Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau pada sesi kedua perdagangan saham Senin, (25/5/2026). Kenaikan IHSG hari ini di tengah mayoritas sektor saham menghijau dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di kisaran 17.727).
Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup menguat 0,72% menjadi 6.206,34. Indeks saham LQ45 bertambah 1,74% menjadi 631,21. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.
Advertisement
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus yang akrab disapa Nico menuturkan, kenaikan IHSG didorong bursa regional Asia bergerak menguat. “Ada sentimen membaiknya risiko global seiring harapan akan kesepakatan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran,” kata Nico dikutip dari Antara.
Dari mancanegara, para pejabat senior Amerika Serikat (AS) mengindikasikan bahwa AS dengan Iran hampir mencapai kesepakatan yang dapat membuka kembali Selat Hormuz, dan mereka masih menegosiasikan persyaratan utama, serta persetujuan akhir dari kedua pihak kemungkinan akan memakan waktu beberapa hari.
Meskipun keputusan kesepakatan perdamaian belum final, namun sinyal itu memberikan sebuah harapan terciptanya perdamaian di Timur Tengah, serta pembukaan kembali selat Hormuz akan memulihkan aliran minyak dan ekonomi global.
Dari dalam negeri, IHSG bergerak fluktuatif yang dipengaruhi oleh sentimen global dan domestik yaitu narasi kesepakatan AS dan Iran memberikan katalis positif, sementara tekanan terhadap kurs Rupiah memberikan sentimen negatif.
Sementara itu, Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) defisit sebesar 9,15 miliar dolar AS kuartal I-2026, seiring dengan dinamika perekonomian global yang dapat mempengaruhi prospek NPI.
Defisit tersebut tercatat jauh lebih besar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang memicu kekhawatiran investor terhadap ketahanan eksternal Indonesia dan meningkatkan permintaan terhadap dolar AS.
.
Sektor Saham
Mayoritas sektor saham menghijau. Sektor saham transportasi bertambah 3,83%, dan catat kenaikan terbesar. Selain itu, sektor saham industri naik 0,79%, sektor saham consumer siklikal menanjak 1,09%, dan sektor saham keuangan bertambah 1,42%.
Kemudian sektor saham properti melompat 1,29%, sektor saham infrastruktur menanjak 0,77%. Selain itu, sektor saham energi m elemah 2,04%, sektor saham basic tergelincir 0,93%, sektor saham consumer nonsiklikal terpangkas 0,13%. Lalu sektor saham kesehatan turun 0,09% dan sektor saham teknologi melemah 0,31%.
Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.239,59 dan level terendah 6.124,57. Sebanyak 236 saham melemah sehingga bebani IHSG. 470 saham menguat dan 114 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan 2.065.076 kali dengan volume perdagangan saham 27,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 17 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.727
Gerak Saham
Pada awal pekan ini, harga saham AALI melemah 1,14% menjadi Rp 6.525 per saham. Harga saham AALI dibuka stagnan di Rp 6.600 per saham. Saham AALI berada di level tertinggi Rp 6.650 dan level terendah Rp 6.400 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.056 kali dengan volume perdagangan saham 16.401 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 10,7 miliar.
Harga saham ADRO tergelincir 2,13% menjadi Rp 2.300 per saham. Saham ADRO dibuka stagnan di Rp 2.350 per saham. Harga saham ADRO berada di level tertinggi Rp 2.350 dan terendah Rp 2.270 per saham. Total frekuensi perdagangan 13.661 kali dengan volume perdagangan saham 610.722 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 140,8 miliar.
Harga saham BMRI ditutup naik 2,43% menjadi Rp 4.220 per saham. Harga saham BMRI dibuka naik 40 poin menjadi Rp 4.160 per saham. Saham BMRI berada di level tertinggi Rp 4.300 dan terendah Rp 4.130 per saham. Total frekuensi perdagangan 46.826 kali dengan volume perdagangan saham 2.480.260 saham. Nilai transaksi Rp 1 triliun.
Top Gainers-Losers
Saham-saham LQ45 yang masuk top gainers antara lain:
- Saham AMMN melonjak 8,62%
- Saham BBTN melonjak 8,17%
- Saham ISAT melonjak 5,37%
- Saham MDKA melonjak 4,78%
- Saham ADMR melonjak 4,73%
Saham-saham LQ45 yang masuk top losers antara lain:
- Saham AMRT merosot 9,12%
- Saham BRPT merosot 7,79%
- Saham BUMI merosot 7,57%
- Saham DEWA merosot 7,41%
- Saham CUAN merosot 5,63%
Saham-saham LQ45 teraktif berdasarkan nilai antara lain:
- Saham BBCA senilai Rp 1,6 triliun
- Saham BMRI senilai Rp 993,2 miliar
- Saham AMMN senilai Rp 791,5 miliar
- Saham BUMI senilai Rp 785,2 miliar
- Saham BBRI senilai Rp 766,9 miliar
Saham-saham LQ45 teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:
- Saham BUMI tercatat 96.850 kali
- Saham BMRI tercatat 46.819 kali
- Saham BBRI tercatat 44.078 kali
- Saham BRPT tercatat 42.802 kali
- Saham BBCA tercatat 37.435 kali