thorstein Heins dalam dua minggu ke depan.

oleh Ervina Anggraini diperbarui 06 Nov 2013, 16:15 WIB

Setelah sempat terombang-ambing, BlackBerry akhirnya membatalkan niatannya untuk menjual perusahaan berikut dengan aset dan sejumlah paten miliknya ke pihak luar. BlackBerry dipastikan mendapatkan suntikan dana sebesar USD 1 miliar dari Fairfax Financial Holding Limited.

Suntikan dana segar ini dipastikan mampu menyelamatkan BlackBerry dari krisis yang selama beberapa bulan terakhir dialaminya. Selain bisa bernafas lega, BlackBerry juga mengumumkan rencananya untuk mengganti CEO Thorstein Heins dalam dua minggu ke depan.

Untuk menduduki jabatan Chairman dan CEO sementara, BlackBerry menunjuk John Chen untuk bertanggung jawab menentukan arah, hubungan, dan tujuan strategis BlackBerry. Untuk jabatan direktur utama BlackBerry, sementara waktu akan ditempati oleh pendiri dan CEO Fairfax Financial Holdings.

Chen merupakan seorang imigran asal Hong Kong yang telah menetap di Amerika Serikat sejak tahun 1973. Sebelumnya pria berusia 58 tahun ini sempat menjabat sebegai CEO Sybase, sebuah perusahaan perangkat lunak database yang diakusisi SAP tahun 2010.

Sebelumnya jabatan CEO BlackBerry diduduki oleh Thorstein Heins yang telah menjabat sejak Januari 2012. Heins sendiri menggantikan CEO terdahulu yakni duet Mike Lazaridis dan Jim Balsillie.

Perusahaan belum dapat memastikan berapa lama Chen akan menjadi bagian dari BlackBerry. Dalam sebuah wawancara dengan Reuters, seperti dikutip Tekno Liputan6.com, Rabu (6/11/2013), pria asal Hong Kong ini belum dapat mengungkapkan langkah strategis apa saja yang akan ditempuhnya untuk menghidupkan kembali perusahaan.

Sejak didirikan pada tahun 1984, perusahaan yang berbasis di Waterloo, Kanada itu sempat menguasai pasar ponsel pintar dunia melalui aplikasi pesan instan BlackBerry Messenger (BBM). Setelah resmi merilis BBM lintas platform untuk Android dan iOS, BlackBerry belum dapat memastikan kemana fokus perusahaan, apakah akan tetap menjadi produsen perangkat atau hanya mengembangkan aplikasi saja. (vin/dew)


Baca juga:
BlackBerry Batal Dijual
Lenovo Gagal Pinang BlackBerry

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya